Film ::: Cover Boy (2007)

Kesempatan itu biasanya datang hanya sekali. Dan itu berlaku bagi seorang Ioan (Eduard Gabia). Remaja asal Rumania yang masa kecilnya diisi dengan tragedi. Ayahnya tewas tertembak di tengah-tengah gejolak peperangan.

Dari Rumania, ioan pindah ke Italia karena ajakan sahabatnya. Namun yang bikin apes, ioan terpaksa ditinggal sahabatnya lantaran sahabatnya ketahuan menggunakan passport palsu. Di italia, tepatnya Roma, Ioan menggelandang. Tidak punya tujuan apalagi tempat tinggal. Pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Mendadak menjadi seorang backpacker bagi seorang Ioan rupa-rupanya seperti sudah mejadi takdirnya. Termasuk, saat Ioan menemukan “pintu belakang” agar bisa masuk ke toilet Stasiun kereta hanya untuk “membersihkan badan.”

Hingga sebuah kesalah-pahaman mempertemukan Ioan dengan Michele (Luca Lionello), seorang “cleaning service” introvert yang tidak mau mendapat masalah. Michele menuduh Ioan sebagai orang mencuri disc-man-nya. Namun faktanya, bukan Ioan pelakunya. Melainkan orang lain yang datang bersama Ioan. Di saat kesalahpahaman itu menimbulkan “darah” segar yang mengucur dari hidung Ioan, Michele tidak tega untuk membiarkan Ioan seorang diri. Apalagi mengetahui kalau Ioan seorang tuna wisma. Lebih tepatnya seorang imigran, Michele menawarkan bantuan untuk memberi tumpangan pada Ioan untuk tinggal di kontrakannya. Walau tidak Cuma-Cuma, Ioan menyetujuinya.

Akhirnya dari situlah hubungan kedekatan mereka berdua terjalin. Sebagai dua orang pria. Sebagai sahabat. Sesekali mereka “curhat” tentang pacar masing-masing, planning kedepan dan tujuan hidup di masa tua. Sempat mereka berdua berrencana membuat restoran spaghetti dengan nama IOAN & MICHELE. Karena Ioan merasa spaghetti buatan Michele lumayan enak.

Iaon yang mendapat kesempatan kerja sebagai montir, terpaksa berhenti karena sang pemilik merasa keberadaan Ioan di tempat kerjanya sangat berpengaruh, karena Ioan seorang imigrant gelap. Dan takutnya itu bisa membuat bengkel kerjanya bermasalah.

Begitu juga dengan Michele, sempat juga dia di PHK dari tempat kerjanya. Setidaknya kedua lelaki ini mengalami masa pasang surut kehidupan.

Hingga sampai pada akhirnya, Ioan diikuti seorang fotografer cewek, dan sang fotografer tersebut merasa bahwa, Ioan adalah seorang model yang pas untuk mengisi sebuah salah satu halaman di majalah. Dan Ioan-pun mendapat kontrak eksklusif untuk terbang ke Milan dan menjadi model di sana. Yang berbanidng terbalik dengan Michele, dia sekali lagi di PHK. Hingga terpaksa Michele mencari cara lain hanya untuk bisa makan.

Kesuksesan Ioan di Milan rupa-rupanya memang sangat tidak berimbang dengan hatinya. Dia merasakan ada yang hilang. Walaupun kedekatan Ioan dan sang fotografer begitu intim, tetap saja Ioan merasa bukan menjadi bagian alami dari hubungan itu. Dirasakan lebih kepada hubungan karena bisnis ketimbang cinta hati.

Hingga pada suatu ketika, Ioan marah. Dia menyalahkan sang fotografer, lantaran foto telanjang Ioan di manipulasi menjadi sebuah objek yang seakan-akan sedang ditodong seorang prajurit dari belakang. Betapa ioan marah besar dan memilih pergi meninggalkan kerjaannya yang sempat membuatnya merasakan kekayaan melimpah.

Lewat ibu kost, Ioan bermaksud mengabari bahwa dia ingin menemui Michele. Hanya saja sang ibu kost adalah tipikal wanita yang menyebalkan. Sehingga informasi kedatangan Ioan tak tersampaikan ke telinga Michele.

Dan sebuah ending yang seperti biasanya, membuat saya langsung berpikir, bahwa keajaiban itu pasti datang, kalau kita tak sabar untuk menunggunya, maka justru maut yang paling cepat datangnya.

Apakah mereka berdua jadi membangun restoran Spaghetti ???

Apakah mereka berdua jadi mengunjungi tempat terindah versi Ioan?

Well, film yang disutradari oleh Carmine Amoroso ini memang pure tidak sepenuhnya film gay. Hanya saja romansa homoseksualitas tampak hadir walau dalam kesemuan. Dan kayaknya, sang penulis cerita, Filippo Ascione, sengaja menyisipkan sebuah pesan bahwa intimasi yang terbangun tak terencana bisa jadi menjadi awal sebuah cinta. Kalau orang jawa bilang, “Witing trisno jalaran soko kulino”………..

Jadi bisa jadi, kalo diaplikasikan dikehidupan kita, bisa jadi teman kita sekamar kost-an, temen kerja kita, temen heng-out kita dan siapa saja, punya kans untuk menjadi “sesuatu” yang berkenan di hati kita. Jadi jangan sia-sia kan kesempatan itu, meskipun itu berpilihan sulit. Karena kesempatan paling seneng datang hanya sekali….

Rate: 3/5

Love Scene: ZzzzzzZZZzzz

 

~ by Imamie on December 15, 2011.

One Response to “Film ::: Cover Boy (2007)”

  1. bang, dapet film2 gini dari mana sih..?
    share dong..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: