Cinta…cinta…cintA…

“Cinta yang bagaimana lagi sayang???”

Suatu ketika, jaman dimana saya pernah jatuh cinta, saya pernah dimintai penjelasan, dimintai pertanggung jawaban. Penjelasan tentang cinta. Pertanggung-jawaban atas nama cinta. Dan permintaan “bentuk” cinta yang sebenar-benarnya.

“Halah ribet! Cinta ya cinta! Mau model cinta apalagi!  Saya cinta kamu! Sudah jelas kan!! Mau cinta yang bagaimana lagi SAYANG!!!!!!

***

Menyederhanakan makna cinta ternyata bukan suatu tindakan yang menuju kepada kegampangan. Cinta tercipta bukan untuk disepelekan. Cinta katanya muncul seiring dari kebersamaan. Tepatnya, Cinta ada karena saya mempunyai bibit cinta. Yang berpotensi berbunga bila ditanam di Lahan Cinta. Lahan yang cocok dengan bibit cinta yang akan saya tanam. Tentunya sebelum saya menanam (baca: tertarik), saya kudu punya naluri, apalakah lahan itu cocok ditanami apa tidak. pertama saya kudu meraba dan merasakan apakah lahan tanah cinta itu kasar, keras ataukah lembut dan gampang di gali. Apalagi kalau sudah dalam golongan lahan subur, hal itu pasti tak perlu kuatir lagi. Dan kalau sudah begitu, biasanya insting untuk menebar benih cinta menjadi mudah. optimis dan tanpa perlu lagi negatif thinking sana sini.

Hmmm…. seperti yang saya alami sekarang… mendadak beberapa minggu dari sekarang, saya kok-rasa-rasanya sedang merasa berada di lahan cinta. Oh tidak…. maksud saya, justru saya merasa “mendapat kiriman benih cinta” dari entah, yang karena ada Lahan Cinta yang katanya cocok dengan karakteristik benih cinta saya. Mmmm…bisa jadi seperti itu sih. but, awalnya sih, saya biasa saja. maklum, masih ada sisa-sisa “capek” menanam benih cinta tempo hari, jadinya ya gitu deh. Tetapi untuk Lahan cinta yang satu ini, kok lain yaaa????

Tau dia dari fesbuk. Udah kebaca kalau karakteristik awalnya KONYOL habis….. Yah…bagus. Setidaknya, dia suka lelucon pastinya. Dan gaya becandaannya pasti tidak jauh-jauh dari becanda Moronisme. Dan……it’s Work!!! We’re get a click (baca: nyambung)!!!

Wah-wah-wah…. kalo bukan jasa si “pak comblang“, saya juga belum tentu akan mengenal DIA. Thanks ajah buat RMF. You’re emang ekspert deh kalo udah dalam urusan “cocok tanam”. By the way, turut mengheningkan karsa yaa…..atas apa yang kamu alami baru-baru ini….

***

Well, sekarang si Dia udah balik ke Jakarta. Dan saatnya merapikan diri. Menyambutnya. Dan tentu saja, “CINTA

 

 

 

 

Jakarta, 4 September 2011

~ by Imamie on September 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: