Curcol: Lumpur

Hari ini aku ingin menangis. Entah menangis untuk apa dan siapa. Aku merasa tak berguna sekali. Itu  yang aku alami. saat ini.

Menarik nafas panjang dan dalam, memang sangat membantu sekali. walau hanya sesaat yang kemudian akan kembali ke keadaan semula.Aku lelah bila itu terus kulakukan berulang-ulang. Aku bukan mereka. 

Aku kebingungan. Apa arti dari semua ini. Persoal akan menjadi apa dan siapa, bukan lagi masalah penting. Sekarang aku genting. Ini krisis. 

Perlukan aku menghamba lagi pada kedukaan?

Meratapnya hatiku membuka ruang waktu yang tersembunyi. Aku sedih. Oleh kekinian yang menyiksa tak terasa. Aku diperkosa masalah tak biasa. Sadis dan berbisa.

ImageAku melemah melebihi tanah. Aku mencair melebihi air. 

Aku hanyalah lumpur.

Aku lumpur.

Lumpur.

Aku…

Ketika lumpur menangis, Semua akan menjauh. Lumpur semakin mencair dan melemah. Tak bakal ada yang menjamah.

Lumpur mengeras. Mudah dipijak menjadi alas tegak kokoh berdiri

Kecewa lumpur saat dia tahu, bahwa selamanya dia tak akan menjadi bubur.

Dasar lumpur!!!

 

 

Imam Ocean

Kalibata, Jakarta Selatan

Januari 24 2012 12.59PM

 

~ by Imamie on January 24, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: