Film ::: SHANK (2009)

::: From Wikipedia, the free encyclopedia  Shank is the lower part of the leg; shin.

Taglines::: Worlds collide between three strangers divided by economics, social status, race and sexuality…

Jujur. Dari awal film sampai selesai. Saya belum nemu, hubungan antara judul dengan cerita filmnya. Yang jelas konten film ini incaran TLAreleasing… Ada unsur ketelanjangan.

Cerita bertutur dari sudut pandang seorang remaja tanggung usia 18 tahun yang tergabung dalam sekelompok gang anak muda. Namanya Cal (dimainkan dengan apik oleh Wayne Virgo), discreet gay yang kecanduan onani dengan menonton video rekaman adegan sex dirinya dengan seseorang yang direkam lewat ponsel. Cal memilih acak siapa-siapa saja yang akan dia ajak ketemuan. Mungkin karena Cal emang good looking, jadinya dia gampang-gampang saja mencari mangsa yang mau dia ajak kerja-sama (baca: have sex sambil direkam). dari yang dosen pengajar, hingga pria mature yang memang maniak sex. Ada adegan dimana Cal memuntahkan cairan sperma yang lumayan bikin “hoeek”.

Kegiatan Cal yang dia rahasiakan itu, tidak diketahui oleh sahabatnya Jonno (Tom Bott). Bahkan Jonno juga tidak tahu, dan tidak menyadari, bahwa sebenarnya Cal menyukainya. Ada momen-momen dimana Cal ngebet banget mencium Jonno, minimal memeluknya laah, hanya saja sangkalan demi sangkalan membuat Cal tidak berani mengutarakan. Cukup Cinta dalam hati saja…

Semuanya rasa itu ditutupi Cal dengan kebrutalannya di dalam menghajar “victim” yang dipilih secara acak. hingga suatu ketika, Cal dan gang-nya mendapati Olivier (Marc Laurent) yang baru saja pulang dari shopping. Olivier yang bingung dan ketakutan hanya bisa memohon ampun saat dipukuli dan disiksa serta direkam lewat HP oleh Nessa (Alice Payne), ketua gang. Mendadak sisi belas kasihan Cal muncul dan berusaha menghentikan ulah “berlebihan” teman-temannya. Alhasil, Cal dimusuhi teman gengnya.

Mendapat teman baru (Olivier), Cal harus merelakan kehilangan teman/sahabat lama. termasuk Jonno, sahabat yang sekaligus pria yang ia kagumi. Hari-hari Cal pun mendadak berubah. Dari yang full kekerasaan kini menuju ke kebahagiaan, ketenangan dan elegan. Olivier mengajarkan Cal cara berdandan, termasuk berpenampilan layaknya seorang Gay. Tetapi tetap saja, Cal menyangkal dirinya sebagai Gay. Cal merasa dirinya adalah manusia yang seperti biasa pada umumnya. Kesabaran dan ketabahan Olivier dalam menemani Cal malah membuat Cal sendiri menjadi memahami. Siapakah dirinya sebenarnya. Dari intensitas pertemuan yang mereka jalani, dari Have sex hingga Make love, semuanya berbaur dan mengisi kekosongan diantara mereka. yupe, jadian…..

Bukan film kalau gak ada drama/konflik. Semuanya pada akhirnya membentuk twist yang membuat Cal tersudut. ada masalah dimana, Teman geng Cal yang dulu mengetahui rahasia kalau Cal mempunyai kecenderungan “gay” things…. dan juga seluk beluk kaitan antara dosen (pasangan have sex yang sempat merekam aksi penetrasi mereka lewat hp dan mendadak sang dosen di lukai oleh Cal hingga hidungnya patah) Olivier dengan Cal.

Cerita di film ini runut dan pace-nya makin lama makin cepet. dan di akhir-akhir menit, kita disuguhkan dengan moment dramatik yang membuat gue sendiri pun gak bisa membayangkan. Dan gue gak mau menyebutkan disini…terlalu Spoiler!!! Akhirnya gue bisa paham, apa kaitan video 3gp di awal film dengan di ending filmnya.

Sama juga dengan film-film gay theme lainnya. Adegan naked dengan mempertontonkan alat vital sudah biasa kita dapatkan di beberapa scene di film ini. dan mungkin memang itulah ciri “terselubung” di film-film gay. semuanya gak jauh dari naked. Dan gue gak bisa menyalahkan itu semua. Kalau-pun gue berkesempatan memproduksi film tema gay,  bisa dimungkinkan juga akan menyertakan adegan “wajib”. (Gak peduli sama LSF)

Shank memang lumayan sedikit orisinil, ketimbang dibandingkan dengan Film-film tema gay yang lain. disini kita disuguhi model kekerasan demi kekerasan yang jarang di kait-kaitkan dengan dunia gay. film produksi UK ini juga sarat akan konflik tentang pencarian jati diri. Bagaimana memaknai hidup. Dan sebuah sikap untuk bisa menentukan keputusan.

jajaran cast di film ini lumayan enak dilihat. tak ada kekakuan. hanya saja pemeran Jonno terlalu lebay dan malah jadinya lebih pantas diperankan orang kulit hitam. Tetapi overall, aktingnya tertutupi oleh mimik wajahnya yang “bingung”. sehingga pas banget untuk karakternya. Dan dari dulu sampe sekarang, kenapa gue masih juga perku ekstra hati-hati dalam menyimak obrolan bahasa inggris ala logat british. Yang katanya logat ningrat gitu…. hadeeeh!!! Kira-kira setelah ini, sang sutradara bikin film apalagi yaaa??

3/5 bintang

Jakarta, 9 Oktober 2011…

~ by Imamie on October 9, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: