Film ::: Java Heat (2013)

images (6)Kamis malam jam 9.10PM, gue nonton film Java Heat, dan Jumat pagi jam 7.00AM, gue udah ngantri di Pelataran Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Dan ternyata ada hubungannya lho, film Java Heat sama Ngurus passport di kantor keimigrasian. Tapi entaran ajah, gue mau ngulas dulu film Java Heat, mumpung masih ingat beberapa point.

Java-Heat.jpg-385x290Awal pembukaan, sosok Vampire yang demen nge-gym disekap di sebuah ruang interogasi dan kayaknya bakal dipaksa ngaku, apakah dia gay ato gak!? Dan sosok cowok berkulit eksotik sawo matang datang siap meng”hajar” sang tawanan dengan gahar… tentunya dengan adegan yang mirip kayak di film-film bokep gay! Si kulit eksotik dengan penuh telaten menguleni tubuh vampire yang kayaknya emang terlahir untuk diremes-remes (mie remezz kaleee)!

Gak usah bingung! Gue emang sedang ngayal ajah. dan gak nyadar, bayangan gue kok bisa ngelantur ke film gay ala-ala Bangkok Love Story (Thailand). Niatnya sih jadi model relasi ala-ala bromance, tapi gue malah mengendusnya jadi kayak “cinta terselubung” antara Lutz with Bayu. Hmmm….

images (5)Jadiiii sebenernya, gak ada hubungan apa-apa antara Lutz dengan Bayu. Keduanya hanya dihubungkan dalam sebuah film yang berjudul Java Heat. Kellan Lutz adalah seorang “misterius” yang sempet bikin pak polisi, letnan Hashim (Ario Bayu) geregeten. Kekarnya tubuh Lutz tidak membuat percaya begitu saja hati seorang Letnan. Hashim merasa ada yang disembunyikan dari pengakuan Jake (Kellan Lutz).

Usut punya usut, Kellan dijadikan saksi mata atas terjadinya pengeboman di sebuah pagelaran acara pesta keraton yang dihadiri oleh Sultana (Sultan perempuan di kerajaan jawa, diperankan dengan asik oleh Atiqah Hasiholan). Dalam pengeboman itu ternyata memakan banyak korban jiwa dan menjadi bagian dari serangkaian terror pengeboman yang dilakukan oleh teroris (dugaan awal).

Bom bunuh diri yang sengaja meledak untuk menewaskan Sultana ternyata ditemukan keganjilan demi keganjilan. Bule dempal (baca: Jake) itu menemukan fakta baru, bahwa setelah melihat mayat Sultana di ruang otopsi, ternyata bukan Sultana asli, melainkan perempuan lain yang dioperasikan wajahnya menyerupai wajah Sultana. Dan tidak tanggung-tanggung, yang menyamar menjadi sultana adalah kebetulan pekerja Seks kelas atas yang sudah malang melintang di dunia prostitusi. Diidentifikasi dari tatoo stempel cap besi panas motif macan.

Dan akhirnya cerita pun bergulir runut demi runut dan gue liat ada pedagang kaki lima yang seliweran. Mulai dari Pedagang Batik hingga Nasi Goreng (Promosi yang menggelisahkan). Malah produk kata “Bule” pun kayaknya sengaja dipopulerkan kembali. What is Bule???

Irama KOPI DANGDUT sempat terdengar memaksa namun akhirnya jadi malah Indonesia banget, itu pula yang justru membuat backsound lagu dangdut tersebut lebih “dapet” dari pada mengunakan scoring sebagai pelengkap adegan di dalam mobil polisi. Seharusnya mas Jake goyang lhooo…

namun ketika mobil yang mereka tumpangi ditabrak oleh Jihator (Istilah gue untuk nyebut Orang-orang yang tersesat dalam berjihad) keadaan di luar kendali. Kembali Hashim menemukan fakta baru dalam diri Jake.

Udah ah, gue males ngerunut lagi ceritanya kayak gimana. Yang jelas, gue agak pait ajah ngeliat dialog-dialog yang gak Indonesia banget. Kenapa Musti di Inggrisin semua??? Biar lah obrolan orang Bule dengan Bule atau orang Bule dengan pribumi berbahasa inggris, Tapi membiarkan orang Pribumi berdialog dengan pribumi juga menggunakan bahasa Inggris ngeliatnya jadi kayak orang yang mau menjalani tes TOEFL…

Dan yang ngganggu sebenernya akting para cowok di sini semua. Entah kenapa gue kok gak menemukan sesuatu yang “beda” di film ini. justru gue ngeliat akting para cewek yang ternyata lebih “cetar” – meminjam istilah Syahrini- amalh gue kepikiran kenapa bukan syahrini yang jadi Sultana yaaa? LOL. Btw, Ide Sultana itu keren lhooo….

images (2)Atiqah Hasiholan seperti kemasukan arwah Cleopatra… Sementara Uli Auliani, yang jadi Hooker kelas kakap, malah sangat ajib walo cuman beberapa menit muncul. Ayu Azhari lewat!!! Ato bisa jadi, selipan adegan Uli disini emang ada #modus Tribute to Ayu Azhari…. dan yang menjadi Istrinya mas Hashim juga gak lebay…. malah lebih pas…

Heran ya, padahal di film ini ada Actor sekelas Oscar, tapi gue gak ngangkat sama sekali, Apa kabar Malik Rourke? Eh.. Mickey Rourke… Gak tau kenapa, gue ngeliat si Berondong Tua kok kayak males-malesan akting di film ini. Ato bisa jadi karakternya si ABG tua ini ya emang kayak gitu kali yak?

images (4)Dari segi fighting, masih kalah jauh dibanding film The Raid… nanggung. Karena kompilasi bom-boman dan brendelan senapan juga punya andil besar mengisi sebagian cerita di Java Heat ini. Efek ledakan gue lumayan suka. Tapi terkadang sedikit terganggu dengan cara kerja Art Direction yang menggunakan setting “kotor” di beberapa scene. Namanya juga selera…

Kellan-Lutz-Hot-SceneDan gak tau kenapa harus ada scene dimana si Kellan Lutz pamer tubuh mengkelnya. Apakah untuk daya tarik para penonton yang nge-fans sama dia, atau memang salah satu cara untuk mengkomersilkan tubuh si Kellan yang sudah dibayar mahal. Jangan-jangan ada beberapa talent (cong) behind the scene yang notabene memang punya andil untuk menelanjangi si Kellan. Hanya asumsi sih…

Kalo gue bisa nyimpulin sih, di film ini banyak bintang tapi sedikit yang bersinar. Bling sekejap terus meredup dan hilang. Sebut saja Verdi Solaiman, Rio Dewanto, T Rifnu Wikana, Rudi Wowor, Tio Pakusadewo. Dan beberapa artis Indonesia yang gue gak kenal namanya tapi pernah liat entah di media apa.

images (3)Dan orang yang seharusnya mati dari awal dan gak perlu muncul di film ini adalah Mike Muliardo. Entah kenapa mereka memakai Mike untuk mengisi peran Jihator… Kayak gak ada aktor yng lebih pantes ajah (kok gue emosi yaaa?), Untung juga gak make Lukman Sardi…. Apa kata Malaikat???

Udah ah, gue hanya bersyukur ajah, ada film Ng-Indonesia yang berbau Hollywood. Sawo matang berhamburan dimana-mana… dari Ario Bayu hingga Uli Auliani… Dan pada akhirnya juga, (jujur ini harus akhir) gue gak bisa dengan begitu saja mencela, jelek-jelek gini juga adalah sumbangsih anak bangsa! (lhoo kok, gampar diri sendiri pake sendok nasi)…

Saran gue sih, ga usah pasang target muluk-muluk, just fun ajah!!!

Perasaan, di awal gue ngejanjiin sesuatu deh, Hmmm apa yaa? Ntar ah, kalo udah moood… Imigrasi yaa? Hehehee, jangan sekarang deh!!! Masih capek!!!  :( Bukan capek karena lari-larian keliling Borobudur yaaa……. hebat lho om Mickey, bisa kuat tenaganya gitu naik Borobudur… gue ajah yang umuran masih muda (muda dari hongkong) udah ngeh-ngos-ngosan….!!!

IMG-20130418-02387

~ by Imamie on April 19, 2013.

One Response to “Film ::: Java Heat (2013)”

  1. The best scene-nya sih pas si Lutz telanjang. Asli bikin nepsong. Sayang…cepet banget. *blog walking*

    Jangan lupa berkunjung ke http://kampunglanang.wordpress.com/ *promo*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: