Mblakrak’an: Kwarnas+ex

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Gue pikir sih begitu. Di awali dari C selanjutnya random. Bukan bangun pagi-pagi banget. Melainkan bangun malas. Ambil air, cuci muka dan dengan begitu bisa tidur lagi dengan segarnya….

Jam setengah 6 AM, konfirmasi ke bu kepala katering untuk absen hari ini, gue pikir ada banyak aktivitas dari pagi sampe malam,takutnya tepar tak tertahankan. So…today is holiday…hmmm salah, hari ini adalah bisnis dagang dan *selebihnya bersenang-senang.

Setelah masak Rawon (andalan) itupun setelah memeriksa di kulkas, kalo ada daging mentah yang membeku tak berdaya di dalam freezer. Ter(tidak)paksa naluri membawa ke insting rawon. setelah beres, akhirnya berangkat-lah mengirim pesanan Keripik Bayam IMAMI ke daerah Gambir… Di gedung KWARNAS..(gak jelas alamatnya)…Hmmm pasti petualangan.

Rencananya, hari ini gue sama si Ferry (baca:sebuah makhluk yang terkompilasi dari gen Patrick, Forrest Gump, E.T., Mr.Bean, Dora, Doraemon, Ninja Hatori, Bruce Wayne dll). Sepupu gue yang anehnya selangit. Tapi asyik banget buat gokil….kekurangannya cuman satu, PEMALU! Berencana mengikuti launching program baru Blue Bird Taxi mobile bertempat di EX.

Karena berangkat siang, mau gak mau musti harus rela dipanggang hidup-hidup. Jalanan Jakarta emang kejam. Tak pandang bulu siapa hitam siapa putih. Yang putih takut hitam, yang hitam takut tambah hitam. Hukum alam. Kecuali gue, kalau gue yang hitam takut gosong….huwaaaaaaaaaaaa!!!!

Naik ojek ke pasar minggu, oper metromini 75, di Mampang transformasi kopaja 20. Dan untungnya gak begitu macet. Sampai di gedung Kwarnas, dengan wajah ngos-ngosan kumus njemamus, memberanikan diri masuk ke gedung itu. Sebuah kompleks perkantoran yang bangunannya terpisah. Ada dua bagian. Bagian depan lebih ke bangunan aula kantor yang diatas bangunan itu terdpat logo tunas kelapa. Sementara bangunan dibelakangnya adalah sebuah gedung perkantoran yang terdiri dari bertingkat-tingkat.

Di lobby, security menatapku tajam… kuakui tubuhku melunglai, sempat ku memuji dalam hatiku…Walah!!! Benar. Security itu memandangi gue. Apalagi saat resepsionis menanyakan keperluan gue.

RESEPSIONIS

Mau menemui siapa pak?

GUE

Mbak xxxxxxxx

RESEPSIONIS

Di lantai berapa ya?

GUE

Lantai xxxxx

Tiba-tiba nyelonong beruang madu berkepala bola bowling datang menghampiri keintiman gue dengan sang Resepsionis.

SECURITY

Maaf pak, itu kotak isinya apa?

GUE

Makanan, masak bom!

SECURITY

Mau ketemu siapa?

GUE

Mbak xxxxxx!!!

SECURITY

Maaf pak, kalau tidak memakai kemeja, dilarang naik keatas.

GUE

(sadar dengan kaos bertulisan merek provider murah[an])

SECURITY

Ketentuannya sudah begitu pak!

GUE

Oke deh….

Kenapa ya, dan selalu, orang kantoran, sense of humornya rendah…

bahkan nyaris gak ada. Padahal gue cukup komikal lho saat itu…ini pasti kembali ke masalah selera.

Dan akhirnya, setelah gue menghubungi sang konsumen dan transaksi berjalan, serah terima barang dan uang berjalan lancar. Dan gue pun meninggalkan sang security dengan duka yang cukup mendalam. SUATU SAAT, GUE AKAN KEMBALI KE GEDUNG INI DENGAN MEMAKAI KEMEJA MEREK LUAR NEGERI RANCANGAN MUSSOLINI…….

Di taksir menginjak pukul setengah 3 menjelang sore, aku dan si Ferry langsung meneruskan perjalanan ke area EX. Dengan memutari sedikit Monas, dan menaiki sekelumit 640, kami akhirnya merasa nyasar di Bundaran HI. Yupe… kelewatan sedikit…dengan sedikit bantuan Peri gigi (baca: Mpok Luvi) akhirnya kami berdua di bimbing dari bimbang untuk menuju ke lokasi per-launching-an.

Syukur deh, gak terlalu telat. Sampai ditempat, kami registrasi, menerima GOODYBAG dan duduk manis menyimak talk show dengan Farhan sebagai host-nya. Setelah acara selesai, memakan hidangan alakadarnya, hingga nyaris muntah. Tiramisu, dan lain sebagainya…apalagi minumnya gue memilih kopi susu. Pas banget komposisinya.

Setelah pamitan sama peri gigi, kami langsung meluncur pulang. Melewati jalan neraka. BENAR SEKALI. Macetnya tak terhindarkan. Berdiri(tidak kebagian kursi) dari Bundaran HI menuju pasar minggu. Apalagi metromini 640 lajunya yang ugal-ugalan, hingga sempat menyerempet pengemudi motor di jalan.

Menclok di pasar minggu jam 7 malam. Si Ferry inisiatif mencari sepatu. Wahahahaaaa…sepatunya lebay. Blusukan nyari sepatu murah tapi nyaman, gak ketemu, eh naik metromini 75 menuju Pejaten Village. Atas rekomendasi gue sih, modelnya lucu dan keren, tapi basicly, si ferry nyarinya yang hitam polos tanpa white stripe and sejenisnya.

Setelah perjalanan ke pejaten Village dihiasi kemacetan yang teramat cantik, rupa-rupanya, di PeVill gak ada yang nyantol di hatinya…akhirnya balik lagi ke pasar minggu dan membeli sepatu yang tadi sempat mencuri perhatian Ferry.

Well jam setengah sepuluh malam, kami tiba di rumah. Berkemas. Bersantap makan malam. Kenyang. Menulis blog (gue). Check status FB dan Twitter (Ferry). Dan kayaknya sekarang gue ngantuk berat….

Hmmm, memang biasa sih, tapi menyenangkan…. Next, semoga lebih menyenangkan!!!

Thanks untuk orang-orang yang telah berpartisipasi menghiasi hari-hari gue. Buat my lover, yang lagi pilek, met istirahat yaaa!!!! Muach!!!

Jakarta, 7 Desember 2011

~ by Imamie on December 7, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: