Film ::: Rectoverso (2013)

tumblr_mg91joX4Hw1rtzqnyo1_500

Tiba-tiba ingin sekali ngomongin cinta. Entah kenapa. Apakah karena gue sedang diliputi rasa cinta, atau memang karena sesuatu. Yang jelas setelah menonton film Rectoverso, gue harus ngomongin soal cinta. Biar semua jelas “rasa” dalam cinta ini seperti apa. Apakah sama dengan yang ada dalam potongan cerita di film ini, atau justru berbeda dengan yang sudah-sudah. Digarap oleh lima sutradara perempuan yang besar di dunia peran, ada Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lydia dan Happy Salma. 5 film yang dirangkai dengan pengeditan yang seolah-olah adalah satu film kesatuan dengan 5 sub plot cerita berbeda. Dan segmen film yang paling gue suka adalah segmen “Abang” dan “Al”. Tetapi segmen yang lainnya tidak merusak satu kesatuan film itu sendiri. Janji, kali ini gue gak bakal mencaci maki. Gue hanya ingin ngomongin cinta. Gak mau ngomongin teknis. Yuk maree!!! (spoiler alert)

Cintanya “Abang”

tumblr_mfbritwn0u1rtzqnyo1_500Ketika kita merasa menyayangi seseorang dengan tulus. Dan ketulusan itu terdeteksi menjadi sebuah rasa yang istimewa. Malaikat juga tahu bahwa itu bisa dipastikan akan menjadi rasa cinta. Ketulusan menjadi kekuatan utama dalam mengungkapkan cinta yang tak perlu diucapkan. Tetapi ketika cinta itu hadir dari diri seorang autis yang menginjak usia lebih dari sebatas kematangan umur, masihkah cinta itu diharuskan? Adalah keibaan yang dituntut untuk menyelami rasa demi rasa yang keluar dari sosok seorang Abang (Lukman Sardi). Yang pada akhirnya, ini semua hanyalah rasa sayang, bukan rasa cinta. Dan jalan terbaik dalam menyudahi hubungan yang salah takaran ini adalah perpisahan. Leia (Prisia Nasution) bukan tidak sayang, dia hanya bisa membagi hati hanya sebatas sayang, bukan cinta. Karena cinta Leia sudah terbagi bersama Hans (Marcell Domits), adik Abang. Mungkin selesai bagi Leia dan Hans dengan meninggalkan kehidupan Abang. Namun bagi abang, rasa cintanya yang banyak sejumlah seratus bintang dilangit, bertambah satu kesempurnaannya ketika Leia muncul di kehidupan Abang tak akan pernah hilang. Itulah ketulusan cintanya. Cinta yang logis. Tanpa perlu romantis. Karena bagi abang, sebuah kata “cinta” itu tidak bisa terwakilkan. Apalagi oleh kata “sayang”. Menyakitkan untuk Abang. Getir untuk Leia. Ya begitulah cinta.

 

Cintanya “Senja”

smallthumb_vidIdFC_12102012_175725Senja (Amirandah) masih perlu menangis ketika harus mengenang kepergian ayah dan adiknya untuk selama-lamanya. Merasa bersalah karena telah mengabaikan firasat, membuat senja makin kuat hidupnya dengan diliputi firasat yang tak pernah menghilang. Dengan salah satu pelampiasan, bergabung di klub Firasat. Sebuah perkumpulan yang berisi orang-orang bingung dengan firasat yang ada di diri mereka masing-masing. Senja bertemu Panca (Dwi Sasono), ketua perkumpulan itu. Dan dari situlah, kisah senja berawal. Mencintai Panca dengan segala macam firasat. Hingga pada akhirnya ketakutan senja dengan maha firasat pamungkas. Kembali lagi akan berjumpa dengan “kehilangan”. Kekhawatiran Senja dipupuskan dengan ketenangan Panca. Sembari menegaskan, Panca berpendapat, bahwa Firasat adalah bahasa alam yang sudah ada sebelum bahasa-bahasa verbal dan nonverbal muncul. Kini orang-orang disombongkan dengan bahasa verbalnya masing-masing. Lupa dengan bahasa alam yang sebenarnya lebih universal, yaitu firasat. Dan kini menunggu waktu, akankah Senja tetap mencintai Panca dengan Firasat yang sudah mulai nampak di depan mata. Atau bisa jadi, Panca juga mempunyai firasat sendiri mengenai Senja… Dengan menerima firasat itu, walau teramat pedih, itulah cara satu-satunya untuk bisa terlepas dari rasa bersalah. Salah telah mencintai Panca. Namun Senja salah. Karena tak ada yang salah dengan cinta. Ya begitulah cinta.

 

Cintanya “Regie”

tumblr_mezzrrk5E61rtzqnyo1_400Sahabat sejati. Selalu ada konsep di dalam sebuah hubungan persahabatan. Pertama, kalau tidak hati-hati, persahabatan bisa berubah menjadi cinta. Dan kalau beruntung cinta menjadi indah. Dan indah hanya milik Amanda (Acha Septriasa), bukan milik Regie (Indra Birowo). Amanda selalu memandang Regie sebagai sahabat setia. Sementara Regie sebaliknya, selalu ada cinta di balik kediamannya. Bagi Regie, kebahagiaan Amanda berbahagia dengan pacar-pacarnya adalah kebahagiaannya. Namun sampai kapan Regie bisa menunggu kabar kebahagiaan yang datang langsung dari Amanda. Regie selalu menunggu itu. Dengan mendengar curahan hati Amanda, Regie ingin menjadi orang yang selalu ada untuknya. Termasuk di saat Amanda sakit sekalipun. Namun pengorbanan Regie di mata Amanda hanyalah sebatas “Sahabat” karena bagi Amanda, Regie ya sahabat. Tidak lebih. Sebesar apapun Regie ada “modus” menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar sebagai seorang sahabat, tetap saja Amanda memperlakukan Regie layaknya sahabat. Amanda hanya bisa berharap, dia bisa mendapatkan kekasih baru yang memberi dia minum di saat dia sakit. Dan itu bukan Regie. Walau regie-lah yang membuat amanda berharap seperti itu. Terkadang persahabatan bisa menjadi sangat menyedihkan bila ada pengharapan-pengharapan yang tidak sejalan. Diteruskan dengan penuh kelukaan, di akhiri dengan penuh penyesalan. Tapi bagi gue, kalau memang kita cinta, ungkapkan. Setidaknya dia tahu, siapa kita sebenarnya. Mencoba untuk hal yang baik, bukan mengendapkan rasa yang baik yang seharusnya orang itu tahu isi hati kita. Karena kita manusia. Bukan Dewa. Ya begitulah cinta.

 

Cintanya “Taja”

tumblr_mfbciuifpY1rtzqnyo1_500Taja (Yama Carlos) bukanlah cowok penuh percaya diri. Kikuk disana sini, begitu pula saat dia dipertemukan dengan Saras (Sophia Latjuba) di sebuah bar dengan menggunakan nama samaran Andre. Perkenalan singkat itu berbuah hubungan intim yang mendalam. Tato cicak di tubuh Saras langsung membekas di ingatan Taja. Tidak sekedar lucu untuk sebuah alasan kenapa cicak menjadi hewan yang beruntung karena bisa menempel menjadi tato di tubuh Saras. Saras punya alasan lain untuk itu. Dan ketertarikan Taja akan Saras bersambung lagi ketika berdua dipertemukan di sebuah café. Secangkir kopi pahit Taja mengawali perbincangan tentang filosofi hidup. Kecocokan pemikiran keduanya pada akhirnya membawa Taja pada lubang cinta. Taja jatuh cinta. Namun bagi Saras berbeda. Karena tidak ada rasa dari dalam dirinya.  Apalagi Saras tahu bahwa nama asli Andre adalah Taja. Seorang seniman. Lupakan. Saras menghilang. Saras kembali datang. Dengan memperkenalkan sebagai tunangan Bang Irwan. Sahabat sekaligus saudara bagi Taja. Taja paham. Taja sadar. Taja tegar. Tidak datang Taja dipesta pernikahan Bang Irwan. Namun Taja tetaplah seorang Taja, sebuah kado istimewa dipersembahkan Taja untuk Saras dengan penuh rasa. Cinta. Ya begitulah cinta.

 

Cintanya “Al”

tumblr_mf9nzws2yn1rtzqnyo1_500Al (Amanda Soekasah) bukan siapa-siapa. Perempuan kesepian yang tergabung dalam perkumpulan backpecker. Hanya dia satu-satunya yang cewek. Semuanya cowok. Termasuk sosok misterius Raga (Hamish Daud) yang menurut Al sangat menarik perhatian. Hanya memandangi punggungnya saja, Al sudah merasa bahagia. Al tidak menuntut lebih. Karena dia memang senang menyendiri diantara kelompok itu. Sehingga mengobrol pun menjadi kesempatan yang langka baginya. Al hanya pengamat. Tidak lebih. Terlepas teman-temannya membicarakan teori-teori kehidupan. Al hanya bisa melihat saja dari jauh. Namun lambat laun hal itu tidak berlaku. Al dipaksa untuk bergabung. Kelompok menyiapkan sebuah permainan. Yaitu bercerita tentang kisah hidup yang paling berkesan. Setelah semua mendapat giliran, kesempatan Al untuk menceritakan kisahnya yang akhirnya membuat dirinya merasakan kebahagiaan melebihi saat dia hanya bahagia dengan sekedar memandangi punggung Raga. Kini Al tahu apa warna matanya. Coklat muda. Itulah cinta Al. tidak lebih. Ya begitulah cinta.

 

Perlu juga kita merefleksikan diri. Sampai pada kadar seberapa kah rasa kita memaknai cinta. Dimanakan level percintaan kita? Membahagiakan? Atau menyedihkan. Film rectoverso berhasil menyentil keegoisan kita dalam menentukan nasib cinta. Yang pasti kendali cinta ada dalam diri kita sendiri. Ada sebagian orang yang tidak bisa mengatasi permasalahan percintaannya. Namun ada juga yang bisa memanajemen produk cinta yang sudah menjadi bagian prinsip hidupnya. Jadi, tergantung kita mau dengan cara yang bagaimana. Cara mudah atau yang susah, walau tak ada sesiapapun di dunia ini yang memilih cara susah untuk menganalogikan cinta. Semua berharap melakoni cinta sesederhana mungkin. Tidak perlu complicated.

Dan untuk kisah cinta gue sendiri, tak perlu menjadi bagian dari kisah-kisah di film itu. Karena kisah gue, kisah cinta gue, adalah kisah cinta yang tak harus terkisahkan.

Selamat merayakan cinta (yang tak terucap)!

rectoverso

~ by Imamie on February 17, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: