Film ::: Arisan 2 (2011)

Setelah tahu bahwa film Arisan 2 bakal dibikin sequelnya… saya yang langsung berdebar-debar….Bagaimana tidak, 8 tahun sudah film Arisan rilis di bioskop dan mendapat sambutan yang hebat. Dan kini, kelanjutan dari cerita Meimei dan kawan-kawannya bakal dikuliti habis…sejauh mana kisahnya?

Film dibuka dengan obrolan dokter Joy (di film ini semoga peran Sarah Sechan memang peran emak-emak yang udah kepala empat lebih) dengan pasien suntik botox-nya.  Yupe… tentunya dengan bahasa socialite… Bahasa Inggris (kadang dicampur Indonesia) dengan logat arogan. Dan akhirnya seperti biasa, cerita pun menyambung ke aktivitas para lakon utama.

Meimei (Cut Mini) berada di Lombok (atau Bali yaaa?) sedang melakukan refreshing (dimata teman gengnya), namun untuk dirinya sendiri, Meimei sedang menjalani terapi atas penyakit yang dideritanya. CANCER. Di tempat pengasingannya, meimei  dibantu oleh ahli terapis spiritualis Tom (Edward Gunawan). Dan juga ditemani oleh Talu, anak Lita (Rachel Maryam).

So? Gimana dengan yang di Jakarta? Sakti (Tora Sudiro) dan Nino (Surya Syahputra) ternyata memilih untuk menjalani kehidupan sendiri-sendiri. Terlebih Nino telah mempunyai pasangan gay-nya si Octa (Rio Dewanto), brondong generasi eksis… Sementara Tora sendiri dihadapkan pada pasangan “Gay With Marriage” yang usianya terlampau jauh. Gerry (Pong Harjatmo) selain beristri, dia juga mempunyai seorang anak. Dan hal ini lah yang sebenarnya membuat Sakti “dilema”. Apalagi bila Sakti bertemu ex-lover-nya, dia selalu yang nerveous habis. Dan memilih untuk menyingkir. Sementara Lita masih sama seperti dulu, batak brutal yang super simple. Begitu juga dengan Andien (Aida Nurmala), Janda dengan gosip warisan tujuh turunan ini semakin menggalau saja popularitasnya.

Arisan 2, saya rasa Nia Dinata selaku sutrada plus penulis cerita juga, salah dalam memilih judul, meskipun terlihat jelas mengekor pada film yang pertama (secara Arisan yang pertama box office), tetapi antara judul dan film gak ada kaitannya. Aktivitas yang bernama “Arisan” raib. Yang nampak menonjol malah “Riasan”. Tetapi tetap saja itu hak Nia Dinata untuk menggunakan Arisan 2 sebagai judul. Mengingat skenario yang ditulisnya sangat “dewasa” sekali, sehingga saya memaklumi segala hal yang sebenarnya bersifat “gak penting” banget. Jadi gak salah, mengapa Adinia Wirasti mau-mau saja menerima peran “kecil”. Lha wong di dalam dialog yang ia perankan, terdapat kata-kata yang “dalem” banget. Salah satunya dialog, “Kanker itu berkah…… bla…bla…blaaaa”…. Mengena.

Dan karakter yang bernama Molly disini sangat-sangat mencuri perhatian. Termasuk juga karakter Octa. Rio Dewanto sangat pas memerankan karakter gay generasi twitter. Saya benar-benar dibuat “mesam-mesem” tak berdaya oleh kelakuan Octa. Apalagi perselisihannya dengan Lita yang sangat berseberangan. Entah kenapa kalau disuruh memilih, saya pro Lita. Ini berarti, Rio Dewanto sangat-sangat berhasil memainkan perannya. Walau dialognya hanya berisi, “upload”, “Mention”, dan pujian-pujian lebay untuk busana yang dikenakan Andien.

Konflik yang berkisaran di film ini sejujurnya juga termasuk memiliki twist yang gampang tertebak. Bisa jadi waktu nonton film ini, gaydar saya sedang berfungsi dengan baik. Tetapi tetap saja, di dalam bioskop masih dipenuhi sekumpulan orang-orang yang masih saja menjadikan homoseksual relationship sebagai suatu lelucon. Saya yakin-seyakin yakinnya, Nia Dinata menulis skenario dengan sense (not) humor untuk adegan yang ada gay-scene-nya. Karena saya tidak mentertawai adegan itu. Justru adegan itu bagi saya lumrah. Coba para penonton lain bisa melumrahkan seperti apa yang saya lumrahkan. Mungkin kalau saya boleh tidak melumrahkan, coba bayangkan, tiap kali saya menonton adegan percintaan edward dan bella swan…sepanjang film saya harus tertawa ngakak, karena menganggap hubungan heteroseksual hanya lelucon…. Pasti  tidak akan ada yang menganggap saya lumrah, yang ada malah saya dilempari brondong jagung….

Jadi kalau kepingin tahu, seberapa besar masyarakat non-gay yang masih belum bisa memahami apa itu gay, tontonlah film dengan “muatan” gay…. Ukur reaksi penonton…. Semakin mereka ngakak menonton gay-scene…berarti semakin besar ketidak-memahamian mereka akan gay-life.

Sejadi-jadinya, saya ingin melakukan gerakan mentertawakan film yang ada adegan hetero love scene-nya….(baca:ngajak perang).

Back to Arisan 2, untuk sebuah film sequel, Arisan 2 cukup berhasil membawa nuansa film dewasa. Atau lebih tepatnya film “berpikir” (dalam artian dua hal, berpikir untuk menterjemahkan dialog berbahasa inggris dan berpikir untuk mencerna dialog-dialog yang bersifat “menyentil”).

Salut untuk pengambilan lokasi syutingnya. Gambar bawah air yang begitu indah, ritual di candi borobudur, apalagi moment menerbangkan harapan (baca: lampion) ke langit, sungguh menghanyutkan. Karena Indonesia gak hanya Islam saja. Pluralism atas agama-agama lain termasuk keperrcayaan dan keyakinan individu….well “sedikit” perbedaan saja sudah terlihat keindahannya, coba kalau perbedaan itu se”banyak-banyak”nya bisa diterima….pasti colorfull dan sangat-sangat menyenangkan…

Ada salah satu adegan yang membuat saya shock tak berdaya. Clue-nya, “Plastik kok dimakan!”

Well….it’s drama….dengan sindiran dimana-mana…..tetapi ada salah satu plot cerita yang membuat saya miris, jangan-jangan para selebritis ada yang mengikuti role-style-life ala dokter Joy dan Gerry…. Hmmm..pasti ada…

Kayaknya sudah tak perlu lagi ada Arisan 3. Mending Nia Dinata membuka cerita baru yang lebih variatif. Gudlak untuk tim Arisan 2, untuk Kalyanashira, dan untuk penggiat film yang mau dengan hebatnya membuat flm-film yang “layak” ditonton oleh MANUSIA.

Rate: 3.5/5

Love scenes: -

 

 

 

Sumber gambar: Google | arisan2.com

~ by Imam Ocean on December 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: