My Friend with the New “Toy”

“Kamu temenku yg ngerti kondisi aku, aku cuma pesen ajah pegang rahsiah yah. Aku jg ga cerita ke keluargaku aplg kerjaanku. Aku bronhitis akut, tp dibalik itu aku kena suspect hiv, hari ini jam 11 mau tes. Aku takut kl positif,cm aku mau tutup rapat2 biarlah aku yg simpen rahasia ini. Tp mg ajah hasilnya negativ. Kl kemungkinan terburuk positif nanti kukbri hasilnya.tolong pegang rahasia yah,aku baca di internet banyak obat u/menghambat penyebarat hiv aku mau konsul dokter. Setiap hari aku berdoa smoga negatif gpp aku bronhitis. Kamu jgn deket2 aku yah nt tertular hehehhe. Tuhan tolong saya berilah keajaiban biar negatif.

Aku mesti cerita kesiapa?aku perlu dukungan biar kuat n tetep hidup beberapa taun ke depan.ga munkin kucerita ama temen yg lain,pasti ember. Biarlah dosa inikutanggung sendiri,tuhan menegur aku biar lebih baik.”

Begitulah isi pesan pagi ini yang gue baca lewat inbox fesbuk. sungguh langsung jantung gue berhenti. Temen gue, si A, nulis message kayak gitu?!! Badan gue lemes seketika.

Gue kenal dia sudah lama banget. Mungkin sejak tahun 2002 kali. Lewat media chatting miRC. Awalnya gue dan dia cuman sebatas teman cari teman ngobrol ajah. Secara, gue di Gresik dia stay di sekitaran Jakarta. Dari yang semula iseng “ngeramal” masa depannya hingga saling curhat. tapi kebanyakan dia-nya sih yang curhat. Masalah pacarnya yang aduhai gonta-ganti seminggu sekali. Hmmm bukan pacar kali ya… Oh iya, bytheway, He is gay. otomatis dia hunting cowok lah. Dan itulah kenapa dia mau jadi temen aku. secara….

Dia pernah punya pasangan seorang polisi yang menikah dengan dua anak. Pernah juga berhubungan dengan cowok matre setengah ampun. Banyak lah variasi hidupnya dalam menjalin kasih. Dan gue selalu terkena cipratan kisah asmaranya. sempat sih dulu gue mengingatkan….hati-hati….awas…dan peringatan-peringatan jenis lainnya…

Ketika gue tanya, tentang pengaman a.k.a. kondom. Dia dengan seyakin-yakinnya bilang, bahwa semuanya baik-baik  saja. Gue sih gak memaksa, hanya sebagai teman sudah memperingatkan dan mewanti-wanti, bahwa awalnya emang gak kelihatan, tapi efeknya adalah jangka panjang, dan lamat-lamat pasti bakal nampak dipermukaan. Dan itu dirasakan dia dari kemarin-kemarin. Dia yang sering ngeluh diare yang gak berhenti-berhenti, dan biasanya lama. gue pikir itu karena dia salah makan atau apa, eh lama-lama gue kepikiran juga. bisa jadi dia suspect. Hanya saja gue masih enggan dan kurang yakin untuk mengklaim bahwa dia terkena virus HIV. Walau sekarang dia masih dalam tahap tes dokter, gue berharap semoga hasilnya negatif. Kalaupun memang hasilnya positif, kuatkan dia.

Gue jadi mendapat pencerahan atas gaya hidup. semua ada imbasnya. Gue tau dulu dia hidupnya kayak gimana, gue ngerti apa kebiasaannya dan syukur-syukur gue jauh beda dengan caranya memilih kesenangan. Dulu kami punya motto, atau lebih tepatnya dia, “Cinta dari Neraka”…..begitulah kalimat yang dia gdang-gadangkan sehabis putus cinta dengan pasangan barunya. gue sih iya-iya aja…..

Dan dulu adalah dulu…sekarang ya sekarang… kalau sudah begitu…mau bagaimana lagi…. penyesalan? Hmmm itulah. Selalu datangnya terlambat…

Gue bisa apa untuknya. Doa dan memberi semangat. itu pasti. Semoga gue diberi kesempatan untuk  bisa ketemu dia lagi. terakhir kali ketemu, kita ada di Blok M nonton film “The Rise of Planet of The Apes.”

Semoga dia diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki diri… orang bilang sih dia sedang ditegur Tuhan, tetapi bagi gue sih, dia sedang memetik buah dari jerih “payah”nya tempo dulu…

Oleh karena itu temans, Sekalipun gaya hidup kalian bebas-sebebas-bebasnya, itu tak menutup kemungkinan kita harus waspada untuk proteksi diri. Karena kebebasan yang mutlak imbasnya pun lebih telak. sebelum terlambat, introspeksi diri dulu…..Sudah benarkah, jalan yang kita pilih. Sudah terbaikkah pilihan yang kita ambil?

Well, hanya kita sendiri yang akhirnya menanggung resikonya…jadi sebelum terlambat…. Ubah-lah yang sekiranya memang patut untuk diubah.!

Untuk my Best Friend…. Tetap semangat!!!!!

 

Jakarta, 9 Desember 2011

 

~ by Imamie on December 9, 2011.

One Response to “My Friend with the New “Toy””

  1. Betul kata Imam, dia memetik apa yang dia tanam. Setiap pilihan ada resikonya. Semoga kisah ini jadi pelajaran buat kita, ambil hikmahnya.
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: