Antara Seminar, Bentol dan Kentut…..

“Lagi ngapain Mam?”

“Seminar koh!”

“Whaat? Kamu seminar???”

“Heheheee….”

“Seminar apaan mam?”

“Leadership Seminar…”

“WHAAAAT THE FUCK!!!!”

“Wakakakakakkkk….”

Gitu deh. Emang sangat gak banget. Bukan Imam banget. Mengikuti seminar, apalagi gak ada kaitannya dengan dunia kuliner, film atau kepenulisan. Sangat-sangat “suck”.

Gue sebenarnya sudah tahu diri, bahwa menghadiri seminar kayak gini konsekuensinya kalo gak ngantuk ya pusing (pasti aroma parfum seliweran kesana kemari)…. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga diajak, dan juga ada rasa ga enak sama “juragan”. Lagipula gratisan. Why not lah, barangkali ada yang bening. Hehehee…

Seminar dimulai jam 2 sampe jam 5 sore. Berlokasi si sebuah Hall pada hotel yang letaknya tidak jauh dari halte busway DUKUH ATAS. Masuk di ruangan, langsung pusing. Pengen muntah, pengen tidur, dan kepengen-kepingin lainnya. Host-nya gak asik. Aura MLM langsung kerasa. Naluri baboo keluar. Memasang muka senyum agar juragan gue puas karena telah mengajak gue. Pura-puranya gue excited. Padahal eneg. Hmmm masih harus nunggu lama. Semoga ngantuk.
Ternyata ada pembicara yang unyu-unyu. Tapi enggak sih. Biasa ajah ternyata. Pandangan mata beredar ke penjuru pelosok kursi yang berderet-deret dengan pen(duduk) yang harus tertangkap sinyal sebagai lelaki.

Wanita….teeeeeeeeeet!!!! lewat. Rupanya variatif. Mulai dari 19 tahun hingga 60 tahunan ada. Hanya saja gue terperangkap pada sosok fotografer yang mencancang mata gue. Sosok kokoh kokoh usia 30an… wadaaah gue banget. Hanya saja gue jaga harga diri. Jangan terlihat murahan. Dan jangan terlihat mahalan. Bingung kan? Gue juga…. Intinya, tau diri ajah sih. Gak jelalatan yang berlebihan. Mencuri pandang yang secukupnya. Dan jangan over gerakan. Mengingat gue ada di lokasi publik yang mungkin gak nyaman bagi tuh tukang potret.

Dasar manusia sok sibuk, atau emang beneran sibuk, sempat kehilangan keberadaannya. Dan memang bener-bener kehilangan pada akhirnya. Dan bagusnya gue gak menyesal. Hanya kecewa saja.. beda lho menyesal dan kecewa.!!!
Dan kembali ke dunia nyata. Juragan gue mulai gempar dan menyadarkan gue buat fokus pada tujuan yang sebenarnya. Yaitu…jeng jeng jeeeeng… menjadi tumbal… hadoooh, sebenarnya gue dari awal gak mudeng. Apa tujuan dari seminar ini. Apakah sebagai penggembira ataukah memang juragan ada maksud. Entahlah…

Sreeet—sreeeet—sreeeeeet…. Setelah melewati proses ngantuk dan puyeng gara-gara orang yang duduk di depan gue aroma parfumnya kuat banget. Akhirnya pulang juga…. SALAH… masih ada sesi lagi. Jadi, jam 5 itu masih ada tambahan forum circle line… semacam pencerahan, agar yang gak mudeng menjadi mudeng dan yang sudah mudeng menjadi tambah mudeng. Gak lebih dari setengah jam, akhirnya kelar juga. Beruntung tutornya “bening” walo “matang”nya terlalu mateng. No problem lah dari pada sudah puyeng tapi gak dapat tontonan gayeng. Cepak deeeh…

Di busway, ketemu sama cewek berjilbab dengan suaminya orang Jerman yang sibuk menggendong anaknya yang gue pikir kena cacar. Mulut iseng gue langsung bertebaran.

“itu cacar ya mbak?”

“Oh bukan, katanya sih Alergi, dia gak cocok sama udara di Indonesia”

“emang sudah berapa lama?”

“Apanya?”

“5 bulan gitu?”

“Oh umurnya sudah 2 tahun”

“Enggak, maksud aku dia di sini sudah berapa bulan?”

“Baru 2 hari!”

“Kasihan yaa?”

“Iya gak cocok di sini kayaknya”

“Kayaknya dia gak boleh di Indonesia deh…heheheee”

“…….”

“Bahasa sehari-harinya gimana mbak?”

“Kalo sama saya bahasa Indonesia, kalo sama bapaknya bahasa Jerman”

“Wah hebat yaa? Saya kalah… heheheee…. Gak kesulitan mbak?

“Kayaknya enggak….semoga ajah…”

“bye the way namanya pake nama Indonesia , jerman atau campuran”

“Campuran…. Namanya Phillips Narin….PHILLIPS NARIN”

“Namanya bagus juga….”

PLOOK….!!!!! Mendadak wajah gue langsung di tabok dengan tangan mungilnya Narin yang bentol-bentol. Nyaris kacamata gue berontak mau jatuh. Habis nabok, si bocah tengil tadi ketawa monyet.
“Gue culik tau rasa luuu”, dalam hati gue yang terdalam.

“*&^&T%^%%$%%$#^&*,” kayaknya sih sang bapak yang sedari tadi diam (yang gue kira budeg), angkat bicara juga. Mungkin kalo gue artikan ucapannya… “anakku yang lucu, tadi jangan di tabok…kasih upil ajah…. “

Mereka bertiga turun di halte Kuningan madya. Dan sekali lagi, sebelum keluar busway, tabokan lucu mendarat. Mungkin cara balita jerman kalo berpamitan emang kudu nabok muka kali yaaa…. Untung bapaknya bukan type gue. Bisa-bisa gue tapok balas ke bapaknya pake bibir tau rasa lu!!!!

Yupe…obrolan singkat di dalam bus transjakarta tadi akhirnya bisa mengusir penat gue yang dari Halte dukuh atas hingga halte jati padang dalam posisi berdiri (sengaja sih biar jauh dari kata ngantuk).

Well, beruntung juragan gue nyadar, kalo di rumah gak ada makanan. Jadinya kita mendarat di rumah makan GeJe, yang menjual menu Ayam goreng apa gitu…. Intinya bumbu kuahnya cuman terdiri dari jahe, bawang merah dan cabe besar yang di uleg kasar. Katanya sih menu khas betawi. Tapi gue bilang sih, ini masakan gak niat masak, bumbunya asal di keprek ajah… tapi lumayan sih. Gue pertama kali terkesima dengan lalapannya. Mengunakan daun Poh-pohan. Gak tau deh apa istilah latinnya. Yang jelas mirip aroma mint dan rasanya agak asem kayak daun asam muda.

Dan pulang menuju kerajaan Madangkara. Ternyata ada satu tips penting dalam beretika di saat naik taksi. Usahakan kalau kentut, tahan dulu, atau kentut kan lah sebelum masuk ke dalam Taksi, selain merugikan orang lain. Baunya juga lumayan mengganggu, meskipun kita tau kalo sebenarnya sumber kentut itu kita yang memproduksi. Tapi bagi gue sih gak masalah, tapi yang jadi masalah adalah, kayaknya juragan gue kayaknya sudah malas lagi kalo mau ngajak naik taksi. Hikss…. Ya sutra laaah… yang penting besok masak sayur lodeh dan bikin empal daging….yummy….!!!!!

Jakarta, 16 Oktober 2011

~ by Imamie on October 17, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: