Ngelantur: Jerawat penuh berkah

Pernah kita (Kita? Lu ajah kali gue enggak), gue nih, merasa sedang dalam kondisi bertanya-tanya. Dia cinta gak ya?

Terkadang sebagai manusia yang terlahir untuk dipasang-pasangkan (walau ada yang memang sengaja untuk menolak dipasangkan), manusia sering kali tidak menyadari, bahwa masih saja konstruksi “berpasangan” harus ada pelegalan. peresmian dan pengesahan. Ujung-ujungnya ada istilah pernikahan. Kenapa ada pernikahan? ya bisa jadi untuk jaga-jaga, bila mana komitmen “sehidup-semati” berhenti di tengah jalan. Dan harta berdua sifatnya mungkin akan lebih aman. Tidak ada gontok-gontokan.

Well, sebenarnya niat gue menulis diawal bukan ngebahas kawin-kawinan. nikah-nikahan. atau model relasi berstempel lainnya. Gue hanya mau ngomongin apa sih relasi itu..?

Jerawat!

ImageAda hal konyol yang membuat Sebuah Jerawat punya relasi kuat dengan apa yang namanya “hubungan.” Oke! Kita kembali ke sebuah mitos. Ada yang bilang, dan bukan satu orang yang bilang. Tapi puluhan bahkan jutaan orang di muka Indonesia (baca: orang jawa) punya penilaian dalam memaknai arti sebuah jerawat. Kalau dalam ilmu medis, jerawat adalah pertanda dari adanya darah kotor yang mengalir di tubuh kita, khususnya di areal sekitar wajah, Namun kalo dalam astrologi (sengaja disalah-salahkan) Jawa, bukan primbon, JERAWAT adalah simbol dari cinta yang mulai bersemi. sebuah penjabaran dari makna “aku mulai menyukaimu”, tanda dari “gue suka banget sama loe” dan kode-kode bermakna, “aku padamu” lainnya.

Tapi kembali lagi ke definisi Jerawat sendiri. Kita sebagai manusia yang punya otak yang fungsinya digunakan untuk mikir, pastinya bisa mikir toh? Apa fungsinya otak dan apa kah jerawat itu. Tapi masalahnya, kadang-kadang, manusia terpintar di muka bumi pun sering pula tidak menggunakan otak untuk menyenangkan batinnya.

Jerawat adalah dewa penolong

“Lihat nih, jerawat gue bertaburan dimana-mana. Ini bukti cinta gue kepada loe!!!” teriak gadis alay ke pacarnya yang pingin putus cepat-cepat gara-gara si cewek jerawatnya sudah stadium 4.

“itu bukan tanda cinta! Itu tanda kalo loe jorok!!!” secepat kilat si cowok menghilang di kegelapan.

Ya… mau gimana lagi, kalo kita mendapati ada drama dibalik drama “jerawat pun menjerat”. Tidak bisa memungkiri, banyak saja alasan yang tidak rasional yang disangkut-pautkan mengenai definisi keberadaan seonggok jerawat.

Contoh kasus nih, gue, pernah suatu ketika mencoba “berdoa” kepada Tuhan (iyaa, gue masih percaya Tuhan), isi doa gue tak lain dan tak bukan adalah, “Tuhan, berikan pertanda bahwa si A adalah jodoh gue”……… sambil menunggu petir menggelegar menyambar-nyambar keesokan harinya, gue samperin tuh si A yang lagi enak-enaknya ngorok di kasur. Tidak biasanya gue mengamati cara dia tidur (yang tidak konvensional). kaki ngangkang bokong bergetar-getar. kupandangi dengan teliti.

Toweweweeeeng……….!

Ada jerawat gede nemplok di jidatnya yang selebar lapangan bola bekel. “Gede amat!” batin gue. Langsung deh, otak gue mendadak cetar.

“Tuhan telah menunjukkan tanda-tanda kekuasaannya,” Gue girang bukan kepalang. Si A ternyata cinta. Si A ternyata sayang. Si A ternyata suka. Si A jodoh gue.

Walau berjuta-juta kali si A kentut di balik keterkejutan gue yang teramat sangat lebay, Gue gak peduli. Kalau emang cinta apa mau dikata, jerawat di jidat pun bisa bicara.

BTW, gue mendadak lemes. Kalau cuman satu tanda, kayaknya kurang menyakinkan. Gue berinisiatif. Di tengah padatnya kerjaan yang menumpuk kayak kue bantol, gue sempet-sempetin berdo’a lagi. Kali ini lebih serius. Intim dan personal. Gue mulai berdoa.

dan esok harinya…..

Toweweweeeeeeng!!!

Si A mewek dengan jumawa! bibirnya yang Njebleh (baca: dower) menampar pagi gue. “ada apa sih?” tanya gue malas-malasan.

“Ada jerawat gak jelas muncul di dagu nih, berasa Rano Karno deh!” Si A ngedumel.

“GUE TAU KOK ITU KERJAAN SIAPA, UDAH AH TIDUR LAGI, GUE NGANTUK BANGET NIH!”

Gue tersenyum dengan pulasnya.

Relasi dan Jerawat ,memang berhubungan. Jika ingin kejelasan hubungan dengan relasi kalian…. gunakan mantra jerawat!

*cerita diatas hanya faktor kebetulan belaka. Kalau ada yang sekiranya terkesan lebay, emang gue sengaja lebay!!!!

~ by Imamie on December 27, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: