Film ::: Finding Srimulat (2013)

images

Reza…

Gogon

Tessy

Mamiek

Djujuk

Kadir

Btw semua nama yang gue sebut diatas adalah personil Srimulat, trus kenapa ada nama Reza? Ya bisa jadi alam bawah sadar gue bakal menyamakan status Reza Rahadian kayak si Jason Segel di film The Muppets (2011). Orang yang berjasa mengumpulkan kembali Legend ke dalam satu panggung pertunjukan setelah sekian lama tidak manggung. Ato si Nick Furry yang ngumpulin anggota The Avengers…

Kalo The Muppets sendiri adalah heritage dari Pop Culture amrik, berbanggalah Indonesia yang punya warisan Budaya yang bisa dihandalkan. Budaya berkesenian yang dibalut dengan komedi. Jujur gue sendiri masih takjub, Srimulat lahir dari masa-masa “gak enak”. Pasti banyak unsur yang membuat Srimulat bisa menjadi kuat.

legenda1Seperti halnya Adi (Reza Rahardian), gue juga adalah penggemar berat Srimulat. Hanya saja gue nge-fans sebatas nonton di layar kaca. Tidak sampai pada pertunjukkan live-nya. Kalau masih ingat, dulu salah satu stasiun TV swasta juga membuat acara reality show yang intinya mencari anggota Srimulat. Dan gue sempat ikutan latah menjadi peserta audisi namun gak lolos. So, gue gak lucu kayak mereka kali yaa?

Back to Srimulat, gue bersyukur banget, akhirnya ada orang yang dengan tulus membuat film yang mengangkat tema besar tentang Srimulat. Pada nyadar gak sih, coba deh liat di pojok kanan atas, profil singkat tentang gue, ada Tulisan “Srimulator Wannabe”, yes I am. wahahahaaaa!!

Adi terlahir sebagai anak yang beruntung karena mempunyai sense of humor yang luwes. dibesarkan dari keluarga yang harmonis dan suka humor. Secara tontonannya Srimulat. Hingga dia menjadi dewasa pun, Srimulat masih dalam genggamannya. Hanya saja, eksistensi Srimulat sudah mulai memudar. Gaungnysa sudah tidak seperti dulu lagi. Semua personilnya sibuk sendiri-sendiri. Ada yang terlanjur sukses, ada pula yang ada saja suksesnya dilanjur-lanjurin alias gak suskes.

Adalah Adi yang tidak sengaja “mampir” di rumah makan Soto (atau sate yaa?) Cak Kadir. kekonyolan pun mulai terlihat. Tentu saja konyolnya Srimulat. Kadir ya kadir, antusiasme Adi akan keberuntungannya bertemu dengan Kadir membuat dia kepikiran untuk mengumpulkan kembali semua anggota Srimulat. Kenapa Adi bisa berpikir seperti itu, Salahkan Joe Liem (Fauzi Baadilah), gara-gara pria brengsek itu lah, Adi kehilangan project besarnya. yang akhirnya membuat dia kehilangan sebagian modal hidupnya.

Awalnya, Kadir kurang tertarik dengan rencana Adi, secara Kadir sadar diri, bahwa usia yang disandangnya tidak muda lagi, namun pancingan yang dilakukan oleh Adi rupa-rupanya membuat Kadir jatuh dalam pelukan Singa. Kadir akhirnya setuju untuk menjaring kembali pasukan Srimulat.

Bunda-Akbar-Tessy-Muda-Kostum-n-Make-UpTessy – Entah profesi dia apa sekarang, yang jelas tidak jauh dari yang namanya motor Gede. Dia sudah malas manggung menjadi Tessy. Balik lagi ke Kabul Basuki. Nama aslinya. Dia menyalahkan oknum yang membuat pelarangan atas pementasan dia yang hanya sekedar akting belaka. Memang, batasan seni drama dengan pelecehan hampir sangat tipis. namun, gue sendiri juga kadang bingung. dilema juga ya jadi pelawak?! Tessy sempat bercerita soal masa lalunya, kenapa kok dia akhirnya memilih peran menjadi Hangsip yang bernama “TESSY WAHYUNI RIWAYATI HARTATIK. Gak tau gimana, melihat Akting Tessy di film ini tuh, gue gak bisa nemuin celah kalo dia kaku aktingnya. Sekaku-kakunya Tessy, ya itu lah Tessy… *bencii akuuu*

Tapi yang lucu dan bikin gue bangga, nyelipin humor laki demen laki. Cucok lah, kadang segala sesuatunya gak harus dimulai dengan yang serius.

Nunung – Kini terkenal karena keikut sertaannya di salah satu acara dagelan yang diputer oleh salah satu TV swasta juga. Dari yang program untuk TV hingga ada Road Show-nya juga. Jadwalnya kini padat, sehingga Adi, Kadir dan Tessy sulit untuk menemuinya, walau Nunung sendiri berharap untuk bisa ketemu juga. Di kehidupan nyata, mungkin Nunung juga bentrok dengan jadwal Syuting, akhirnya dia didapuk hanya tampil Cameo aja. Dari pada tidak muncul sama sekali.

Mamiek -masih sama juga. Gak ada yang berubah. Dan gak bakal berubah jadi Didi kempot. Model-model pembantu yang berotak. Pembantu yang berwibawa ya cuman mamiek di Srimulat. Pembantu yang nge-fans sama Mario Teguh kali yaa… Kesediaan Mamiek untuk bergabung juga pada akhirnya memudahkan Kadir untuk menggantikan posisinya, dikarenakan Kadir atas kesehatannya, dan mewakilkan dirinya untuk menjemput Gogon di kampungnya.

1Gogon – Masih tidak ada yang berubah. dengan jambul dan bedak tebal. dan kumis yang “medit”. tidak ada yang berubah. Paling perubahan yang terlihat, dia agak gemukan. Dan tinggal di Semarang (kalo gak salah). Anaknya Dua, satu cewek, dan satunya aneh. Gak jauh beda sama Gogon. Tapi yang bikin gue ngakak sendiri adalah istrinya Gogon. Srimulat puol! Gue gak bisa nahan tawa, beruntung satu ruangan bioskop ngakak semuanya.

Namun ada juga peristiwa yang bikin gue haru biru juga, pertemuan Gogon dengan sahabat-sahabatnya, walaupun udan tangis, tetep ajah nontonnya sambil ngakak. Gak tau deh kalo di film ini gak ada Tessy sama Gogon….

Hingga pergumbulan pamungkas, mereka hijrah ke rumah Majikan cantik, Bu Djujuk. Gak tau kenapa kok gue ikutan seneng pas mereka ngumpul bersama lagi.

FS-Publish-Photos.0111Dan cerita pun berjalan dinamis. walau kadang gue gak begitu suka dengan kemunculan si Istri Adi, dan juga konflik Adi dengan kerjaan di kantornya. Ini masalah selera sih gue kira. Pertanyaan dalam hati, Kenapa harus Rianti, kenapa harus Fauzi, dan kenapa harus Nadila Ernesta????

Termaafkan deh…..

Salut buat Charles Ghozali yang sudah susah payah. Pasti riset bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan begitu detail potongan-potongan kisah nyata yang diplintir menjadi fiksi yang manis. Gue ngerasa, dalam skrip dan pengambilan gambar pasti banyak bedanya. IMPROVISASI. Pelawak sejati pasti dan selalu melakukan improvisasi.

Dan yang paling bikin gue berkesan dengan film ini ya dialog-dialognya itu. Yang kadang muncul dari celetukan tak terduga. “Lho bisa bahasa Indonesia toh!, Hanya sesederhana itu, gue langsung ketawa ngakak, masalahnya gue juga punya pengalaman yang lebih kurang sama. Di kampung kita masih sering menjumpai, anak-anak kecil yang masih malu-malu dan dipermalukan temen-temennya kalo menggunakan bahasa Indonesia. Cenderung menggunakan bahasa Ibu.

FS-Publish-Photos.008Sempurna atau tidak sempurna gue pikir bukan tujuan utama dibuatnya film ini. Tetapi lebih kepada bagaimana kita menghargai bagian dari budaya kita yang sempat menemani dan mengajarkan kita bahwa seterpuruk-apapun kita sebagai siapapun kita, bertahan dan berjuang untuk hidup yang lebih baik. Karena semuanya di mulai dari diri kita sendiri.

#selamatkanINDONESIAdenganTAWA

Senyam-senyum sendiri pas ngeliat credit title-nya

IMG-20130412-02331

Foto dari http://www.findingsrimulat.com dan berbagai sumber

~ by Imam Ocean on April 17, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: