Review Film ::: Bad Education (2004)

PosterSebuah papan tulis, lebih tepatnya Blackboard, terdapat coretan-coretan nakal. Papan tulis itu bergambar coretan-coretan berkonten seksual abal-abal. Ada gambar penis (saya jadi ingat jaman sekolah dulu), aktivitas oral bahkan gambar unta yang saya sampai sekarang belum ketemu dengan maksudnya. Untuk sementara, saya hanya mengartikan, bahwa imajinasi seorang anak-anak kadang melewati batas dan seketika itu sangat berbatas, jika ada pendidikan fatal yang datang dari sesuatu (baca:seseorang) yang tidak kita duga sebelumnya. Sekalipun itu terjadi di sebuah sekolah kristen.

Paragraf diatas adalah gambaran kecil dari opening screen film Bad Education. Garapan sutradara kondang asal spanyol yang sudah punya nama di kancah perfilman Hollywood.

Membaca judul film itu, kita akan dibawa pada sebuah cerita yang tidak jauh-jauh dari tema yang biasa disuguhkan Pedro Almodovar. Kegelisahan, intrik, seksualitas, kehidupan kelas bawah dan uang. Saya menyebut film ini, sebagai film lapis legit. Karena ada film di dalam film yang batasannya sendiri sangat tipis. Sebuah dramaturgi yang sangat menarik untuk diikuti sampai akhir film.

Diawali oleh seseorang yang (mengaku) bernama Ignacio, dia mendatangi teman lamanya sewaktu masih sekolah dulu. Enrique. Rupanya ada kenangan lawas antara Enrique dengannya. Dan hal itu sempat membuat Enrique surprise. Bagaimana tidak, rupanya Enrique dulu “menyayangi” Ignacio. Dan begitu pula sebaliknya. Hanya saja kisah hubungan mereka terhalang oleh guru mereka, yaitu Padre Manolo. Padre Manolo sangat menaruh harapan banyak pada Ignacio. Segalanya tercurahkan pada Ignacio. Dengan simbolik, Ignacio menjadi budak padre Manolo. Hingga suatu malam, pertemuan rahasia Ignacio dan Enrique terendus oleh Padre Manolo. Dan tak ayal, Enrique dikeluarkan dari sekolah tersebut. Dan sejak saat itu, ignacio merasa kehilangan belahan jiwanya….

Cerita bergulir runut namun tak-simetris. Antara film dengan film dalam film sangat tipis pembedanya. Karena kita akan dibawa pada konflik yang ternyata mempunyai benang merah yang bisa membawa tokoh Ignacio (diperankan Gael García Bernal dengan sempurna) dalam keadaan bahaya.

Siapa sangka, ternyata Ignacio yang kita lihat perangainya sepanjang film, ternyata bukan Ignacio yang seharusnya Ignacio yang dulu semasa kecil temannya Enrique. Ignacio palsu. Aslinya adalah Juan, hal itu didapat ketika Enrique (bukan dalam film dalam film) mencari asal usul Ignacio di kampung halamannya. Juan sebenarnya adalah adik Ignacio. Hadoooh!!!!! Ribet……

Sungguh, saya kesulitan membuat review tentang film ini. mungkin terlalu bagus. Jalan ceritanya yang tidak biasa. Ditambah pula, akting menawan Bernal yang siapa sangka bisa terlihat cantik mempesona. Pedro Almodóvar dengan gayanya menciptakan sebuah penuturan kisah yang membawa kita akan cerita dongeng anti-cinderella. Sebahagia-mana-pun endingnya, selalu ada tragedi didalamnya. Kematian dan kehilangan tentunya. Bisa dibilang, kita disuguhi sebuah dongeng, betapa sulitnya menjadi seorang Waria yang harus bertahan hidup, hingga kalau perlu, tindakan pemerasan pun bisa terpikirkan begitu saja. Demi uang. Demi melanjutkan hidup.

Ada penyesalan. Ada kelemahan. Ada titik pasrah. Sejauh mana seseorang bisa bertahan dengan jalan yang telah dia pilih. Kesimpulannya, setiap orang mempunyai pertanggung-jawaban atas semua yang pernah dilakukan, baik itu dulu, sekarang ataupun nanti.

Dan terakhir, ada satu Quote yang lumayan menggelitik…

Ignacio: I think I’ve just lost my faith at this moment, so I no longer believe in God or hell. As I don’t believe in hell, I’m not afraid. And without fear I’m capable of anything.

 

4/5

~ by Imamie on February 12, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: