Cerpen ::: Surprise Dala

SURPRISE DALA

By: Imam Ocean
“Mungkin kegelisahanku adalah kegelisahanmu juga. Tetapi, bisa jadi kepuasanku adalah kepuasanmu juga”.
“Persiapkan saja mentalmu!!! urusan gaya itu belakangan”.
Dala hanya bisa menjuruskan kalimat-kalimat itu kepadaku tatkala dia mendapati nyawaku yang terlalu sering melayang mencari kemantapan hati. Dalam pikirnya selalu saja tentang ketenangan. Namun di benakku isinya hanyalah keraguan Keraguan dan KERAGUAN.
***
Berharap setiap kali membuka mata, kuingin dia selalu ada. Disampingku. Entah dengan ketelanjangannya atau dengan kepolosan raganya. Melainkan hal yang terlalu jamak diharapkan oleh orang-orang seperti aku. Kecupan di kening yang menjalar ke bibir merahku. Belainan tangan yang menyeruakkan birahi untuk bersimfoni. Hingga pelukan tak berarti yang bisa membawaku ke alam halusinasi tak bertepi. Tangan kanannya mengepal indah, menonjok relung jantungku yang berdetak tak terirama. Di sangkanya aku gila. Karena menggelinjang menahan balut-rayuan bibirnya. Dala bisa buas, kalau aku berusaha menenangkan nafsunya, namun bila terburu diriku yang jinak, dia hanya bisa menikmati dengusanku saja. Aku meringkuh mengadu gaduh. Mengapa di tempat sesunyi senyap, dala mengucap seribu satu sumpah serapah!
Aku mencintaimu nyet!!! Sumpah kampret!!! Kenapa aku mencintaimu nyet???!!
Pliss!!!nyet!!!cintai dia juga!!!karena aku tau kau mencintaiku!!!
Air mata dala memerah, tapi tak sesadis darah yang menandakan bahwa akan ada amarah. Dala bertemu manja. Pintanya untuk di belai, di bisikkan kata-kata indah dan di janjikan sejuta senja agar tak pernah datang bintang yang akan membisikkan pada bulan untuk membangunkan sang mentari.
Aku benci esok hari!!!, dala menggila.
***
Ya ya ya!!!!!
Mentari kali ini datangnya agak terlambat dari biasanya. Mungkin gara-gara dala yang terlalu lama menganiaya sang pemeran utama. Pantaslah aku menyebutnya sang cameo belaka. Karena sore ini dia harus pergi dari hadapanku untuk waktu yang cukup lama, terhitung untuk sehari saja.
Rencana pernikahannya dengan Sila semula terasa biasa. Namun ketika hari H, kenapa menjadi tak biasa. Perasaan gerah bercampur darah. Janji-janji yang pernah diucapkannya memang sesekali terdengar indah, tapi pada akhirnya membuatku jengah.
Dari awal memang dia tidak berdusta, dala mengatakan yang sebenarnya. Menempatkanku di posisi yang walau dirasa tidak akan berada pada yang semestinya. Bukan cadangan bukan pula simpanan. Layaknya tangan, mungkin aku adalah bagian lengan kiri. Untuk seorang sila, lebih dipantaskan bergelayutan di tangan kanan dala. Sila mudah saja menggandeng lengan kanan dala dengan suka cita. Tapi seorang aku, di geret dala dengan tangan kirinya sudah untung-untungan. Bagiku itu adalah aplikasi dari romantisme masa kini. Peristiwa yang cocok untuk dipandang para mata. Dan dirasa derita oleh diri yang mengalami. Lebih berat dari sebuah pengorbanan.
***
“setelah semua yang kau alami, dengan mudahnya kau ucapkan itu?”
“abadikan cinta!!!”
“kau yakin itu?”
“tentu saja!”
“caranya?”
“lihat saja nanti!”
“aku tidak mau nanti”
“bersabarlah sayang”
“sampai detik ini kau menyuruhku sabar?!!”
“ayo lah!”
“………”
“anggap saja ini semua kejutan buatmu!”
“aku tidak suka kejutan, Karen ujung-ujungnya pasti selalu menyakitkan”
“jangan salah”
“…..”
“ini lebih dari kejutan yang biasanya!”
“sudah kubilang aku bosan dikejutkan!!”
“baiklah….anggap saja ini surprise!!!!”
“…….”
“oke-oke, ku akui aku tidak pandai melucu. Tapi setidaknya ikuti aku”
“………”
“akan kutunjukkan sesuatu padamu! Karena kejutan ini, lebih seru dari sebuah pernikahanku”
“……..”
Dala menghidupkan laptopnya. Di gerak-gerakkannya jemari itu hingga cursor menjurus ke sebuah file bertuliskan. “dala dan ega”. Di klik-nya dua kali. Dan tampillah sebuah video rekaman dala dan…….AKU.
ITU AKU??????
Kamera itu menyorot dari sudut pandang yang sama, terpampang jelas gambar-gambar bergerak aku dan dala. Sedang ngobrol, bertengkar, bercanda, berdebat dan ber”gulat”.
Itu aku……
Nyerocos tak karuan saat dala bilang bahwa aku itu terlalu bimbang untuk menjadi orang.
Itu aku……
Bertengkar hebat dengan dala saat kami beradu argument tentang sebuah komitmen dan kepastian.
Itu aku……..
Bercanda kelewatan hingga membuat dala menangis sedih karena takut tidak pernah mengulang hal yang sama dari aku lagi.
Itu aku………..
Berdebat seru memperebutkan kredibilitas sebagai yang paling mencintai diantara kita berdua.
Dan itu aku…………..
Bergulat tabu mencari titik-titik kenikmatan yang sangat teramat syahdu.
“aku tidak mau kehilanganmu nyet!!!”
“….”
“EGAku sayang!!!”
“……”
Dan bisaku hanya terdiam.
Tapi tunggu……..apakah itu dia?!!!!
Wanita yang kau gadang-gadangkan sebagai yang tercantik sedunia.
Apakah itu dia?!!!!
Perempuan yang pernah membuat aku merasa bodoh dan tidak berarti dimatamu.
Apakah itu dia?!!!!!
Manusia yang selalu merasa unggul untuk memperebutkan hatimu yang hanya satu.
Apakah itu dia?!!!!!!
Makhluk yang tak pernah merasa puas dengan perasaan-perasaan buatannya sendiri.
Ternyata itu adalah dia. Memang benar-benar dia. Seorang sila. Kelamin betina yang baik hatinya. Yang tak pantas disebandingkan dengan keberadaanku. Aku muak melihat raut dapurnya. Dia memang cantik, tetapi hatiku lebih cantik. Dia memang baik, tetapi kebaikanku sudah terbukti untuk dala.
***
Tiba-tiba wanita terbenci itu muncul di depanku. Dengan senyum manis rasa polosnya, dia menyalami tangan dinginku. Dala menyadarkanku dari imaji-imaji kotor yang meracun deru. Dengan bodohnya dala mencumbu kecerobohanku tepat dihadapan sila. Aku mengkikuk. Namun tatapan mata sila tidak mempersalahkan pola tingkahku. Dia hanya tersenyum. Manis. MANIS SEKALI.
“sekarang terserah kamu nyet. Inilah kejutanku padamu!!!”

the end.

~ by Imamie on September 30, 2010.

2 Responses to “Cerpen ::: Surprise Dala”

  1. Okey… I’m officially confuusssiiinggg.

    • Okey…..Gak semua orang memang bisa memahami sebuah tulisan….begitu juga dengan saya….. karena itu sampai sekarang saya masih terus belajar!!!! Thanks udah baca….. ditunggu komen berikutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: