Film ::: Jack The Giant Slayer

jack-the-giant-slayer-banner-poster1Walo gue bukan orang bule, tapi dongeng Jack dan kacang buncis raksasa sangat familiar di telinga gue. Secara, gue dulu waktu kecil demen banget baca buku dongeng. Tak hanya dongeng bule, dongeng jepang dan lain-lain juga pernah sebagian aku lahap. Momotaro, putri kaguya dan yang lainnya. Mendengar ada kabar bahwa dongeng si jack difilmkan, gue agak menghela nafas panjang. Jadi ingat kasus terakhir dongeng Gadis Berkerudung Sorban., Eh berkerudung merah. Jatuhnya bukan dongeng yang dongeng, tapi dongeng yang alay. Memang sih secara segmen, larinya ke ABG lebay. Hadeeeh! Kok malah lari ke Gadis berkerudung merah. Apa kabar si Jack… Btw, ini bukan Jack-nya Rose Hewitt lho yaa! Memang sih, sama-sama pemuda miskin, tapi kalo Jack yang ini, udah miskin tapi berkompeten menjadi orang kaya. Kenapa bisa begitu? Gue akan sedikit mendongeng buat kalian…

13272613888r100slk70y9Jadi, ceritanya, dongeng negeri diatas langit itu benar adanya. Hidup sekumpulan raksasa yang lapar memakan manusia. Yang sampai pada akhirnya terjadilah peperangan antara raksasa penghuni langit dengan manusia penghuni bumi. Ketika para pendeta bumi membuat kesepakatan sihir yang menciptakan jembatan bumi dan langit melalui tumbuhan buncis raksasa, kesepakatan itu pula lah sebenarnya yang menjadi awal dari malapetaka. Raksasa turun ke bumi melewati  tumbuhan buncis raksasa, menyerang dan bahkan merampas apa-apa yang ada di bumi, termasuk hewan-hewan dan segala apapun yang bisa dibawa ke dunia langit.

Melihat kericuhan itu, dengan dibantu kekuatan sihir (lagi), para pendeta membuat penangkal dari semua kejahatan. Setelah berhasil menaklukkan satu raksasa yang kemudian diambil jantungnya, untuk dijadikan salah satu bahan ramuan dalam menciptakan “Mahkota” penguasa raksasa. Dan yang berkesempatan menggunakan mahkota itu adalah Raja Eric. Alhasil tunduklah semua raksasa ketika melihat dan merasakan dahsyatnya efek yang dikeluarkan oleh mahkota tersebut. Dengan bijaksana, Raja Eric memerintahkan semua Raksasa untuk balik naik ke atas langit dan tidak diperbolehkan mengacaukan bumi. Da setelah itu diperintahkan para prajurit untuk memotong dan merobohkan tumbuhan buncis raksasa itu. Akhirnya damailah di bumi.

Jack-The-Giant-SlayerSecara klise, film ini lebih kepada refresh terhadap dongeng Jack si kacang buncis. Penjabaran akan kisah ini lebih mematuhi pada fenomena boleh ngasal tapi manusiawi. Padahal secara kisah, yang namanya Raksasa hidup di langit itu sudah diluar batas imajinasi (diluar kehidupan nyata, raksasa itu gak ada) jadinya, Bryan Singer berusaha sekuat tenaga mencoba mengeksplorasi gimana caranya agar dongeng si Jack ini terlihat seperti kisah benar. Dan jatuhnya “agak” maksa. Tapi berhubung dari awal niat menonton film ini sudah tidak berekspektasi tinggi-tinggi, sehingga tidak ada hal yang “hilang” dari apa yang gue harapkan. Dan lebih menikmati walau sedikit menyiksa bagi orang-orang yang Phobia ketinggian, including me! Yes Thanks to Singer! You make me “down”!

Setelah kemaren menyaksikan Nicholas Hoult menjadi Zombie alay yang jatuh cinte, kini dia kembali bukan sebagai zombie, tetapi sebagai anak petani yang masih percaya bahwa dongeng raksasa itu ada. Secara, sejak kecil dia sudah dicekoki ayahnya dongeng tentang raksasa. Dan buku dongeng (anti air) yang menjadi semacam kitab sucinya. Bagaimana tidak, dari yang bisa mengantarkan tidur hingga mengantarkan seorang putri raja “menghadap” kepadanya. Jack. Setelah ayahnya terkena wabah penyakit, dia kini hidup bersama pamannya. Dan bla…bla…blaaaa!

1167623_Jack-The-Giant-SlayerJack langsung akrab dengan putri raja, Isabelle. Berpetualang di negeri raksasa dia atas langit, setelah beberapa kejadian menimpa mereka berdua. Saling jatuh cinta, penghianatan Roderick, calon suami putri, dan pengawal setia raja, Elmont (yang dengan cool diperankan Ewan McGregor). Konflik demi konflik mengalir. Sebagai film bergenre action, gue sangat terhibur dan sangat menikmati tontonan Singer kali ini. Setelah dulu dia menggarap trilogi X-Men.

Sebagai film yang sebagian besar mengandalkan spesial efek komputerisasi, film ini bisa dibilang lumayan. Intinya, ketika menonton film  ini, jangan gunakan logika. Sudah itu saja. Karena jika logika dipake, percuma juga nonton film ini. Tidak ada yang istimewa dengan akting Hoult. Malah gue lebih seneng karena karakter Elmont gak mati. Potongan rambutnya gue bangeeet! Minus baju besinya. Dan pada akhirnya orang-orang yang menonton akan digiring ke pemikiran bahwa sebenarnya dongeng di seluruh dunia itu sebenarnya memang benar-benar terjadi, namun karena ada unsur “politis”, jadinya dongeng itu dibelokkan dan menjadi sebuah dongeng yang sekarang ini. Jadi jangan pernah memungkiri kalau bisa jadi, dongeng Timun Mas, Tangkuban Perahu dan lainnya itu adalah benar adanya! Gue hanya bisa bilang W.O.W.

IMG-20130309-02036

~ by Imamie on March 9, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: