Film ::: World War Z (2013), Ketika Para Zombie (Mulai) Move ON

Mempunyai sebuah keluarga terkadang menjadi impian (tidak) semua manusia. Sebuah keluarga yang harmonis. Tentunya tak melulu terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak. Kadang sebuah keluarga malah kelewat harmonis ketika terdiri dari Ayah, Bapak dan Anak. Atau bisa juga Ibu, Bunda dan Anak. Malah tanpa kehadiran Anak pun bisa disebut keluarga juga. Intinya ada sebuah timbal balik dan keterkaitan yang melibatkan kehangatan masing-masing individu/personal di dalam sebuah lingkup sosial yang terkecil.

09

 

APphoto_Film Review World War ZSiapa yang tidak mengidam-idamkan sebuah keluarga. Yang harmonis, penuh kehangatan dan dinamis. Tidak ada masalah yang tidak terpecahkan. Sebuah komunikasi yang terbuka antar anggota keluarga. Adalah awal dari kebahagiaan yang didambakan setiap orang.

Namun, pertanyaannya disini, Apa yang akan kita lakukan seandainya, tiba-tiba, keadaan memaksakan kita untuk meninggalkan keluarga?

Kali ini dari sudut pandang seorang “Duta” PBB yang mau tidak mau harus berjuang untuk “menyelamatkan” keluarganya. Dalam hal ini, makna keluarga yang sebenarnya bisa melebar menjadi “keluarga besar a.k.a seluruh umat manusia di dunia”. Jadi garis besarnya, seorang Gerry Lane (Brad Pitt) dengan track record yang begitu gemilang dalam misi penyelamatan dalam peperangan yang pernah dia alami, menjadi “jagoan” PBB untuk misi “penyelamatan” yang bisa dikatakan mustahil ini.

Brad Pitt in World War ZDi kisahkan, mendadak seluruh dunia terkena wabah Z. Z untuk Zombie. Wabah Zombie yang teridentifikasi berasal dari Korea Utara ini menyebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan menit. Mendadak Seluruh dunia berisi manusia-manusia “mati” yang hidup dan memburu manusia-manusia yang masih bernyawa (baca: hidup).

Ketika Gerry dan istrinya, Karin Lane (Mireille Enos) dan kedua putrinya terjebak dalam sebuah kemacetan yang (luar) biasa terjadi di jalanan mendadak ada ledakan besar yang mengawali pertanda bahwa ada zombie-zombie buas yang melakukan intimidasi besar-besaran atas keberadaan manusia yang hidup.

Berhamburan lah orang-orang yang sedang terjebak di dalam rutinitasnya masing-masing. semuanya mencoba untuk menyelamatkan dirinya masing-masing. termasuk juga Gerry yang harus menyelamatkan keluarga tercintanya.

04Suasana tidak terkendali. Selama dalam perjalanan untuk menyelamatkan diri, Gerry melihat, bahwa virus yang dibawa oleh zombie ini ternyata mempunyai efek yang sangat dahsyat. Manusia yang “tergigit” oleh zombie dalam hitungan detik akan tertular dan menjadi turunan zombie yang sama. Zombie yang tidak berjalan pelan, melainkan zombie yang bisa berlari cepat.

Gerry pun menghubungi teman kantornya yang masih aktif bekerja di PBB. Karena pihak PBB sendiri membutuhkan Gerry untuk sebuah misi, maka dikirimlah bantuan untuk menyelamatkan keluarga Gerry.

Kondisi dunia tampak menyeramkan. zombie-zombie berlarian kesana-kemari mengejar “mangsa” yang mencoba untuk melarikan diri.

Beruntung, keluarga Gerry mendapat tumpangan untuk berlindung sementara. Namun Gerry sadar, di dalam setiap keadaan apapun, lebih baik bergerak dari pada diam di tempat.

Setelah diselamatkan, Gerry serasa diposisikan sebagai orang yang harus menjadi kuat. Dalam artian, keluarganya adalah prioritas. Mau tidak mau, Gerry akhirnya menerima tawaran untuk menemani Dr. Fassbach mengambil sampel zombie di negara Korea Utara. Namun keadaan menjadi berubah, tatkala insiden tragis menimpa Dr. Fassbach. Dia mati tertembak pistol yang digenggamnya sendiri.

watch-world-war-z-onlineAkhirnya, Gerry bergerak sendiri dengan mengumpulkan berbagai informasi demi keinginan dia untuk bisa kembali bersama keluarganya.

Dari petunjuk yang membawanya ke Yerusallem terkait “Jurgen Warmbrunn” hingga ke Wales “Fasilitas Riset WHO”.

Yang pada akhirnya Gerry menemukan sebuah jawaban dari tragedi dunia yang sempat mengancam stabilitas kehidupan umat manusia. Dan yang terpenting, Apakah keluarga yang dia puja-puja sebagai puncak kebahagiaannya juga selamat?

***

Novel World War Z

Novel World War Z

Zombie kali ini digambarkan jagoan sprinter. Atlit halang rintang, hingga paralayang. Bisa di bilang, untuk kasus film ini, dimana-mana ada zombie.

Tampaknya sang creator cerita ini paham betul, sudah selayaknya ada evolusi besar-besaran atas pengkarakteran sesosok zombie yang selalu digambarkan “monster” yang lemot dan lelet. Film yang di ambil dari novel yang berjudul sama karya Max Brooks bisa dibilang adalah film ber-genre zombie pertama yang “out of the box” diantara film zombie yang sebelumnya.

Marc Forster

Marc Forster

Penyutradaraan Oleh Marc Forster bisa dibilang lumayan bagus untuk sutradara yang biasa main aman di ranah drama. Karena bukan kali pertama dia memindahkan media novel ke sebuah film layar lebar. The Kite Runner adalah salah satu karya yang membuat dia ada alasan untuk menggarap film ini. Dia juga yang mengarahkan Halle Berry yang akhirnya mendapatkan piala oscar lewat film Monster’s Ball.

Kali ini gue mau ngomongin om Pitt alias Brad Pitt. Di film ini, tampak sekali dia terlihat “matang” walau gue sangat “haram” untuk bilang tua. Masalahnya gue sudah pernah melihat Om Pitt tua di filmnya yang lain, The Curious Case of Benjamin Button. Entah kenapa, makin lama dia terlihat Shine bright like a diamond…a.k.a Brondong tua. By the way, gue suka banget sama gelang yang dipake Gerry.

Salut untuk komposer Marco Beltrami yang sudah membuat jadi megah epi(c)demi zombie ini. Komposisi yang pas ketika setiap scoring mengisi emosi di setiap langkah Gerry.

Mother Nature is a Serial Killer

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil di film ini. Salah satunya adalah, perlunya kita untuk bisa menguasai bahasa yang paling mendunia. Setidaknya kita akan perlu suatu saat nanti. Karena hidup ini isinya tidak hanya Indonesia saja. Belahan dunia lain suatu saat akan bisa ditempuh hanya alam jarak “perdetik”. Sudah dari dulu, kita bisa memindah visual dan audio ke tempat lain dalam waktu yang bersamaan (baca: skye). Bahasa dunia itu perlu!

world-war-z-first-trailer1Selain Zombie-zombie-an, flm ini sebenarnya mengangkat tema dasar dari sebuah film, yaitu Drama. Pentingnya keluarga, Pengorbanan dan Helping each other.

Intinya, selama gue nonton film ini, gue gak tertidur. Padahal, selama pengalaman gue nonton di jam-jam pemutaran pertama bioskop, Kalo gak tertidur pasti nguap terus-terusan. Bisa jadi ini karena faktor B.

Dan entah dapat rumus dari mana, kayaknya Brad Pitt bagi gue sudah gak bisa lagi berakting “payah”, sesimpel apapun itu penampilan karakternya di film, sudah mendapat pemakluman di hati gue. Kalo kata orang aktingnya jelek, bagi gue, dia AMAZING! Awesome di segala bidang!

05Termasuk jajaran cast yang lainnya. Malah gue lebih “suka” untuk karakter zombie kali ini. Patut mendapat acungan jempol. Karena tak perlu lagi menjelaskan mengapa para zombie bisa berlari. Tidak lagi jalan pelan terseok-seok. seakan-akan semasa hidupnya dulu penuh kegalauan.

Zombie yang di film ini lebih “move on” ketimbang zombie yang di film-film sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Zombie di film Warm Bodies yang alay bin ajaib (heal because of love), Zombie di World War Z… gak galau gak mellow. Selalu kedepan, kalo perlu lari kencang.

Special effect untuk zombie-zombie-nya juga bisa dibilang keren kuadrat. walau gak ada yang baru dari segi penampilan. Namun keberadaan mereka cukup mengobati untuk para Zombielista.

Salah satu quote yang keluar dari narasi Gerry lake yang paling gue inget!

“JIKA KAU BISA MELAWAN, LAWAN!”

Pasar Minggu-20130621-03291Walaupun kandungan genre di film ini adalah Action dan Horror yang kental. Namun dari tangan Marc Forster, film ini diolah menjadi bisa bertutur secara dramatis. Berhubung ini adalah film Horror juga, unsur kejutan-nya kadang bikin “males”. Merusak pasaran gue selama berada di dalam teater. “Itu siapa sih yang tereak-tereak, NORAK BANGET!!”

Tapi sebagai film yang memang niat untuk di 3D-kan, feel-nya megang banget.

11Terakhir, gue hanya bisa ngasih pelukan hangat buat om Brad, sukses terus yaa!! Om Forster juga! Bikin film musikal doong!!😛

3.8 dari 5 bintang.

Foto diambil dari berbagai sumber.

~ by Imamie on June 21, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: