Film Kancut… Gak sebanding dengan gembar-gembornya

Pertama, sebelum membaca semua isi tulisan ini, saya ingatkan, bahwa tulisan ini nantinya, kayaknya akan berisi segala macam hujatan dan cacian terhadap sebuah film. Sebuah film yang “hoek” banget! “Tuh kan, udah mulai caciannya.

Berangkat dengan ekspektasi tinggi dan rasa penasaran atas gembar-gembor euphoria-nya film ini, saya memberanikan diri merekomendasikan film ini kepada teman-teman saya untuk sengaja nonton perdana, kebetulan jatuh tayang pertama kali, tanggal 29 Maret 2012. Dan kami memilih jam tayang 21.40, jam nonton yang tidak biasa bagi kami. Tetapi karena yakin bahwa yang akan ditonton tidaklah membosankan, Jadilah.

 

Tibalah saatnya menonton film. Dan wow, penontonnya lumayan banyak. Hanya 5 orang saja, termasuk kita diantaranya, saya mencoba untuk memaklumi, mungkin saja karena Pejaten Village saat itu memang sedang menyeleksi penonton yang layak dan tidak layak nonton sebuah Film horror yang “menakutkan.”

 

Film di mulai dengan segmen, PASAR SETAN. Dari judulnya, sudah terbaca, bakal ada hal magis yang tidak bisa diterima logika yang bakal berseliweran dicerita yang dikomandoi Adriyanto Dewo. Asing? Ya. Saya tidak kenal. Kembali ke cerita, haduh, Anjing!!! Saya lupa siapa nama pemeran wanita di film ini. Yang jelas saya terheran-heran, sebuah film pendek, tetapi berani menampilkan adegan berulang-ulang yang sebenarnya tidak penting. Jadinya, banyak hal lain yang seharusnya bisa di eksplore malah tenggelam oleh kebodohan alur cerita itu sendiri. Memang sih, yang namanya tersesat di hutan itu pasti muter-muter dan tak ada ujung, tetapi kenapa juga sang sutradara bisa-bisanya ikut-ikutan tersesat untuk mengarahkan sebuah cerita. Sayang banget dengan acting Dion Wiyoko yang cukup meyakinkan sebagai seorang pendaki gunung. Dan kenapa judulnya pasar setan? Malah lebih bagus kalo judulnya, “Pasar Kaget ketemu setan….” Penampilan aktris-nya biasa saja, untung saja sih, ceritanya dia memang sedang tersesat, jadi acting bodohnya bisa dimaklumi, coba kalo di ceritanya lebih 60% tentang pasar setannya, pasti menggigit. Kalo cuman tersesat di hutan, “Pencarian Terakhir” lebih jago….

 

Dan Akhirnya, pada segmen pertama ini, feeling saya sudah mulai tidak enak….

 

Dengan berat hati, saya terpaksa melanjutkan ke segmen 2. WAJANG KOELIT. Apa sih maksudnya dengan penulisan judul memakai ejaan lama? Kenapa gak sekalian aja menggunakan font jawa. Hmm pasti takut entar disbanding-bandingkan dengan film Thailand. Secara font jawa dengan font Thailand hampir ada kesamaan. Back to film. MAYA OTOS? What the f**k? Penyanyi karbitan salah satu tv swasta, yang sok lucu tapi gak lucu sama sekali, Oke. Saya terima. Seperti apa acting dia. Apakah sama dengan gadis-gadis bule sebelumnya di film “Long Road to Heaven?” Tanpa perlu berlama-lama, jawabannya HOEK. Okelah, si siapa ya namanya, hadoooh! Lagi-lagi lupa nama tokoh utamanya. Pokoknya si otong ini, eh si otos ini adalah seorang jurnalistik. Yang mencoba mencari peruntungan dengan mengambil bahan berita yaitu wayang dengan dalang wanita. Tiba-tiba glodhak!!! Sigi Wimala muncul dengan nama MUNI. Wow saya ingat namanya, apa mungkin karena saya saking HOEKnya kepada karakter Muni ini? Sigi Wimala hadir dengan karakter bodoh. Pertama, dia terlihat seperti akan sedang mengikuti pawai long march Kartinian. Coba deh diperhatikan dengan teman sinden yang lainnya, justru semua Nampak natural. Sigi Wimala? Badut Jawa? Iya. Kedua, sebodoh-bodohnya karakter ya jangan berlebihan bodohnya lah. Walau karena tuntutan scenario yang tidak mengharuskan ngomong, tetapi mengesampingkan logika secara keterlaluan adalah fatal. Dan dampak dari fatality itu adalah kemunculan si Muni ini. Sigi Wimala sukses memerankan sindenter bodoh. Maaf, saya males membahas penampilan Maya otong. Sebenarnya ceritanya sudah oke, hanya kurang lebih digregetkan lagi. Konflik-konflik awal sudah biasa saya jumpai di stasiun tv-tv swasta di Indonesia. Dan sebenarnya, ada satu lagi, untuk karakter cowok “makelar tumbal” gak membantu banyak. Tidak ada dialog yang keren, tidak ada acting yang keren, tidak ada scene yang keren…. Semuanya sampah! Turut berbela sungkawa untuk Chairun Nissa.

 

Dan di akhir segmen ini, saya mulai buka kaos dan kerokan….

 

Karena udah bayar mahal-mahal, saya pun memaksakan mata memelototi film ke-tiga. KOTAK MUSIK. Billy Christian. Dibahas gak ya??? M.A.L.E.S!!! Luna Maya aktingnya, tumben “tinggi.” Sempat pernah dengar gembar-gembor Luna Maya melakukan adegan ranjang. Dan Wow ternyata benar. Dia memang beradegan ranjang. Adegannya tidur. I mean, TIDUR beneran. Tidak salah kalo dinamakan adegan ranjang. Sebuah adegan ranjang yang janggal. Atau mencoba mendobrak stigma. Di mana-mana kalo adegan/scene dua orang habis ML (baca : Mencari Lubang) selalu dengan penggambaran, si cewek yang bugil hanya tertutup selimut dan sok cantik, sok imut, sok manja-manja gitu. Lha ini kebalik, Kriss Hatta, malah yang tidur manis, dengan senyum cantik, bugil (atau bisa jadi ber-boxer, atau G-string) dan sok najis manis berselimut ala-ala putri inggris. Tema yang biasa juga, tapi pertanyaan saya, apakah hantu itu juga menuntut, ingin diakui keberadaannya. Hadoooh Billy!!! Imajinasi kesetanan mu kemana? Kok sebatas itu?? Saya jadi flashback, apa kabar BUS MALAM (konsep cerita yang diusung Billy di FISFIC)? Bisa jadi lebih bagus, atau sama hancurnya? Kenapa gak menggunakan Henidar Amroe? Nasi sudah dimakan kucing….   Bubur sudah menjadi garing… Lupakan kotak music yang sok spooky iramanya. Penampakan hantu undur-undur gak banget. Belajar dong, ilmu kegelapan dan tata cahaya dari KOYA PAGAYO…. Biarpun sampah, tapi permainan cahaya setan (baca: pengaturan kegelapan cahaya) lumayan bagus. Di mana-mana film hantu itu ada dominasi kegelapan, mau out of the box ceritanya? GAK BLAS!

 

Setelah segmen 3 buyar, saya bikin kopi tubruk dan belajar merokok!!! Sementara orang-orang yang berada di kanan kiri saya hanya bisa tidur dan BBM-an.

 

Apakah harus ya, saya melanjutkan petualangan gak jelas ini sampai akhir? PALASIK!!!! Yang paling aneh di antara yang aneh-aneh lainnya. Mengangkat tradisi pemedi asal minangkabau. Kepala tengkorak ngambang dengan bebunyian klotak-klotak. Nyeremin? Nggak! Lucu? Iya banget! Nicholas Yudifar? Sutradara? Kok bisa? Horror? Serem kah? Gak ya? Palasik? Imelda Therine? Poppy Sovia? Marshanda juga bisa kali! Sudah ya? Saya bingung mau nulis apaan! Beneran deh! Sumpelan bunting palsu-nya mengganggu banget! Silikon atau asli sih? Udah ah! Mau beli racun tikus dulu…

 

Akhirnya, terakhir sampai juga di LOKET. Film garapan Harvan Agustriansyah. Dari kesekian artis pemeran utamanya, saya paling suka yang segmen ini. Ceritanya juga lumayan. Biarpun settingnya hanya satu lokasi, tetapi eksekusi-nya gak garing. Ya iyalah, yang namanya horror, tempat “agak” gelap, kelam, sunyi dan mencekam. Dan itu bisa ditemukan di segmen terakhir ini. Hanya saja ketika saya melihat hantu emak-emak lupa sisiran, saya langsung illfill….. kok kemunculannya dibuat sering sih? jeda waktunya “lama juga.” Hantu gak senarsis itu deh. Kenapa harus Bella Esperance? Ibu-ibu arisan gang sebelah juga bisa deh kayaknya. Gak ada asik-asiknya. Apalagi tukang sekuritinya. Bisa jadi dia emang pihak security betulan. Untuk efek “berdarah”nya… saya suka versi film terakhir ini.

 

 

Terus saya puas? GAAAK!!!! Jadi inti sari dari semua ini adalah, Jangan percaya gembar-gembor di twitter kalo bakalan ada film horror yang ngaku-ngaku setara dengan film 4Bhia Thailand…. Periksa sebelum membeli.  Satu hal yang bisa saya ambil dari nonton film ini, “Bisa jadi kita sekarang ini sedang gentayangan.” Gak sadar akan status hidup kita sendiri.

Terakhir, saya bukan bermaksud jahat kepada filmmaker dan orang2 yang berhubungan dengan film ini, tapi kalo ternyata terkesan jahat, berarti acting saya memang benar-benar meyakinkan!!!!

 

Bukan begitu???

~ by Imamie on March 30, 2012.

4 Responses to “Film Kancut… Gak sebanding dengan gembar-gembornya”

  1. film opo, pakdhe???

  2. Mr imam…….
    Hmm…aku salut ma kam,bukan karna paras manismu..tapi karna kepiawaianmu dalam menulis dan menghujat,hahahaha…..
    Swear…sejak nemu blogmu,aku makin rajin update setiap tulisanmu…kaya’nya semua dah ludes ku baca tanpa sisa,
    aku tunggu tulisanmu berikutnya…….
    Salam manis,buat sedoyo rencang2 mu……:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: