Film ::: Laura & Marsha : Petualangan Sherina Part III

Sebuah film akan menjadi manis, kalo apa yang tersaji di dalam ceritanya gak melulu isi “manis”. Terkadang pahit getirnya rasa, justru membuat manisnya film makin berasa. Seperti apa yang telah di sajikan di petualangan Laura & Marsha kali ini.

Laura & MarshaAwalnya kita akan diperkenalkan dengan tokoh Laura (Prisia Nasution), sosok cewek kalem, pernah bersuami dengan masih membesarkan anak semata wayangnya, Luna (Afiqa) yang masih berusia 6 tahun. Bekerja di Travel Agency. Sempat mengalami koma akibat kecelakaan ditabrak sebuah mobil. Dan dia kini lebih memilih menjalani kehidupan yang lempeng sesuai dengan rutinitasnya.

Laura MarshaBerbeda dengan sahabatnya, Marsha (Ardinia Wirasti), yang free spirit banget. Kehidupannya lebih kepada sebuah kebebasan. Tidak (sempat) memikirkan sebuah makna “ikatan” bisa jadi sebuah “komitmen” dalam relationship. Jiwanya terlalu lama berkelana mengejar mimpi-mimpi yang bebas. Urakan, spontanitas dan selalu menyukai hal-hal baru. Tantangan adalah makanan sehari-hari.

Intinya, dua karakter ini memang sangat berbanding terbalik. Konflik yang menarik ketika, kedua-nya pada akhirnya sepakat untuk melakukan perjalanan keliling Eropa. Masing-masing membawa motif sendiri-sendiri. Rapi. Namun tidak membawa solusi ketika apabila di tengah perjalanan nanti, motifnya terbongkar.

Film-Laura-dan-MarshaPerjalanan panjang di Eropa, dengan memulai dari Amsterdam dan berakhir di Venice/Verona (pokoknya yang banyak gondolanya, bukan gondola yang nemplok di gedung-gedung yaa?). Sepanjang perjalanan, keduanya mengalami berbagai macam pasang surut mood. Laura yang pada akhirnya membuat segala macam peraturan, dan kayaknya Marsha berkontribusi untuk melanggar setiap peraturan yang dibuat oleh sahabatnya itu.

Seperti ketika dengan santainya, Marsha membawa serta orang asing untuk bergabung ke perjalanan mereka yang sejatinya menggunakan mobil sewaan, harapannya Marsha, agar si orang asing ini menjadi penunjuk jalan. Seorang Laura yang sesungguhnya adalah orang yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, awalnya tidak bisa setuju, namun melihat sikap Marsha yang kekeh, dia bisa apa.

206957_salah-satu-adegang-film-laura-dan-marsha_663_382Petualangan demi petualangan yang mereka alami, semakin mendekatkan satu sama lain, walaupun secara fisik mereka saling memisahkan diri karena sempat ada pertentangan batin satu sama lain. Namun ujung-ujungnya, keduanya bersatu lagi, dipersatukan oleh polisi imigrasi…

Hingga di akhir kisahnya, Laura seperti mendapatkan kado ter-manis. Jawaban atas pertanyaan yang hanya bisa dia dapatkan dalam dunia khayalan akhirnya bisa dia dapatkan. Persahabatan itu sesungguhnya ada di dalam film Laura & Marsha.

Dan setelah menyelesaikan tontonan film ini, gue merasa, bahwa film Laura & Marsha adalah sequel atau malah bagian dari trilogi akhir film lawas anak-anak, Petualangan Sherina. Dan film ini adalah bagian terakhirnya. Chapter 3.

IMG-20130530-02992Betul sekali, gue merasakan bahwa Sherina adalah cikal bakal dari terbentuknya karakter Laura & Marsha. sifat petualang dari si Marsha memperkuat itu, namun disini gue tidak mau lebih dalam membicarakan Sherina. Lagi pula itu hanya khayalan gue saja, Di sini kita ngomongin Laura dan Marsha.

Sebuah film yang sangat membikin gue cemburu tingkat dewa. Petualangan ke beberapa negeri di Eropa membuat gue semakin nyadar, bahwa Dunia itu isinya gak hanya Indonesia ajah….

Banyak sekali dialog-dialog yang terkadang meggelitik relung hati gue, Ceillah relung hati!!! Dan kebanyakan muncul dari mulut Marsha. Misalnya dialog tentang perjodohan antara Marsha dengan Ibu Laura.”Mau mandi kembang tiap hari juga kalo belum ada jodoh, ya belum ada jodoh aja” dan dialog-dialog keren lainnya.

Sebuah Opening Scene yang keren, dengan animasi yang minimalis tapi elegan. Entah apa kalo orang seni gambar menyebutnya, yang jelas sangat Europe banget! Ditambah lagi Scoring filmnya, sangat membuat bulu kuduk gue rontok serontok-rontoknya.

Salah satu scene yang paling gue suka, adalah saat mereka berdua nyasar, dikejar orang tak dikenal, dan mendarat di gudang penyimpanan minuman anggur. Benar-benar surga dunia!!!

Germany Danau - hDinna Jasanti, sebagai Director cukup jeli untuk menangkap setiap moment yang ada, dengan tulisan Mbak Tinut (Titien Wattimena) gue rasa harus ada tebakan, selalu ada improvisasi dialog! Chemistry antar tokoh utamanya sangat begitu nyata.

IMG-20130530-02990Mungkin sebagian penonton akan melihat bahwa ending dalam film ini adalah pahit bagi Laura, namun untuk jiwa-jiwa Laura, bahwa apa yang dia temukan di dalam perjalanannya adalah sebuah jawaban manis yang pada akhirnya bisa menyadarkannya, bahwa selalu ada cara untuk menemukan kebahagiaan, walau dengan sepahit apapun itu caranya.

Well! Gue hanya bisa menyematkan 4 bintang dari 5 bintang. Karena gue penggemar genre Roadmovie!

Viva film Indonesia!!!!!

gambar dari berbagai sumber.

~ by Imamie on May 31, 2013.

 
%d bloggers like this: