Tuhan, Sore dan Pasangan

Selamat sore Tuhan!

 

Maaf, aku tidak menyapamu malam-malam

Hari ini aku kesepian…

 

Tuhan…

Tolong dengarkan

kenapa manusia butuh pasangan?

Dan kenapa pula aku harus dipasang-pasangkan

 

Tuhan…

Kalau aku memang ada pasangan,

kenapa selama ini aku tak merasa ada pasangan

 

Tuhan…

Kalau memang ini hanya masalah waktu,

Sampai kapan aku harus bersabar mendapatkan pasangan

 

Tuhan…

Kalau pasangan memang diharuskan,

haruskah aku berpasangan dengan yang aku inginkan?

 

Tuhan…

Jika aku berkehendak untuk berpasangan

Kau tentunya lebih berkehendak untuk memilihkan bukan?

 

Tuhan…

Mungkinkah aku akan berpasangan?

Seperti pasangan-pasangan yang dulu pernah meninggalkan

 

Tuhan…

Apa benar aku akan punya pasangan?

Bukan pasangan bongkar pasang main bongkar main pasang

 

Tuhan…

Alamatku sudah benar kan?

Kenapa pasanganku belum juga datang?

 

Tuhan…

Hari ini aku berdiri di ujung jalan…

untuk yang kesekian kali, atas nama kesetiaan

 

Tuhan…

Menunggu itu menyebalkan…

Kau tentu tahu itu bukan?

 

Tuhan…

aku entahlah…

Sebentar lagi malam…

 

 

Terima kasih Tuhan… *phew

 

4:58 PM 15 April 2012 Kalibata

~ by Imamie on April 15, 2012.

6 Responses to “Tuhan, Sore dan Pasangan”

  1. Aku tersentuh sekali aku jg merasakan yang sama dengan yang kamu rasakan

  2. Seandainya kita bisa saling berbagi cerita aku ingin sekali memiliki teman tuk berbagi

  3. Aku wanita umur 31 tahun. Aku pernah menikah dan sudah bercerai 1 tahun yg lalu. Secara hukum negara kami blum resmi bercerai tp secara agama kmi sudah bercerai karena mantan suami sudah menjatuhkan surat talak kepada saya. Penyebab perpisahan kami tidak lain karena masalah hubungan seksual (tp maaf saya tidak bisa menceritakan masalah ini secara detail karena saya orang yang sangat menjaga privasi). Sejak keputusan berpisah pernah mantan suami mengajak berbaikan kembali bahkan sampai 3 kali. Tapi saya sudah tidak bisa berbaikan lagi dengan mantan suami saya dan ada alasan untuk itu apalagi kami belum punya anak. Tapi dalam hati saya masih sangat ingin menikah walaupun dengan gay. Karena menurut saya menikah dengan gay akan bisa saling memahami, saling belajar dan saling menghargai kekurangan masing2. Saya ingin menciptakan rumah tangga yang nyaman dan tentram. Dimana saya dan pasangan bisa sama2 sabar menghadapi kekurangan masing2. Seandainya nanti saya menikah dengan seorang gay saya tidak akan memaksakan apapun terhadapnya saya akan mengikuti bagaimana caranya agar dia bisa nyaman hidup bersama saya. Tanpa ada pemaksaan dan kebohongan. Saya sudah mengalami pernikahan seperti itu dan betapa sakitnya menjalani pernikahan bersama pasangan yang tidak mengerti kondisi kita.

    • Membaca sejarah ceritamu singkat (namun berat), saya langsung tak bisa berkata-kata. Sebuah tuntutan hidup yang kesemuanya tak ada satupun yang berasal dari hasrat pribadi. semuanya karena keluarga, semuanya karena masyarakat, semuanya karena pemerintah. Hingga mengorbankan kepentingan pribadi yang paling hakiki.
      Seksualitas adalah milik kita seorang. Tak satupun pihak yang berhak mengontrolnya. Termasuk konstruksi dalam relasi yang disebut “Pernikahan”. Selama ini pernikahan adalah sebuah keharusan yang mutlak. Dan anggapan itu sangat sulit ditangguhkan dikarenakan banyak faktor. Jadi tidak bisa disalahkan banyak sekali orang-orang yang “terluka” oleh hal tersebut. Menikah menjadi “sosok” yang mengerikan (baca: bagi yang terpaksa akan melakukannya).
      Kembali kepada kuasa masyarakat, Tidak menikah berarti keluar dari “kewajaran” bermasyarakat. Menikah otomatis mendapat tempat prestis di Masyarakat. betapa masyarakat menunjukkan sisi kelam kebiadapan tersuci.
      Hingga pada akhirnya kita-kitalah yang mencari-cari cara agar supaya pernikahan menjadi tampak nyata. Masyarakat tetap mau menerimanya meskipun bual menjadi dasarnya. Tapi kembali lagi… Akan kemanakah tujuan hidup kita?
      Well, semangat dan tetap bertahan…. itu yang kita butuhkan sekarang…!

      Good luck!!!!

  4. . i believe i can flay T-T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: