•February 23, 2014 • Leave a Comment

No kiss….

View on Path

7 Kesalahan Penulis by nulisbuku(dot)com

•February 3, 2014 • Leave a Comment

Ada beberapa macam kesalahan yang sering dilakukan oleh para penulis. Baik penulis yang sudah profesional ataupun penulis pemula. Kami mencoba merangkumnya menjadi 7 hal saja. Apakah kamu melakukan salah satu dari 7 kesalahan berikut ini? Silakan jawab sendiri dengan menyimak ketujuh hal tersebut di bawah ini:

1. Kemalasan.

Ini mungkin kesalahan yang dialami oleh hampir semua penulis. Hasilnya? Buku tidak pernah selesai dan berujung pada draft yang kemudian ditinggalkan terlalu lama tidak tersentuh. Yang akhirnya terlupakan.

Cara mengatasinya terletak pada diri sendiri dengan berjuang melawan kemalasan. Menulis membutuhkan napas panjang dan komitmen yang kuat. Berhentilah menunda dan membuat banyak alasan. Bulatkan tekad dan mulai menulislah!

2. Mencoba menjadi penulis yang sempurna.

Menurut Gardner, seorang penulis novel triler dan misteri, keinginan untuk menjadi penulis sempurna seperti ini bisa menjadi berbahaya bagi penulis, karena penulis cenderung akan fokus pada satu hal, sehingga cerita seakan-akan tidak bergerak. Menurutnya, cerita bertujuan untuk menghibur, oleh karena itu sebuah cerita harus terus bergerak maju. Jangan berhenti hanya karena ingin tulisanmu menjadi sempurna, tetaplah menggerakkan cerita.

3. Terpaku pada kerangka/ outline

Kerangka tulisan memang kita butuhkan dalam menulis. Tujuannya agar cerita tidak menyimpang terlalu jauh dari yang diharapkan, tetapi terlalu fokus dan mengikuti alur outline akan membatasi sebuah cerita menjadi kaku. Oleh karena itu, biarkan kreativitasmu berkembang, gunakan outline sebagai pembatas, bukan panduan utama.

4. Cemburu.

Benar, rasa cemburu juga terjadi pada penulis, sama halnya juga sering terjadi kepada para pekerja seni lainnya. Cemburu yang dimaksud adalah kecemburuan terhadap penulis lain serta karya-karya mereka. Efek dari kecemburuan ini bisa baik tapi bisa juga buruk. Efek baiknya mungkin kamu akan termotivasi untuk menjadi sebaik atau lebih baik dari penulis tersebut. Tapi, efek buruknya kamu akan cenderung meniru cara menulis mereka. Kendalikan emosi cemburumu, jadikan hal positif bagi tulisanmu. Terutama, jadilah dirimu sendiri!

5. Terlalu berfokus pada bisnis.

Mungkin tidak banyak penulis yang bertujuan utamanya adalah menulis untuk bisnis. Sehingga menjadi terobsesi dan fokus pada bisnis, bukan pada karya yang dihasilkannya. Menulis tentang bisnis baik loh, tapi kalau tulisan yang dibisniskan? Silakan jawab sendiri.

6. Tidak membaca buku.

Membaca itu penting untuk seorang penulis. Sangat penting! Jangan berharap dapat menulis dengan baik tanpa pernah sekalipun membaca buku. Seorang penulis Amerika mengungkapkan, “jika seseorang dapat membaca 10 buku setahun kami (penulis), seharusnya dapat melakukannya jauh lebih baik.” Jadi, sudah berapa banyak buku yang kamu baca tiap tahun?

7. Imitasi.

Ada penulis yang terinspirasi oleh karya penulis lain, namun ada juga penulis yang sekadar meniru karya penulis lain. Bedakan antara terinspirasi dengan meniru! Suatu tiruan/imitasi tulisan akan terlihat sangat mirip dengan tulisan aslinya. Berhati-hati dalam menulis, mungkin awalnya hanya terinspirasi tapi bisa berakhir imitasi.

Nah, kini kamu sudah mengenal 7 Kesalahan penulis, yang mana kesalahan yang sering kamu lakukan?

Mulai sekarang, mari bertekad menjadi penulis yang lebih baik dengan menghindari ketujuh kesalahan penulis diatas. Mari berkarya!

 VIRGINIA WOOLF

“Setiap rahasia jiwa penulis, setiap pengalaman hidupnya, setiap kualitas pikirannya, tertulis dalam karya-karyanya.” —Virginia Woolf

 

Diambil dari nulisbuku.com

Kejutan awal tahun

•February 2, 2014 • Leave a Comment

Judulnya “pindahan kantor”

Sudah berhari-hari lamanya, gue merasakan betapa sangat-sangat menyiksanya ketika proses kepindahan kantor ini…. Semuanya terasa begitu weirdo.

Ada kondisi ketika gue fokus dengan kerjaan, yang ada gue fokus terhadap satu kepindahan ini. Menyenangkan yang melelahkan. Terlebih lagi dipaksakan untuk melepas satu tanggung jawab… Had3eh……

Semangat!!!!! Semuanya pasti ada akhir!!

Image

 

semangat pagi….

•February 1, 2014 • Leave a Comment

Mungkin banyak yang bilang, apa yang gue pilih sekarang seperti berbau kemaruk. Menerima penawaran kontrak kerja yang lebih dari satu. Dan itu sangat sangat terdengar seperti serekah dan tak ada ujung. Seolah-olah sudah tidak ada pilihan lagi yang lebih baik….

Toh ujung-ujungnya resiko itu gue yang tanggung. Jadi apapun itu, sudah terpikirkan konsekuensi apa yang bisa gue hadapi apabila nantinya ada keluhan dari gue sendiri…

Jadi gue ya gue… Ga ada urusan sama yang lain… Untuk saran, makasih banget…. Karena akan sangat gue pertimbangkan kalau memang bisa untuk dipertimbangkan…

Semangat….!Image

Pindahan Kantor

•February 1, 2014 • Leave a Comment

Pindahan Kantor

Kantor baru…. Tahap renovasi

2013 – 2014 (refleksi)

•January 1, 2014 • Leave a Comment

Awal tahun 2014….

Sedikit flashback ke 2013…..

Setahun yang lalu, ada tragedi.

Bulan pertama bulan gonjang-ganjing. Tentang status tentang prasangka. Semuanya datang tanpa tanda tanya. Mengapa? Apa? Kenapa? Siapa? Semuanya tidak pernah terjawabkan oleh saya. Yang seharusnya punya jawaban nyata. Semua hanya dijawab oleh dia, mereka dan kalian semua. Tanpa ada kesempatan bagi saya mengurai kata-kata yang sejatinya bisa menguatkan hati saya.

bb2Saya dituduh membela tersangka. Saya dipaksa kalah oleh oknum-oknum yang merasa paling paham tentang arti sebuah cinta, keadilan dan kemanusiaan. Saya dipaksa patuh untuk tunduk pada apa yang menurut mereka benar dan apa yang menurut mereka salah. Benar dan salah adalah mutlak. Bagi mereka, bagi saya, yang tidak bisa mengerti apa-apa hanya bisa pasrah untuk berkata, “Iya, Baiklah!”

Hingga Bulan kedua, saya sudah tidak bisa menahan rasa. Ruang privasi saya hancur. Hancur sehancur-hancurnya. Sekali lagi mereka menegaskan, bahwa saya salah langkah. Saya gelap. Saya salah memilih cinta. DUSTAAA!!! TIDAK SETARA!!! Mereka berniat baik dengan perpayung ideologi bahwa kebaikan mereka pasti baik pula bagi saya. Lagi-lagi karena kebaikan mereka lah yang paling sempurna. Dan Alhasil, saya tidak bisa terima. Ada yang salah. Tapi bukan saya. Jalan satu-satunya agar tidak merasa salah dan dipersalahkan adalah, keluar dari zona “salah itu dosa”. Dan saya, memilih keluar dari dunia yang sempat membuat saya silau. Dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai eksistensi ketimbang visi-misinya. Selamat tinggal dunia yang egois, selamat tinggal dunia yang oportunis, selamat tinggal dunia yang MIRIS!!! Untungnya dan memang seharusnya tidak perlu adanya tangis.

robinDan ternyata ada suara nyinyir yang menyayat telinga, “Bisa apa kau di luar sana? Memangnya bisa hidup hanya bermodal nulis?” Saya terhenyak terbelalak, mata saya hampir copot mendengar pertanyaan yang cukup “menyedihkan” dari seseorang yang merasa paling benar. Saya hanya bisa menjawab sindiran manis itu dengan senyum. Berbalut dendam. Terima kasih sudah memberikan kata-kata ampuh yang suatu saat nanti menjadi pemompa semangat. Tapi untuk kali ini, saya baru sadar, kalau dia ternyata benar-benar jahat!

Di bulan kedua juga, akhirnya saya mencari pegangan. Mencari kebenaran yang saya cari sendiri. Bukan dari kebenaran yang diciptakan oleh mereka-mereka sebelumnya. Saya hanya ingin membuktikan, apakah dia benar-benar jahat. Dan ternyata, dunia luar selalu punya jawaban. lebih malah. Dan saya senang bukan kepalang. Ternyata ada banyak orang-orang baru yang bermunculan, menyambut saya dengan tangan terbuka. Sumringah tentu saja. Rupa-rupanya rasa semangat tak harus muncul dari rasa dendam. Saat itu apalah guna berkeluh kesah dengan masa lalu, pilihan sudah ditentukan. Saatnya melangkah ke depan. Selalu ada jalan…. Dan di bulan ini, Saat itu juga saya memutuskan, sudah saatnya memutuskan hubungan dengan orang yang sempat digunjingkan dengan rasa berkadar cinta yang dia bagi-bagi kepada saya, kepada si A, kepada si B dan kepada si Z. Sudah waktunya saya mengistirahatkan rasa saya yang terlalu dipaksakan. Hanya karena sesuatu yang disebut PROSES, saya harus betah menjalani hidup. Tapi tak apalah dan itu biasa. tidak pernah merasa ada yang salah. Lagi pula ketika waktu itu datang, saya pun bisa dengan tenang bertahan. Merentang galau berkepanjangan. Untung masih ada teman-teman, satu voluntarian, berbagi perasaan yang tersisa. kita pasti bisa.

Tebet-20130630-03414Bulan ketiga saya isi dengan penuh dendam. Kedekatan saya dengan sosok fenomenal sungguh-sungguh membawa dampak. Dan dia pula ternyata adalah juga korban dari keangkuhan orang-orang lama yang punya andil dalam merubah saya menjadi orang paling tabah. Petuah dan nasehat selalu datang daripadanya. Kebijakan-kebijakan berpikir itu selalu datang dari bibir yang terkadang perih untuk diterima akal. Namun tetap saja selalu mengena di hati. Saya berpikir, orang seperti dia, bisa disalahkan? andil dalam pergerakan komunitas yang dia perjuangkan tidak kecil. Selalu ada banyak cerita-cerita, bagaimana dia membela kaum termarjinal, menyuarakan suara minoritas dan yang terpenting, jujur dalam setiap apa yang akan diutarakan. Tidak “menjual jiwa” hanya untuk sekedar popularitas yang instan. Karena dia sudah punya nama, tak ada alasan untuk cemburu dan iri di kamusnya. Dan saya melihat, sosok ini dimanfaatkan kejujurannya oleh mereka yang merasa “terancam”. Entah alasan apalagi yang akan keluar dari pemikiran mereka?

Termasuk saat saya dikenalkan dengan keberagaman yang sesungguhnya. Bagaimana saya menjadi berani. Berani untuk bertindak. Percaya diri dan tetap selalu tenang. Tentu saja karena dulu saya terlalu gampang panik. Akhirnya saya seperti menjadi sosok yang bebas. Karena bagi saya, menjadi orang yang bebas, tidak dituntut untuk menjadi kritis.

IMG-20130501-00414Bulan Keempat, Kelima dan Keenam seiringan berjalan menuntun saya menuju masa-masa diatas langit. Saya masih bisa hidup. Dan itu dari tulisan-tulisan. Ingat, di Jakarta, apa saja bisa menjadi penunjang hidup. Beruntung tak hanya satu kemampuan yang sedikit saya punya. Selain menulis, ternyata juga ada disiplin ilmu yang bisa menjadi berkah di pagi hari. Dunia kuliner memang tak boleh jauh-jauh dari saya. Dengan dibantu Ibu Peri yang selalu setia mendukung saya dalam setiap melangkah. Berbagi kehidupan dengan teman yang mengalami nasib kurang beruntung. Bersyukur dari menulis juga, saya bisa membuat semua teman-teman bisa bernafas lega. Kalau melihat situasi seperti itu, Betapa saya bisa berguna untuk sesama.

Tanah Abang-20130707-03537Memasuki bulan kelahiran saya, saat itu juga memasuki bulan kematian saya. saat itu saya harus memilih, fokus yang mana, kehidupan yang layak atau penghidupan yang bijak. Pilihan itu tidak terjawab terkadang dua pilihan itu menjadi bias. Di satu sisi, saya berpikir saya manusia biasa, di sisi yang lain, ada banyak kebaikan-kebaikan di luar sana yang bisa membuat saya menjadi seseorang yang berguna. Di Bulan Ketujuh juga, akhirnya saya menyadari bahwa usia tidak menjadi jaminan seseorang matang dalam berpikir dan bertindak. Dan saya pun dihujani permintaan untuk menjadi dewasa. Sekedar diingatkan, saya bukan Peterpan. Masalahnya, saya bukan Peterpan. Saya adalah Imam!

IMG-20130801-03819 IMG-20130802-03836 IMG-20130804-03857 IMG-20130808-03916 IMG-20130822-04114Hingga tibalah saya pulang ke kampung halaman. Ke Gresik. Tanah kelahiran saya. kembali kepangkuan bunda. Menceritakan kejamnya Jakarta, Mencurahkan kisah tentang karakter-karakter yang pernah bersekongkol dengan saya, bahkan sampai orang-orang yang melukai hati saya pun tak lepas dari tema berbagi cerita. Bulan Kedelapan, bisa jadi menjadi bulan perenungan, hampir sebulan saya menganak-duakan Jakarta. Layaknya orang berpacaran, mungkin saat itu saya sedang selingkuh. Menceritakan segala keburukan Jakarta kepada Gresik. Jakarta tak ada bagus-bagusnya. Jakarta hanya berisi bangkai busuk yang seharusnya membusuk digerogoti belatung. Dan begitulah. Ketika Gresik mulai jatuh cinta dengan cerita busuknya Jakarta, saya memilih untuk kembali ke realita. Gresik berduka. Jakarta yang busuk kembali beraroma. Mungkin karena kedatangan saya kembali. Betapa itu menguatkan saya. Saya harus kembali berjuang!

Bulan kesembilan. Bulan penuh kontrak. Berbagai pertimbangan dan pemikiran, tidak semuanya bisa diterima. Salah satunya, saya memilih bergabung di organisasi yang bergerak di bidang penanggulangan HIV-AIDS, Kemudian ada Lembaga yang fokus menangani warga masyarakat yang lemah dengan kekuatan hukum dan membutuhkan bantuan perlindungan. Termasuk dengan Organisasi yang bergerak di bidang advokasi bagi LGBT. Serta kontrak dengan non-lembaga. Banyak yang beranggapan, bahwa apa yang menjadi pilihan saya adalah modus dari balas dendam atas apa yang pernah saya enyam saat berada di kelembagaan tahun lalu. Tapi sejatinya, dikatakan modus atau apa pun itu, saya tidak mengelak. Tapi saya tidak mau mengamini. Cukup dengan masa lalu….Bulan ini saya terlalu sibuk mengurusi masa lalu… Sampai-sampai urusan percintaan pun vacum. Hahahaa!!!

IMG-20130925-04390 IMG-20130930-04416 IMG-20130930-04424 IMG-20131013-04489 IMG-20131118-04750 IMG-20131121-04778 IMG-20131125-04899

Terhitung sampai bulan kesepuluh dan kesebelas. semakin disibukkan dengan hal-hal yang berbau pekerjaan. Sempat juga merasakan diungkit-ungkit lagi. Dipanas-panasin lagi oleh beberapa oknum. dan lucunya, orang-orang yang dulu dekat saat di kelembagaan era 2012, mendadak semuanya menjauh, dengar kabar dengar rumor, karena saya tidak lagi ideologis, tidak lagi idealis…. sudah tidak lagi sesuai kata hati. Ahh!!! tidak penting. Hatiku ya hatiku, yang tahu hati saya ya saya sendiri. Tidak ada sesiapapun yang berhak untuk mengatur semua itu. Agar dan biar tidak terlalu larut dalam kerjaan, perlahan tapi pasti mulai lagi membuka hati…. Lama-lama sendirian itu terkadang menyayat hati. Wahahahaaa!!! #bukanmodus

IMG-20131101-04546

Dan sampailah pada Bulan terakhir di tahun 2013. Tidak menyadari, akhirnya bisa punya tempat peristirahatan sendiri. Setelah sekian bulan terombang-ambing. Lagi-lagi tentang hubungan dengan beberapa pihak yang masih mempercayakan kemampuan kerja saya. Semoga ada banyak sekali kerja sama-kerja sama yang bisa membangkitkan semangat. Pemuja-pemuja cinta yang datang silih berganti, hingga membuat saya tertawa sendiri. Apakah sudah saatnya saya menjalankan fungsi hati sesuai dengan kegunaannya… Wahahaaaa…. Akhir tahun 2013 yang menyenangkan. Tidak ada lagi kesedihan. dan saya seperti mencium aroma bahagia di tahun 2014. SEMOGA!

IMG-20131221-WA007 IMG-20140101-WA001WP_000857

Dan…. semoga hal-hal bagus selalu menyertai saya dan orang-orang di sekeliling saya….

Nyari kost (bukan cost) yang ehem-ehem..

•December 23, 2013 • Leave a Comment

Tiba-tiba ibu-ibu yang biasa bersih-bersih di kantor say something yang membikin gue lumayan tersenyum simpul. hwaw, akhirnya gue semakin jelas untuk bisa punya rumah sendiri. tanda kutip untuk kata rumah.

“Ada kok kost-an yang lumayan, kayaknya cocok buat mas Imam.” Hmmm, sejak kapan gue mendeklare kalo gue terlalu pilih-pilih soal kost-an???

Well, akhirnya gue langsung gatel dan menyeret si Ibu buat nganter. Perjalanan dari kantor ke lokasi (calon) TKP gak menuntut banyak waktu dan rute yang berlaku. cukup simpel dan hmmm, kayaknya gak terlalu ribet.

Wow, sebuah tempat kost yang lumayan “gue banget”, gak salah tadi kalo si Ibu bilang tuh kost-an cocok banget buat gue. akhirnya tanpa babibu, gue masuk dan survey. bersih, rapi dan fasilitasnya memadai untuk seorang gue.

Sayangnya, bapak kost-nya masih belum bisa dihubungi, jadi kesepakatan belum diputuskan. Kita liat besok, dan gue bakal memasang foto-foto yang bikin wow… gak tau kalo bagi yang laen….

kamar kost

kamar kost

Ini masalah selera…

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.