Film ::: (Gara-gara) Sang Kyai, Aku Berderai Air Mata

IMG-20130603-03074Untuk kali ini, pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya pembengkakan mata gue akibat nangis di dalam bioskop adalah segenap kru yang bertugas di film SANG KYAI….

Gue tidak mau komentar banyak. Film ini terlalu menyuguhkan penderitaan dan penyiksaan yang kadang kalanya membuat air mata gue meleleh di pipi. Sial banget, untung yang menonton film ini hanya ada 5 orang di pemutaran kedua bioskop Kalibata Mall. Jadi air mata gue tidak terlalu mubazir… Air mata gue mahal, hanya keluar kalo lagi kelaparan 3 hari tidak makan.

Back to Kyai…

81SK7Jujur, menonton film ini, mau tidak mau kita harus buka lagi pengalaman kita tentang pelajaran PSPB a.k.a Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

galIdFC_15012013_84622Mungkin saja, kalo dulu gue jadi dipesantrenkan di Tebu Ireng, mungkin gue bisa lebih sedikit tau banyak tentang silsilah sang Kyai. Tak ubahnya di film ini, kita sedang mempelajari silsilah dinasti Hasyim/Wahid.

Ketika ada lompatan tahun dalam segi penceritaan film ini, gue mengira bakal ada kebingungan di gue, ternyata, tidak terbukti. Walau sempat tertidur beberapa menit (karena gue yang emang kurang istirahat, bukan salah filmnya sih) gue masih bisa ngikutin jalan ceritanya.

Yang jelas, di film ini, ada tokoh fiksi Harun yang nantinya berperan penting dalam sebuah insiden legenda di Surabaya yang sampai saat ini masih misterius akan kebenaran ceritanya.

Ada sebuah Quote yang menggelitik dalam film ini, “Kaum Sarungan yang tidak punya aturan!”

1369705899813305033Awal konflik terjadi saat Jepang membuat tuduhan palsu atas keterlibatan Kyai Hasyim Asy’ari (Ikranagara) dengan peristiwa Cukir. Skenario Jepang berjalan sukses saat sang Kyai bersedia untuk ditangkap dan dipenjarakan. Melihat pemimpinnya ditangkap, semua santri Tebu Ireng akhirnya memberontak dan melakukan serangan balik atas pembebasan sang Kyai.

Hingga runut peristiwa seperti yang dituturkan dalam buku sejarah, perang demi perang, perlawanan melawan penjajah Jepang hingga Inggris, terlewati. Merdeka!!!

1059297-20121216ekia-kcmfilm-620X310SANG KYAI adalah salah satu film sejarah, genre perang yang lumayan patut diperhitungan dalam koleksi film Indonesia. Karena bagi gue, ada hal yang paling membanggakan dari film ini adalah moment perang dengan pasukan Gurkah, red turban. Betapa efek yang digunakan dalam adegan perang, mengingatkan gue akan film Saving Private Ryan. Untuk adegan tembakannya doang lho tapinya. Kalo untuk adegan naik genteng dan melihat kehancuran bumi, spesial efeknya masih kasar.

Untuk penonton yang jeli, sebenarnya ras Jepang dan China itu sangat berbeda, yang membuat mereka sama hanyalah masalah orientalisasi. Ada ke-khas-an struktur wajah Jepang dan China. Jadi ketika ada figuran China yang nyempil di tentara Jepang, jatuhnya jadi kayak aneh aja. “Bukannya dia harus jaga toko, ngapain bantuin Jepang ikut-ikutan perang?!”

syuting-sang-kyaiJujur banget, Di Indonesia, kalo sudah urusan rakyat jelata dan kemiskinan yang melanda, pasti jatuhnya dapet banget feelnya. pendalaman karakter figuran rakyat jelata begitu alami. Pertanyaan gue, mereka bener-bener miskin atau kah hebatnya kerja sama penata artistik dengan penata busana/ make up artisnya? Heran gue!

Selalu ada fiksi di setiap film berdasar kisah nyata. Tokoh Harun (Adipati Dolken) yang (mungkin) murid kesayangan sang Kyai, yang sampe mau-maunya melamarkan dia dengan pujaan hatinya Sari ( gak tau siapa yang maen, aktingnya gak buruk-buruk banget).

sang-kyai-6-e1366950451463sang-kyai-8-e1366950257869Namun di film ini, sama seperti dulu, Christine Hakim juaranya. Perannya sebagai Nyai Kapu mampu mengisi peran perempuan yang kososng diantara film “laki-laki”. Andilnya juga lumayan banyak.

Menonton film ini entah kenapa seperti sedang terapi air mata. Ada lebih dari empat sesi gue mellow. Nangis gak jelas. Tetapi mendadak langsung badmood saat ada Pasha Ungu tiba-tiba nyanyi saat Sari melihat calon bapak anaknya sudah pulang menjadi mayat. Kenapa harus Ungu?????? Mentang-mentang Sari jadi janda gitu?

Sukses buat sang Sutradara, Rako Prijanto, yang akhirnya bisa membuat gue mellow di saat-saat perang… film ini bagi gue udah memecahkan rekor Muri sebagai Film Indonesia tema Perang pertama yang membikin gue mewek nangis berturut-turut!

Dan yang terakhir, pertanyaan seputar pelajaran sejarah akhirnya sudah menemukan jawaban baru, atas pertanyaan, SIAPAKAH YANG MELEDAKKAN BOM DI MOBIL YANG DITUMPANGI MALLABY???

IMG-20130603-03072Temukan jawabannya di film ini, mumpung masih beredar, ajak pasangan kamu, karena film ini penuh cintaaaa! *lebay

3.5 /5

Just for fun….

*foto/gambar dari berbagai sumber

~ by Imamie on June 4, 2013.

6 Responses to “Film ::: (Gara-gara) Sang Kyai, Aku Berderai Air Mata”

  1. Gue belum nonton itu film, tapi kata yang temen gue bagus.

    Oh iya bro, lu orang Pasming ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: