(Menghujat) Jakarta (Dengan) Hati

ImageAkhirnya, ada waktu juga untuk menulis review film. Di sela kesibukan yang padat. ceileeh! Kali ini film yang tidak beruntung adalah JAKARTA HATI (JH). Garapan Salman Aristo. Sutradara yang ber-eksis dari penulis skenario merambah ke Sutradara. BTW, jauh sebelum dia menulis cerita untuk JH, Salman sudah menulis sekaligus menyutradari film Jakarta Maghrib. Hmmm jadi pengen nonton kembali Jakarta Maghrib. Secara dulu nontonnya gak full.

Oke deh! Back to JH. Sekali lagi, Salman menunjukkan cirinya.

Sebuah tontonan yang berat-berat ringan. Secara dari awal nonton film ini, Niat di hati sudah dalam keadaan mati rasa. Tidak mau menanamkan ekspektasi berlebih. Gak mau membayangkan hal yang macam-macam. Gak mau muluk-muluk ini film larinya mau kemana, Pace-nya kayak gimana, anunya bagaimana, itunya seperti apa… Yang penting, beli tiket, masuk bioskop, (sebelumnya beli cemilan dulu) duduk dan nonton.

Jreeng….jreeeeng…..jreeeeeeng!!!!

Film dibuka dengan adegan sakti mabuk di mini cafe. Secawan gelas alkohol menemani cincin kawin. pertanda galau dengan status pernikahan. Upsss!!! kenapa gue perkenalkan tokoh lelaki disini dengan nama sakti yaaa? Ini bukan film Arisan… Sorry!!!! Di chapter yang berjudul ORANG LAIN ini, berkisah Lelaki yang bertemu dengan Perempuan. Surya Saputra bertemu Asmirandah. Pertemuan yang berdasar dari keduanya yang sama-sama korban perselingkuhan. Pasangan mereka masing-masing berselingkuh. Pertemuan yang membawa kedua insan yang sebelumnya tak saling kenal itu menjadi dekat. Saling menceritakan ketololan mereka masing-masing. Okey, cukup. di kisah pertama ini Asmirandah lumayan. Lumayan garing maksudnya… tapi dibanding film-film Asmirandah sebelumnya, di film ini dia tidak terlalu mengecewakan. Untunglah JH temasuk film Omnibus. Jadi gak perlu lama-lama melihat akting Asmirandah. Oia. jangan lupa ada adegan yang mirip dengan adegan di film Arisan, Sakti BANGEEET!!!

MASIH ADA menjadi judul kedua dalam film ini. Slamet Raharjo muncul membawakan karakter Pejabat Pemerintahan. Orang yang punya kedudukan. Tapi tidak dikenali secara personal oleh orang-orang. Kembali lagi Salman Aristo menggunakan sentilan-sentilun yang lumayan nyinyir walaupun sedikit basi. Obrolan toilet DPR hingga Studi Banding ke Yunani. Tak ada yang layak untuk dibredel. Masih Ada Aman. Paling juga Slamet Raharjo masuk nominasi peran pembantu terbaik. Kita lihat saja nanti.

ImageUntuk film yang ketiga KABAR BAIK, terlewat. Penulis tertidur. Entah kenapa. Mungkin muak melihat muka Andhika Pratama yang terlalu dipaksakan untuk menjadi orang kaku yang rentan. Menjadi aparat kepolisian yang mencoba teguh pendirian sesuai dengan janji yang sewaktu pernah dia ucapkan saat disumpah.Di segmen ini, baik Andhika Pratama dan Roy Martien sama-sama terlihat memaksakan aktingnya. Tapi sumpah benang emas, aktingnya Andhika nggak bangeeet!!! Mending untuk bagian ini, lebih memilih tidur, untuk ancang-acang di segmen berikutnya.

Untuk segmen yang berikutnya, mendadak langsung “hadeeeeeeh.” Jadi teringat masa lalu aku. Betapa rumitnya menjadi seorang penulis skenario. Apalagi kalau jaman sekarang gak pegang laptop. Minimal PC. Seorang penulis skenario menggunakan media tulisan tangan untuk menulis itu bagi aku adalah bencana. Dan itulah yang dihadapi Dwi Sasono, dalam segmen HADIAH. Namun di sini, kita tak hanya disajikan akan cerita suka duka seorang penulis, lebih dari itu, bagaimana kehidupan di sekitar sang penulis, termasuk kedekatannya dengan sang anak. Dwi Sasono dengan pas memerankan sosok penulis galau. Dilematikanya yang tergali sangat dalam dimunculkan dengan agak sedikit nanggung. Namun itu terbantu dengan modal wajahnya yang sendu. Selebihnya, paling juga akting si bocah jebolan Idola cilik. Good Chemistry antara ayah dan anak.

Byaarrr Petttt!!! Listrik putus. Pemadaman listrik. Dan kasus pemadaman ini hampir di semua segmen di bahas. DALAM GELAP adalah judul yang dipakai di cerita yang ditokohkan “one take only” oleh Dion Wiyoko dan Agni Pratista. Tidak ada yang janggal dengan akting, dialognya juga lumayan “kini.” Konsep perselingkuhan yang dikemas lumrah dan biasa seolah-olah tak ada yang salah dengan “aktivitas coba-coba berpindah cinta.” Saling keterbukaan dari sekian lama ketertutupan. Ujung ketemu ujung pun menjadi kerucut, membongkar aib masing-masing. Siapa yang lebih bangsat. Siapa yang lebih “anjing.” Semuanya tidak dijawab dengan terus terang oleh sang penulis cerita. Karena mati lampu masih membungkus kisah mereka berdua. Tetap dalam gelap.

Ini dia segmen terakhir, Dan akhirnya, kutemukan pula bagian cerita keseluruhan yang cukup menggoda. Shannaz Haque tampil apa adanya. Serasa tidak sedang berakting. Dalam DARLING FATIMAH, entah mungkin terinspirasi dari lagu Fatimah si janda atau apa, yang jelas untuk di segmen ini, Si Fatimah kebagian posisi penjual kue di pasar senen. Keturunan Arab yang ditaksir/naksir Ayun. Sementara Ayun sendiri adalah pemuda lajang pemborong kue untuk pesanan yang berdarah Cina. Keduanya sebenarnya sudah lama saling berkoneksi. hanya saja, masing-masing terkendala rasa cemburu tingkat dewa, Ditambah lagi gaya bicara Fatimah yang ceplas-ceplos yang bertentangan dengan sikap Ayun yang sabar (walau gak betah juga ngedengerin bacot Fatimah yang cablak). Dan diantara semua segmen, hanya bagian inilah yang sangat menarik. isu rasial yang mencolok tapi termaklumi dengan sendirinya, di segmen ini pula, orang bisa belajar, bahwa cinta itu tidak mengenal perbedaan. Terlepas kau Cina, turunan Arab ataupun ras yang lain.

Dan aku jadi paham, mengapa film ini berjudul JAKARTA HATI.

*rating: 3/5 – Boring but Stunning (dialogue)

~ by Imamie on November 12, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: