Cinta Cedat Cedut

Waktu kecil, saya masih ingat, betapa saya antusias sekali menanyakan suatu pertanyaan kepada Emak saya, apa itu jatuh cinta?

Dan masih saya ingat pula, apa jawaban emak atas pertanyaan itu. “Kamu masih terlalu kecil untuk tahu apa itu cinta, Jatuh cinta dan model cinta-cintaan yang lainnya.”

Dan semenjak hari itu. saya pun tidak mau mempedulikan lagi apa itu cinta. Seperti apa itu cinta dan bagaimanakah rasanya cinta.

Tetapi saya saat itu terlalu badung. Mencari arti cinta dengan sebisa-bisanya. Sembunyi-sembunyi dengan mengira-ngira. Menebak-nebak dengan menduga-duga. Asal bisa tahu sedikit saja apa itu cinta, mungkin saya akan lega serasa minum air kelapa pelepas dahaga.

Dasar manusia! Sampai (merasa) dewasa pun, belum tentu paham apa itu artinya cinta. Emak saya pernah marah-marah, gara-garanya, saya belum punya pasangan sampai umur sudah dirasa matang. Maklum saja, beliau tidak tega melihat saya setiap hari sabtu malam hanya di dalam kamar sendirian sambil menyalakan laptop yang menampilkan film Shaolin. Miris katanya.

“pilih-pilih boleh, tapi sejatinya apa yang kamu cari?” emak mencak-mencak bila malam minggu melihat saya tidak ada acara. “carilah!” begitu katanya.

Cinta. Ayo lah! Bukannya dulu ada pembatasan umur untuk bisa mengerti apa itu cinta. Hanya orang dewasa saja yang boleh tahu cinta itu apa. Cinta itubagaimana. Dan cinta itu seperti apa rasanya. Dan kini, bila saya tidak merasa antusias lagi untuk mengerti arti cinta, kenapa harus dipaksakan sedemikian rupa, hingga saya harus benar-benar merasakan cinta?

Sepenting itu kah cinta?

Bisa jadi, peristiwa dimana saya mengagumi sosok kawan lama, itu juga namanya cinta! Memuja artis korea bisa-bisa termasuk kategori cinta, entah level berapa. Terjun dari pohon mangga karena permintaan saudara sepupu juga mungkin karena atas dasar cinta. Menolak masuk pesantren karena berpisah dengan teman sebangku, bisa jadi saya sedang dilanda cinta. Itu kah cinta?

Kalau cinta seperti itu, bisa jadi, saya begini juga karena cinta. Setiap malam tidak bisa tidur memikirkan “dia”. Mau makan ingat dia. Mau pergi ingat dia. Mau apapun teringat dia. Sampai-sampai saya tidak sadar, siapa saya. Ini pasti jatuh cinta!

Tetapi saya tidak mau sembarangan jatuh cinta. Karena banyak yang bilang, termasuk anda….anda….dan anda……, cinta itu Relatif….cinta itu seperti mercon, kita bisa menyulutnya dengan api, tetapi kita tidak tahu pasti, kapan tepatnya akan mercon itu meledak. Hanya ada dua pilihan akhir. Meledak yang berarti memang cinta, atau tidak meledak yang berarti sebaliknya.

Haduuuh. Entahlah. Makna cinta itu luas. Cukup dengan keberadaan diri saya di dunia ini pun bisa membuat saya jatuh cinta dengan Yang Maha Segalanya. Menempatkan posisi tubuh saya setara dengan insan yang membutuhkan cinta lainnya. Berbagi. Kasih dan sayang. Menghargai perbedaan untuk bisa dihargai pun juga salah satu dari perwujudan makna cinta. Cinta bisa ekstrim, tetapi se-ekstrim-ekstrimnya cinta, cinta bisa menjadi alim. Tergantung siapa yang membidani sang cinta itu. cinta bisa menjadi bencana, bahkan akhir dunia. Ketika toleransi tidak didaya guna dengan semestinya. Alih-alih karena cinta, segala kehormatan dan akal sehat menjadi taruhan. Macam akibat, biasanya datang dengan penyesalan. Andai saja dulu gak begini… andai saja dulu gak begitu…

Cinta itu intuisi, tetapi cinta juga harus bisa terkendali. Cinta tidak bisa dilepas begitu saja. Karena cinta bisa menjadi anak panah, yang sekali tancap akan melukai rasa.

Carilah cinta dimana kau melihat dan merasakan cinta. Cinta itu bukan penis. Cinta juga bukan sekedar vagina. Cinta itu bukan aksesoris. Cinta bukan pula gumpalan daging. Cinta itu bukan bintang film korea, cinta juga bukan model papan atas italia. Cinta adalah cinta.

 

“Mam!!! Kamu itu ngomong apa?”, Emak mulai cedat-cedut bibirnya.

 

 

Gresik, 1 Juli 2011

~ by Imamie on July 1, 2011.

2 Responses to “Cinta Cedat Cedut”

  1. lah ngene loooo….enak ndelo’e……saya suka postingan yang kaya gene😀

  2. Hadooohh…..kalo postingan kayak gini…. nulisnya pake nangis darah tauuuuk!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: