Film ::: Star Trek into Darkness of Memories (2013)

Rabu (15/05/2013) kemaren, gue nonton film Star Trek Into Darkness 3D. Tidak ada rencana. Hanya karena ada ajakan dari seseorang yang baru dikenal lewat “dunia jejaringan sosial”.

images

Sebut saja orang itu Joe, tanpa ada prediksi, term and condition, gue iya-iya ajah ketika diajak nonton film itu. Apalagi nontonnya di Kuningan City. Lumayan pencerahan hati. Biasanya gue selektif banget ketemu orang, entah kenapa hari itu gue gampang banget janjian. Mungkin gue emang bener-bener desperate kali yaa?

Mandi gak lama-lama, asal bau wangi, kostum gak perlu yang glam, trus tetep dengan style yang itu-itu aja. Gue berangkat mengais kebahagiaan (lebay deeeh) menuju TKP.

Dan bla-bla-bla… ketemuan, kenalan, ngobrol dan akhirnya nonton.

Kesimpulannya, gue gak bisa respect sama tuh orang. Joe lebih mementingkan sesuatu yang membuat gue gak nyaman. Itu yang bertama. Yang kedua, gue males sama dia karena dianya pelit. Dari awal ketemu sampe gue udah keroncongan pengen buru-buru pulang, dia gak nawarin atau ngajakin gue makan. Bukannya gue apa-ato-apa, Tapi yang namanya orang yang ngajak, harus tanggung jawab dengan orang yang diajak (gak boleh protes dengan prinsip gue).

Intinya, nyebelin itu milik tuh orang. Beruntung aja gue sedikit terhibur dengan film Star Trek ini. Walo ada kejadian dramatis yang tak terduga telah terjadi. Mendadak gue mewek dan nangis saat adegan Kapten Kirk terisolasi di ruangan yang mengandung Radiasi. Spock yang hanya bisa melihatnya dari balik pintu kaca tidak bisa berbuat apa-apa. Spock yang notabene “mindset“nya berbeda dengan manusia kebanyakan, susah menggunakan perasaan, pada akhirnya mewek karena persahabatan mereka berdua.

Garis besar dari film yang gue tonton kali ini adalah sebenarnya, makna dari sebuah tim, persahabatan, kesetaraan, dan tanggung jawab. Di sini banyak sekali gue temui hal-hal yang sangat menggugah nurani. Betapa sebuah persahabatan itu bisa kadang indah, namun bisa secepat itu berubah menjadi bencana. Karena adanya rasa ketidak-percayaan.

images (3)Betapa dialog-dialog yang ringan tapi renyah terkadang nyelip di mulut dokter Bones. Termasuk Bully-nya Kirk ke Spock tentang si kuping lancip.

USS-Enterprise-Falling-Star-Trek-Into-DarknessMenonton film ini itu seperti diajak kembali ke masa anak-anak. Di mana gue berperan sebagai awak pesawat yang melakukan perjalanan antariksa.

Sekedar flashback, dulu pas masih kanak-kanak, sebuah pohon berbuah manis yang buahnya kecil-kecil bulat sebesar kelereng, yang kalo masak warnanya merah. Di kampung gue, namanya Pohon Keres. Pohon itu adalah pesawat Enterprise kami. Selalu ada cabang yang kokoh, dan situlah kokpit masing-masing dari kami menjalankan pesawat “enterprise” itu…. Entah dulu itu kami tujuannya mau ke Planet mana, yang jelas Imajinasi masih liar dan akibat terkontaminasi antara Power Rangers, Star Trek dan Film-film kartun sejamannya.

pohon2

Dan kini, imajinasi itu sedikit-demi-sedikit mulai muncul. Bedanya kali ini gue gak perlu nyari pohon keres dan menaikinya. Pesawat itu kini tergantikan oleh semangat. Semangat untuk bisa berubah. Selama gue masih punya semangat, Gue masih terus berharap bahwa akan ada perubahan demi perubahan yang bisa menjadi pembaharuan masa depan.

Kembali lagi ke masa kini,

Dan alhasil, setelah menonton, gue bersyukur, karena masih ada teman-teman dari gang Keyles yang bisa menjadi pemicu semangat. Berbicara mengenai seseorang yg gue kasih nama Joe, anggap saja dia udah pulang. #keselmodeon

Tidak ada hal yang menarik yang bisa kudapatkan dari perkenalan itu selain, ya gue nonton film gratis. Selebihnya, yang ada hanyalah ketidaknyamanan ekstra super. Bukannya gue “maen” fisik ya, tapi kok ya gak mikir gitu, seberapa “hebat” menjadi seseorang, hingga begitu gampang menyepelekan orang.

Menjadi tersepelekan itu menyakitkan, gue jadi inget saat Scotty (Simon Pegg) disepelekan oleh Kapten Kirk. Padahal kita bermaksud baik, namun besarnya ego seseorang, maksud baik itu larinya menjadi sebuah hal yang negatif.

Namun diantara semua itu, gue seneng banget akhirnya bisa kembali lagi menyaksikan akting si Zachary Quinto sebagai Spock. Setelah Dulu tampil memukau dalam serial HEROES sebagai villain tai kucing si Sylar (yang beneran gue sebel banget, tapi ajaibnya gue suka). Dan ya, setidaknya dia nantinya tidak saingan sama Benedict Cumberbatch sebagai Khan. Karena…jujur, gue cinta mati sama aktingnya yang super nyebelin! Sok pinter, sok kuat, pokoknya super sok!

Golden-Globes-zachary-quinto-10415231-1200-1616

lBD_VoWPiAhMhwDkFy7jwjl72eJkfbmt4t8yenImKBVaiQDB_Rd1H6kmuBWtceBJ

Zachary_Quinto_at_the_2009_Tribeca_Film_Festival_2

Quinto Bersama pasangannya, Jonathan

Quinto Bersama pasangannya, Jonathan

IMG-20130515-02724Well, Terkadang kita bisa menemukan kenangan di suatu momen yang tak terduga. Dan gue menemukan secuil kenangan masa kecil di film Star Trek ini… Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Bermimpi dan terus bermimpi adalah awal dari pembongkar ketidak-mungkinan… Untuk gue, terus bermimpi itu harus!!!!  Semangat!

 

Foto/gambar dari berbagai sumber

~ by Imamie on May 16, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: