Menunggu “I DO”

Kayaknya…di dunia ini gak ada yang lebih melelahkan selain menunggu kata “Ya…aku mau / Ya… gw siap/ Yes… I do/ Ya…aku mau jadi pacarmu…….”

Dan tragisnya, gw sudah terlalu lama menunggu kata-kata itu untuk muncul dari mulut dia. Ternyata sangat-sangat menyebalkan. Sindrome cinta jadi benci ini akhirnya berjalan juga. dengan emosi jiwa yang meletup-letup bak panci isi air mendidih yang galau setengah matiih…., akhirnya saya memutuskan berhenti mencintai…. HADEEEEH!!! Pedih itu pasti. Masalahnya, siapa sih yang suka berlama-lama menjalani proses yang ternyata-nyatanya kita sudah tahu bakal jadi apa hubungan kita…. Let’s imagine… Seorang teman memberi masukan, “kamu yakin mam seriusan sama dia… dia itu gini lhooo…gitu banget..pokoknya dia itu begitu……. dan begina-beginu yang lainnya…” kamu yakin sama dia???

Selama gw cinta, knapa tidak? harus yakin kan?

Yakin..kalo itu cinta???

Emang cinta itu mau bentuk dan model yang bagaimana lagi?

****

Hadeeeh…males gak sih ngebahas cinta yang kita merasa cinta, tapi yang kita cinta belum tentu cinta…. orang-orang bilang, “itu semua butuh proses mammmm!!!!” Wadaw, kalo setiap apa yang gw kerjakan butuh proses, kayaknya hidup gw bakal damai dan bahagia selalu hingga ajal menjemput aku (setidaknya kami berdua) ke surga…..

Memang sih ada benarnya. Bahwa apapun itu, proses selalu bekerja di bawah alam sadar kita. proses untuk pendekatan, memahami, saling mengerti, pengertian, sharing, berbagi duka dan suka, berseteru untuk bersatu, intinya perumusan masalah yang baiknya untuk bersama. ya, kesimpulannya, proses itu perlu banget. tetapi kalau setiap kali mengambil keputusan selalu bergantung keapda proses, “istilah kerennya mengesampingkan feeling” maka bisa jadi orang yang menjadi bagian dari prosesing itu tak ayal bakal kolaps…paling tidak stresss berjamur bintang.

ketika menyukai seseorang, ingat sih pesan gw….jangan bener-bener kebablasan. maksudnya sampe cinta mati gitu….yakin bahwa si dia itu mau jadi pasangan kita. Hindari dan buang jauh-jauh sifat setan yang satu itu. karena itu-itu sangat menjerumuskan…. MENYESAAATKAAAN!!!!!

Dengarkan masukan teman-teman dan orang sekitar yang mengetahui pribadi orang yang kamu taksir. Asal  jangan mendengar orang atau temen yang memang juga punya ambisi dan obsesi untuk ngejar si target juga. itu namanya udah bodoh, tolol pula…. carilah masukan dari pihak yang netral. Jangan yang membenci dan jangan yang menyukai. Yang sedang-sedang saja….Tapi ya gitu deh, kesulitannya….kadang kalo temen sendiri juga ada kamsud, kita bahkan gak tau apakah dia punya motif terselubung atau kagak. resikonya emang di situ sih…. tetapi bagi gw pribadi. untuk hal-hal tersebut merupakan modal gw untuk bisa menghindari teman/orang yang emang berniat jelek sama gw…TEGA maksud gw.

YEs….menunggu I Do…sudah gak gw lakukan lagi. Kali ini, esok atau esoknya…The day after tomorrow gitu deh, gw musti bisa mengucapkan Yes I Do dengan sebijaksana mungkin…. tanpa membuat sang penanya gelenjotan darah di hati menggores pilu yang pedih menunggu jawaban tiga kata tadi… PERIIIIIIH….

Kejadian yang gw alami ini, kayaknya menye-menye dan gak mutu gitu… tapi balik lagi ke atas, mungkin kalo gw gak ngalamin hal kayak beginian, mungkin gw masih belum nyadar-nyadar…bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan….cinta juga kadang tidak bersuara. dan kalo sudah masuk cinta itu buta…. buta lah hatinya…..

semoga saja keputusan gw untuk being Single for along time. gak malah bikin teman gw tertawa. Tinggal menunggu waktu saja, apa sih yang ternyata ada dalam pikirannya. semoga saja tidak ada apa-apa. Ya memang saya mencoba untuk positif thinking ajah. Lagi pula, si Dia masih belum siapa-siapa gw. Tak pantas lah gw marah mendendam. Bisa jadi toh, si Dia memang menyukai teman saya. tetapi tetep saja, gw masih mempertimbangkan respon si dia tentang dia menilai pribadi gw. Kalau tau kejadiannya, mungkin gw gak bakal bisa menulis di blog ini. terhina dan dina ketika yang dia tangkap dari keberadaan gw yang muncul dihidupnya adalah LELUCON. Baginya, GW LELUCON…. Banyolan……

Sensitif nian kau mam…

Ah itu bukan sensitif laah. Gw hanya merasa menjadi domba congek baginya.

Lu jangan terlalu cepat menyimpulkan mammm….

Gw dari awal tidak pernah mengambil kesimpulan. …Ingat!!! gw tak pernah menganalisa apalagi menyimpulkan…

“dia suka gw apa tidak”

gw lebih menghargai dia yang tau diri dan mau memberi jawaban, ketimbang ngomong dari belakang dan dengan niat lelucon tapi gak menawan…. Ah dunia…. Kenapa gw bisa jatuh cinta kepadanya????

Tapi, semisal nih…. kalo ini ternyata tidak terbukti dan gw ternyata lanjut hubungan dengannya, apa ya yang musti gw lakukan????

Ahhhh!!!! gak yakin gw….!! percuma membayangkan hal-hal yang pait untuk dibayangkan…..

Dear I DO….. untuk kali ini, aku bener-bener Hate you (niatnya benci agar jadi cinta…..teteeeeep)

Jakarta, 10 september 2011

~ by Imamie on September 10, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: