Film ::: …. Dalam Botol (2011)

Awal-awal sebelum nonton film Malaysia ini, gue pikir judulnya hanya “Dalam Botol” Eh ternyata, judul aslinya itu “K*ntol Dalam Botol” Berhubung kata k*ntol (anehnya, saya membiarkan kata ini nyaris sama posisi wajar dengan penis dan sebangsanya) tidak patut di tulis dalam sebuah judul film, akhirnya sang Produser terpaksa menggunakan “titik-titik” untuk menggantikan kata k*ntol… jadinya “…. Dalam Botol”  yupp, akhirnya film ini akan menjadi titik-titik di dalam botol. Gue dibikin titik-titik sama film ini…

Gak nyangka, nak malaysia bikin film tema homoseksual. cukup brave-lah untuk ukuran seorang sineas Malaysia. Mengingat tema seperti ini “haram” untuk diWayangkan (baca:difilmkan).

Adegan awal di mulai dari sebuah pergumulan cinta Ghaus (Wan Raja) dan Rubidin (Arja Lee) di sebuah pantai yang sepi dan tak berpengunjung/berpenghuni (kayaknya bukan pantai laut selatan). Si Ghaus nyeletuk, andai Rubidin wanita, pasti dia bakal dikawini. Dan rupa-rupanya Rubidin cukup bloon untuk membuat keputusan. Omongan orang mabuk didengarkan. Dan Rubidin pun berubah menjadi Ruby yang elok….


Rubidin..eh Ruby kini menjadi anggun. Cantik. Dan yang terpenting baginya, Kini dia wanita. Dengan berharap cinta berlebih, Ruby berniat memberi kejutan pada kekasihnya, Ghaus. dan Taddaaa….. Ghaus memang terkejut. Tepatnya SHOCK! Ghaus tampaknya termakan omongannya sendiri. Mau tidak mau, Ghaus harus menerima kembali si Ruby. Secara, Ghaus sudah banyak menghabiskan uang Ruby. Entahlah tak ada kejelasan, Ghaus menghabiskan uang Ruby untuk apa saja. Bodohnya Ruby, yang termakan cinta mati, dia masih saja rela dan masih saja bego untuk tetap mau dikadali Ghaus. But, masalahnya, sebenarnya karakter Ghaus itu jahat atau baik sih? Dia sebenarnya juga cinta Ruby/Rubidin atau tidak? Dan akhirnya gw bingung…..film ini larinya kemana? Sepanjang film, Gw hanya disuguhi rintihan Ruby dan kelemahan Ruby. yang begini lah yang begitu lah…. Rapuh banget nih bencong! Coba kalo si Ruby ini aslinya orang jawa yang kerja jadi TKW di Malaysia dan jadi waria, pasti udah jadi preman! dan gak gampang pasrah and menyerah begitu saja.

Sorry, kalo pada akhirnya gw memutuskan untuk menghentikan penuturan ceritanya. Ya mau gimana lagi. gw udah males. Gw yakin sutradaranya pasti penggemar mas Rudy Soejarwo. Pengambilan gambar dengan teknik hand held alias goyang jablay, ini malah membuat filmnya aneh. secara tidak konstan dan lebih nangung. Editingnya payah. masih bagus temen gue yang ngedit. Emang lu punya temen editor film mam? Enggak sih…editor buku… Haizzz. Dan satu hal lagi, Gue gak berani bilang pemeran utamanya aktingnya payah. Gue juga gak mau bilang sih kalo ternyata mereka kayaknya jual tampang ajah. Secara gue ngeliat sendiri dan bertatap muka langsung dengan mereka. Well, they’re not so bad… Tapi aktingnya kenapa so suck banget!! Semoga mereka tidak berpikiran, “Ah… Kalo akting saya teruk, saya nak dikira-kira gay benar-benar”

Semua cast + Sutradara = Lebay….

Tapi dari semua itu. Yang saya suka dari film ini, selain para pemeran utamanya tentunya, Saya suka semangat yang dihadirkan di dalam film ini. Di sini, sutradaranya, terlihat dan gue rasa, sangat berhati-hati dalam mengeksekusi tiap adegan. Dan itu ironic sekali. Andai saja tak ada ketakutan-ketakutan tentang akankah akan tersensor/potong atau tidak. Yang jelas mereka sudah dengan sangat telaten “mengamankan” adegan ditiap reel.

Mencoba Jujur. Honesty!

film ini dengan terang-terangan mencoba untuk jujur. bahkan ada salah satu dialog dari salah satu cast-nya yang mengatakan bahwa “Saya bisa menerima kejujuran, dan kejujuran apapun itu pasti saya terima. Sepahit apapun itu!” kurang lebih kayak gitu sih….

Kembali lagi ke film. Gue sudah mulai malas sih sebenarnya. Apalagi yang musti gue tulis?

Dari film ini, gw jadi tau, ternyata-eh-ternyata, kultur Malaysia itu hampir bisa dikatakan sama banget dengan Indonesia. Siapa yang niru siapa? Ada Tahlil juga ya disana? Wasiat dari sang mendiang yang kudu dan harus dituruti. Yaitu Jenazah sang ayah yang harus dimandikan oleh anaknya sendiri yaitu Rubidin, bukan dalam wujud Ruby.

Yang paling menyebalkan adalah, sudah membosankan, pace-nya lambat pula. Kalau saja gak kedatangan tamu dari Malaysia, mungkin gue udah hengkang. haizzz lagak lu mam! Ini beneran ding!!!

Gue nangkepnya dari film ini, bahwa untuk menjadi seseorang, setidaknya kejujuran itu nomer satu…. selebihnya kebohongan…wahahahahaaa…. bukan! Maksud gue, Dalam setiap tindakan itu ada pertanggung-jawaban. setiap mengambil keputusan selalu ada konsekuensinya. Jadi intinya, semua kudu dipikir matang-matang, jangan setengah matang, rasanya kurang nendang, Tapi juga jangan terlalu matang, kegosongan entar!!!

Dan dari judulnya, Gue mau membuat kesimpulan. Bahwa apa gunanya kawin kalo gak punya k*ntol!!! Sudah ah..gue sudah kehabisan kata-kata. Oh iya… Seandainya Arja lee tampil “bersih” di film itu, mungkin akan bagus jadinya. secara gue ngeliat Rubidin pas kembali ke desa(tepatnya mungkin kampung halaman)nya, gue jadi keinget sama tukang ojek langganan gue. Aduhai Rubidin, mendalami karakter ya mendalami karakter….tapi kok kebacut gitu toh!!! Jangan dijawab tuntutan peran lhoo yaa!!!

Yang gue heran, ini film yang mengangkat (setidaknya) isu gay kan? so…. di mana gay yang lainnya? ooow gue paham…ini pasti yang lain gak mau keluar. soalnya takut ditangkap polis. hmmm…. Atau bisa jadi kalo para LGBT yang lain muncul, bisa jadi Ruby kalah saingan…. hmmmm bisa jadi sih… Ah sudah lah. lama-lama makin ngelantur. Silakan menonton film ini, Tapi gue gak menjamin efek yang ditimbulkannya. Atau gini deh gampangnya, tonton film ini, dan jangan berekspektasi yang tinggi-tinggi….Anggep tujuan nonton film ini hanya untuk membuang waktu.

Haduuuh…. feeling guilty banget!!!

1/5 Bintang…..

~ by Imamie on October 2, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: