Film ::: Shelter (2007)

Ketika benar-benar berdamai dengan diriku sendiri. Aku bisa bermimpi tanpa batas. Tanpa perlu berbatas. Tanpa takut tak kesampaian. Dan mimpi itu adalah mempunyai seorang Shelter yang selalu ada untukku. Menguatkanku disaat aku lemah dan terpuruk. Mengingatkanku disaat aku terlena dengan kesuksesan.

Ha..ha..ha…! yang diatas masih sebatas mimpi. Dan gak ada salahnya kan kalo kita bermimpi seperti itu. Hmm tidak ada kata terlambat hanya untuk sebuah mimpi. Kalau bisa sih, tak perlu dan tak boleh ada batasan atas hak kita untuk bermimpi.

Kembali ke soal Shelter, sebut saja Zach (Trevor Wright), seorang bungsu yang di tinggal mati ibunya, dan tinggal bersama ayahnya yang pemalas dan kakak perempuannya yang galau habis. Jeanne, kakak Zach, mempunyai seorang anak berusia 5 tahun bernama Cody. Kedekatan Zach dengan Cody sangat dekat sekali. Malahan, Cody beranggapan bahwa Zach adalah ayahnya. Maklum, cody adalah anak yatim. Sementara Jeanne sibuk mencari ayah pengganti untuknya. Hanya saja kegalauan Jeanne lebih berpihak ketimbang kestabilannya untuk berpikir jernih.

Zach yang menikmati libur panjang setelah kelulusannya. Memilih bekerja sambilan di sebuah kedai makan. Termasuk merawat papan seluncur milik keluarga Gabe, teman hang out Zach. Dia juga ternyata diam-diam meluangkan waktunya untuk sebuah seni mural/Graffiti. Sambil buang waktu, sesekali Zach melukis graffiti di tembok-tembok. Tak lupa juga dia sesekali menerjang ombak untuk berselancar.

Hingga suatu ketika, Zach bertemu dengan Shaun (Brad Rowe), kakak Gabe. Sebenarnya, Shaun sudah lama berada di Hollywood untuk sebuah pekerjaan. Dia adalah seorang penulis cerita. Dan ingin menikmati hari-harinya di San Pedro. Tanah kelahirannya.

Disaat Gabe pergi keluar kota, maka secara gak langsung hubungan Zach dengan Shaun menjadi baik. Hingga Jeanne mengkhawatirkan kedekatan adiknya dengan Shaun. Karena Jeanne tahu, bahwa Shaun adalah seorang gay. Ditambah lagi, pacar Zach, Tory, juga mulai menjauh.

Adegan demi adegan bergulir dengan baik. Cerita makin berkonflik dan bertutur drama. Film keluaran tahun 2007 ini, biar pace-nya lambat tetapi kita tidak akan diberi kesempatan untuk melewatkan setiap menitnya. Bagaimana sebuah hubungan kedekatan antara Zach dan Shaun bisa bergulir renyah tanpa terlihat memaksa. Penggambaran adegan ciuman awal di beranda yang menandai siapakah Zach sebenarnya. Keberanian Shaun untuk mencium Zach(yang tidak ditepis Zach) memberikan kita pelajaran bahwa, selama kita tidak mencoba kita tak akan pernah tahu.

Dilemma-nya Zach akan orientasi seksualnya sempat mengganggu. Hingga ketika dia mencoba untuk kembali menemui Shaun untuk melampiaskan hasrat seksual terpendamnya. dan setelahnya, Zach bisa tersenyum bahagia. Itulah pertanda, siapa dia sesungguhnya.

Shaun yang mature, seolah menjadi malaikat pelindung bagi Zach. Memperhatikan Zach, disaat Zach tidak mempedulikannya. Dan itulah “rasa”. Sekeras apapun Zach menolak keadaan atas dirinya. Tetap saja, kalau sudah jalannya, tak akan lari kemana. Zach mengambil langkah yang tepat. Berdamai dengan dirinya. Menerima keadaannya. Apalagi dukungan Tory, mantan kekasihnya, pun menguatkannya. Tak ada kebencian di dalam film ini. Bukankah itu yang kita harapkan. Oleh karena itu aku bisa bilang film ini cerdas. Film ini berpikir. Film ini bernyawa. Dan film ini jelas-jelas “hidup”. Karena di film ini ada mimpi dan realita.

Galau, dilemma dan dirundung duka. Nikmati saja film ini. Dan selamat berjuang untuk mencari SHELTER kalian masing-masing….

Oh iyaa…. Soundtrack di film ini lagunya keren-keren..easy listening dan membawa kita seperti berada di pinggiran pantai…

*Thank for Google for the images

 

~ by Imamie on November 9, 2011.

8 Responses to “Film ::: Shelter (2007)”

  1. Mas Imaaaam, nontonnya dari mana???

  2. Ulasan yang sangat menarik. Saya menonton film ini berkali-kali. Dan kecerdasan lain dari film ini adalah berkali-kali ditonton tidak akan menjemukan. Malah semakin mengajarkan kita akan kekuatan kejujuran pada diri sendiri. Mari kita berdiskusi film ini mas🙂

  3. gw pernah nonoton ni film! bener2 film yg banyak mengndung nilai! endingnya pun ga mengecewakan! zach dan shaun akhirnya hidup bersammmmm dengan cody! lebih bagusnya lg fil ini minim akan kegiatan sex nya! gw pengen nntn lagi sih sebenernya! cuman pas gw mau donlot ni film di website nya malah not found! gw emg lbh suka drama2 gay drpd bokep! krna pandangan gw ke gay lbh besar romantic drpd sex nya!

    • Tuh udah terjawab…. karena tidak semua Gay itu sex oriented…. sama halnya dengan cowok hetero, gak semua cowok hetero juga sex oriented.. ada yang romantis juga… jadi apa bedanya hetero sama homo? yang membedakannya hanyalah masalah ketertarikan secara emosial/seksual… lawan jenis atau sesama jenis… #sekali lagi disini , saya menulis informasi… bukan pembelaan… atau apapun itu namanya… titik.

      • yups! ga semua gay sex oriented, meskipun 8 dari 10 gay memang sex oriented! tp gw butuh bgt dimana ada momment indah selain have sex! seperti hang out bareng, sharing bareng! thanks udah balas comment aku!

      • Ya karena gay juga part of human…. semua manusia butuh cinta… cinta milik siapa saja… jadi kalo gay menginginkan cinta… ya sah sah saja… itu sudah menjadi hak kok… kalo ada yang keberatan… kemanusiawiannya musti dipertanyakan…

        dan gak asik banget kalo masih ada anggapan bahwa yang ada dalam pikiran gay cuman seks doang… kalo gue mikirin seks doang, gimana gue bisa makan, gimana gue bisa bersosialisasi??? gimana gue bisa survive… karena seksualitas gay yang terpenjara lah yang akhirnya memunculkan stigma, bahwa gay liar dalam urusan seksualitas… itulah kenapa gay begitu antusias dalam urusan seksualitas.. coba bayangkan kalo keberadaan gay setara dengan heteroseksual.. pasti mereka juga biasa-biasa saja dalam hal seksualitas…

      • gw paling suka bgt adegan mereka berpelukan ketika malam hari, benar2 seperti melepas beban! sangat bahagia rasanya jika aku juga bsa mendapat pelukan seperti itu! apalagi adegan first kiss yg bener2 dibuat senatural mungkin! bener2 adegan yg memang diilhami dr kehidupan gay! 5 stars deh buat film ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: