Film ::: Kisah 3 Titik (sebelum) Tanda Tanya

Kisah 3 TitikDari judulnya, orang bakal dibuat dengan ke-ambigu-an kata-katanya. Kisah-3-Titik. Di sini titik mempunyai dua arti. Bisa dalam arti kiasan, yaitu titik yang berhenti. tidak ada kelanjutan ataupun stop. Dan arti yang lainnya yaitu bisa jadi Titik nama orang. Karena sebenarnya, untuk Indonesia, nama Titik lumayan sedikit populer di ranah Jawa.

Dan dari judul ini, gue juga sempet iseng teringat dengan judul sebuah drama seri tempo dulu, DUNIA TANPA KOMA. Siapa tau akan ada lagi penggunaan judul yang memakai kata-kata tanda baca. Misal, 7 Tanda Tanya. Diantara Tanda Seru dll.

Sejak Lola Amaria, selaku produser di film ini membintangi film Taiwan, Detour Paradise, gelagat hidung gue udah mencium, bahwa dia kayaknya nyaman di dunia “buruh/seksualitas jender” sederet film-film yang dibintanginya ataupun di produserinya dan bahkan disutradarainya selalu mengangkat tema-tema tersebut. Tengok saja film sebelumnya, ada Sanubari Jakarta (2012). Sebuah film yang totally mengupas tentang identitas jender.

Dari situ sebenarnya sudah membuktikan, bahwa ada misi dan visi yang dibawa Lola dengan karya-karyanya. Dan So far, gue masih mengamini dengan langkahnya. penyadaran publik, malah gue bisa bilang, kalau film-filmnya Lola “mencerahkan.”

Dan kini, lewat @Kisah3titik Lola Amaria mengajak penonton untuk lebih masuk lagi ke dalam dunia buruh, yang kemaren sempat diangkat dengan sudut pandang TKW, (Minggu Pagi di Victoria Park) – bersetting di Hongkong, Sekarang Dunia Buruh-nya terfokus di negeri sendiri dengan segala kecarut-marutan sistem perburuhan negeri.

Ririn Ekawati_Kisah 3 Titik_Still_InlineAdalah Titik Janda (Ririn Ekawati) yang selanjutnya gue ganti jadi TJ, baru saja ditinggal mati suaminya. beranak satu dan kayaknya bakal anaknya mempunyai adik, sang suami sebelum meninggal sudah meninggalkan benih yang “menjadi masalah” TJ dikemudian hari. Demi menghidupi keluarga, TJ berjualan gorengan yang dititipkan dari warung ke warung. Termasuk ke warungnya Tarsih ( yang “Betawi” banget (tanpa bermaksud rasis).

Melihat ada kesempatan mengenai lowongan kerja di pabrik konveksian, TJ tidak mau melepas kesempatan itu. Apalagi, Mbah Dince (Dimas Harry seperti biasa tampil kece) tetangga kontrakan TJ yang menawarkan bantuan untuk menjaga anaknya, Yanti. Dan jadilah TJ “Buruh” Pabrik Konveksi. Awalnya sih biasa saja, namun sejalan dengan waktu, akhirnya “masalah” yang biasa dihadapi buruh para perempuan itu datang juga. HAMIL dan MELAHIRKAN….

kisah-3-titik-10“Kalo gue gak tampil begini, gue bisa diperkosa orang-orang sekampung!” Ucap Titik Preman (TP) (Dimainkan dengan apik oleh Maryam Supraba) saat penampilan “tomboy”nya dipertanyakan oleh Antok (Donny Alamsyah). TP adalah anak preman yang berusaha sekuat tenaga hidup dalam “kesendirian”. Menjadi pekerja pabrik (entah sepatu atau apa) kecil disudut kota Jakarta yang legalitasnya dipertanyakan. Bisa jadi rekruitment pekerjanya tanpa ijasah. Well, dan itu memang terbukti. Ketika mata kepala TP melihat sendiri, betapa ada proses pemecatan karyawan yang ternyata digantikan oleh anak-anak berseragam SD untuk mengganti bagian pengeleman.

Sifat dasar TP yang tidak bisa melihat ketidak beresan itu, akhirnya membawa dirinya pada deretan kekerasan. Dunia preman tidak melihat jender. Dan sebenarnya ada lembar positif-negatif di dunia preman itu sendiri. Positifnya, jender bukan soal, negatifnya, ya kekerasan dunia preman itu sendiri.

galIdFC_08042013_76639Bahkan kehadiran sosok Antok pun tidak bisa merubah cara berpikir TP, “Gue gak pernah minta dilindungi!”. TP tetaplah TP. Entah dengan pendiriannya apakah akan membawa dia pada titik kesuksesan atau malah pada titik kehancuran….

Lola Amaria_Kisah 3 Titik_Still_HeadDan tetep, seperti biasa, Titik Manajer (diperankan Lola Amaria banget oleh Lola Amaria), Sebagai manajer sebuah perusahaan yang membawahi perusahaan tempat dimana TJ bekerja. Dengan idealisme-nya yang tinggi, TM bermimpi dan berusaha untuk memperjuangkan Hak-hak pekerja yang selama ini dimatanya sangat tidak layak. Dan kerangka-kerangka itu muncul setelah dia diangkat menjadi Manajer personalia SDM (kalo gak salah).

Pelan tapi (belum tentu) pasti, apa yang menjadi harapan TM berjalan lancar. Ketika dia menjadi dewi penolong oleh TJ yang sedang dirundung masalah (hamil), dengan Surat Jaminan pemanggilan setelah cuti Hamil/Melahirkan itu tidak menjadi solusi. Malah bagi perusahaan itu akan menjadi bencana yang teramat dahsyat.

Betapa perih TM, saat dia menyadari bahwa misi dari perusahaan untuk menaikkan jabatan TM adalah untuk sesuatu yang bernama UNTUNG BESAR. “Kamu saya berikan jabatan ini untuk menguntungkan perusahaan!” tutur Warsito ketus ke TM.

Dan akhirnya, segala bentuk  policy perusahaan menjadi semacam tai monyet untuk TM. Sudah tidak ada lagi jalan keluar. Ketika sudah sekuat tenaga usaha yang dikerahkan, namun tidak ada impact apapun. TM bisa apa? Dan bagi Titik Manajer, tidak boleh ada titik untuk apa yang telah dia lakukan selama ini. Selalu ada jalan, sebelum dia berhenti di titik keadilan. Walau itu butuh pengorbanan!

kisah3titik_adegan1Film ini, adalah film bernafas buruh setelah gue pernah menonton film Marsinah, Cry for justice-nya Slamet Rahardjo. Namun disini, Bobby Prabowo sebagai Sutradara, berhasil memvisualisasikan sedemikian rupa gambaran “perburuhan” yang real. Risetnya sungguh-sungguh mendalam. Karena menonton film ini, gue sempat terbawa ke masa lalu gue, yang menjadi buruh pabrik tekstil (sarung Behaestex) di Gresik dulu. Setting yang memang asli pabrik, dan juga menggunakan figuran pekerja pabrik memang bisa menciptakan aura yang nyata. Salut untuk meja kastingnya yang telah sukses mengumpulkan aktor-aktris mumpuni (wajah baru) yang terkadang gue sempat mikir, mereka ini pekerja buruh yang jadi  aktor/aktris atau mereka ini memang aktor/aktris yang sebenarnya terkurung dalam profesi “buruh pabrik”.

kisah-3-titik-2Menggunakan setting lingkungan rumah yang berisi berjenis-jenis tetangga. Mulai dari Waria Tubang, Mbah Dince, tak lupa juga pemanisnya, Juwita, waria pewaris tahta Mbah Dince. kemudian kodir yang sebenarnya scene-nya gak penting, tapi kemunculan mereka menjadi pemanis di scene-scene penghubung.

Tapi ada salah satu scene yang membuat gue shock adalah pemunculan karakter Pak Agus. Kenapa mesti dia muncul? hanya untuk menokohkan seseorang yang harus ngomongin TUNJANGAN SOSIAL? Apa gak ada orang lain ????

Selain membawa isu buruh, senajan film ini juga membawa isu lainnya. Tetap dengan santapan LGBT, yang kali ini lebih fokus ke Transjender, bahkan identitas TP pun sempat disamarkan orientasi seksualnya, hanya saja, gue gak mau sibuk ngurusin orientasinya TP, biarlah dia hidup dengan orientasinya sendiri. Buat gue, dia siapa, siapa dia, itu urusan dia. Seperti halnya karakter Juwita, yang eksistensinya di kampungnya diterima oleh masyarakat, karena memang dia tidak berulah dan berbuat onar. Tidak ada yang “salah” dengan variasi jender.

Isu stigmatisasi JANDA juga diumbar gede-gedean disini. perlakuan terhadap janda yang begitu “sadis,” gue jadi sempat teringat dengan saudara gue yang berpredikat Janda. betapa memang sangat menyakitkan. Malah gue berharap ada film yang kalo memungkinkan mengangkat tema SUPERHERO JANDA!

Tapi ada scene dimana gue ngilu meihatnya adalah saat-saat kemunculan TJ. Mulai dari saat dia yang sedang memompa ASI-nya, hingga saat dia kesakitan akibat Kanker yang dideritanya. Penampilan Ririn Ekawati sangat terlihat total bagi gue.

Banyak sekali selipan-selipan adegan yang sebenarnya berisi sindiran yang cukup miris. Satir kalo gue bisa bilang. Mulai dari kemunculan si manusia Togel, bocah-bocah ingusan yang nge-lem, sesama buruh yang saling sikut, bank titil (istilah yang gue ambil dari tanah lahiran gue untuk bank kredit barang).

Pada dasarnya semuanya adalah buruh, hanya pangkat dan status yang menjadikan itu semua terlihat berbeda.

Seperti apa yang telah diucapkan Sindur, “Peraturan perusahaan yang sudah belasan tahun ini tidak bisa diubah hanya karena air mata!” sampai sedemikian itulah sebuah sistem bisa begitu kejam. kemanusiaan sudah bukan lagi pertimbangan.

wpid-kisah-3-titik-posterJangan mempertanyakan ending dalam film ini, karena gue sendiri sadar, bahwa di dalam dunia nyata, nasib buruh juga belum menemui titik. Masih terombang-ambing. Miris tak miris, film ini rilis, disaat berbarengan dengan aksi demo buruh yang menuntut agar haknya terpenuhi. #MayDay

Buat semua jajaran punggawa di balik film #Kisah3Titik ini, ditunggu karya berikutnya yang lebih “nonjok”!!! GUDLAK!!!

Btw, hampir kelupaan, beberapa aktor pendukung, bisa dibilang cameo, ada yang dirasa pas, ada juga yang jadinya kayak cabe yang nyelip di gigi… kalian pasti tau siapa itu! Huft!!

IMG-20130503-02547

 

Foto: Dari berbagai sumber.

~ by Imamie on May 3, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: