Film ::: Summer Storm (2004) a.k.a Sommersturm

Walau sama-sama ada kata SUMMER-nya, film Summer Storm yang berjudul asli SOMMERSTURM ini tidak ada sangkut pautnya dengan ETERNAL SUMMER. Walau sama-sama bergenre drama remaja yang garis besarnya menceritakan tentang pencarian jati diri, namun yang membedakan, satu rasa eropa, yang satu rasa asia (baca: eternal summer).

02Film yang berbahasa Jerman ini mengambil kisah sepasang remaja yang menjadi sahabat sejak kecil dan tak terpisahkan. Ada Tobi (Robert Stadlober) dan Achim (Kostja Ullmann) yang terlihat sekali kedekatannya. Mulai dari hal-hal kecil hingga “onani” bareng, semuanya mereka lakukan atas nama persahabatan.

03Mereka berdua ini adalah atlit olah raga dayung di desanya. Dan karena memang tradisi olah raga dayung udah jadi tradisi turun menurun. sehingga pemuda-pemudi di desa tersebut merasa bangga menjadi bagian dari perkumpulan atlit dayung.

Achim mempunyai kekasih Sandra, sedangkan Tobi sendiri masih pedekate dengan Anke (Alicja Bachleda-Curus). Hubungan Achim dengan Sandra bisa dibilang cukup mesra membara, berbeda dengan Tobi dan Anke yang biasa-biasa aja tanpa ada percikan yang tampak begitu menjanjikan.

Dan kedekatan Achim dengan Sandra malah menjadikan Tobi begitu “cemburu” berat. Udah ah gak penting gue mau cerita apaan. Ntar jadi spoiler. Mending nonton sendiri filmnya.

10Sebenarnya film ini adalah bagi gue pribadi, merupakan termasuk dalam film yang cocok buat membuka jalan pemikiran yang baru. Bagaimana kita bisa mencari arah dalam menentukan jati diri. Pertama kita pasti akan dihadapkan kepada pertanyaan, “siapa ya kita ini?”

11Menemukan kesenangan yang didapat dari kesepakatan atas dasar pertemanan. Bukan percintaan. Tobi yang memanfaatkan pertemanan itu untuk mendapatkan pleasure karena melihat Achim “beronani” secara langsung. Mungkin bagi Achim, berbagi onani mungkin biasa aja baginya, namun bagi Tobi, itu luar biasa.

Tobi yang super galau karena bingung dengan identitasnya akhirnya merasa mendapatkan jawaban, walau sedikit demi sedikit. Karena kebetulan ada salah satu tim lawan yang kebetulan sama-sama menggunakan camp yang sama untuk latihan. Dan yang lebih mencengangkan lagi, tim lawan adalah terdiri dari pemuda-pemuda gay yang udah open /coming out.

Dan belajar dari mereka (secara gak langsung), Tobi menjadi remaja yang rebel. Tabiatnya mulai terlihat pedas tatkala semua orang yang berada di sekelilingnya mulai melakukan diskriminasi seksual.

08Namun akhirnya semua bisa terselesaikan ketika sebuah komunikasi menjadi solusi yang memang dari awal menjadi penghambat. Tak ada komunikasi searah. Saling curiga satu-sama lain. Namun justru Tobi memanfaatkan summer camp itu menjadi ajang bagaimana dia menemukan makna hidup secara gak langsung.

Melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, mungkin sebagian dari kita sudah mengalaminya. Satu hal yang bagi kita sangat menegangkan sekaligus luar biasa. Dimana kita bakal merasakan sebuah sensasi yang tidak pernah kita rasakan dan duga sebelumnya.

Masa-masa “mlethek” juga tak ayal menjadi pengalaman yang bakal tidak pernah terlupakan. Dan masa itu menjadi masa dimana kita gak ada kuasa untuk mengatur, apakah kita mlethek dalam alur menyenangkan atau mlethek karena kita dalam kondisi yang “suram”.

01Mlethek dalam padanan katanya berarti “menjadi seperti yang sekarang (baca: lebih menerima keadaan diri sendiri apapun itu kondisinya) memang menjadi fenomena yang selalu memorable bagi para LGBT(baca: Lesbian Gay Biseks, Trans-jender/seksual). moment-moment “mlethek” sangat diidentifikasikan sebagai moment dimana seorang LGBT bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Terlepas dari dia mau coming out atau tidak. Karena Mlethek sendiri bukan jaminan bagi seorang LGBT itu langsung bersegera coming out di muka umum.

“Gue boleh Mlethek, tapi kalo coming out, ntar dulu! MAU CARI MATI?!!” ungkapan dari beberapa teman memang terdengar ekstrim ketika ditanyai tanggapan persoal coming out. Memang bukan berlebihan kalo mereka bisa mengatakan hal seperti itu diatas, karena kondisi lingkungan dan faktor-faktor x lainnya, menjadikan si Mletheker ini pilih aman dulu.

Terkadang diantara mereka, ketika udah Mlethek-se-Mlethek-Mlethek-nya malah bisa berpikiran untuk “memperkaya” diri dan memakmurkan hidupnya terlebih dahulu. Baru kemudian coming out. Karena dengan anggapan bahwa kalopun nanti diusir atau tidak, dia udah dalam posisi “aman” terkendali. Tidak perlu menjadi gembel kalo sewaktu-waktu diusir.

Robert Stadlober as Tobi

Robert Stadlober as Tobi

Kostja Ullmann as Achim

Kostja Ullmann as Achim

Marlon Kittel as Leo

Marlon Kittel as Leo

Hanno Koffler as Malte

Hanno Koffler as Malte

 

Makanya tidak heran, banyak eks Mletheker yang udah mapan dan hidup semena-mena dengan gelimpangan hartanya. Jangan salahkan hedon-nya, jangan salahkan gaya hidupnya. Stigma juga yang punya andil menjadikan mereka seperti itu. Ingat! peran serta kaum hetero dalam menghedonkan para Mletheker lebih besar ketimbang para Mletheker sendiri.

Walo gue sendiri juga tidak begitu suka dengan hedonism, tetapi balik lagi, jalan hidup setiap manusia tak lepas dari achievement… Dan gaya hedon itu adalah satu bentuk Achievement mereka. Toh mereka udah gede, Udah punya kenti sendiri… Jadi gak ada hak kita juga ngatur-ngatur kenti mereka.

Jadi, mau kita gini ato gitu, mau Mlethek atau tetep dengan topeng palsu, silahkan aja. toh yang ribet juga mereka-mereka sendiri. karena titik kenyamanan seseorang itu walau terlihat sama tapi sebenarnya berbeda.

summerstormBegitu halnya dengan Tobi. Ketika dia udah sepakat dengan kondisinya yang sekarang. Mau bagaimana lagi, Mlethek ya Mlethek ajah!!! sesuai dengan tagline film ini, life happens without warning.

3 dari 5 Bintang.

Foto dari berbagai sumber internet.

~ by Imamie on June 25, 2013.

7 Responses to “Film ::: Summer Storm (2004) a.k.a Sommersturm”

  1. Tobynya mungkin kayak jonathan kali ya hehe.
    Baru dapat kosakata baru: mlethek. Btw, yang jadi Achim bikin mlethek juga *apasih*:mrgreen:

  2. Owalah…. jonathan yang itu….

  3. klo maumu sperti itu go ahead!!!!!!!hidupmu ya hdupmu,,,agamamu ya agamamu,,,lah wong bkan aqu jg yg bkal nyelamatin qmu.dan sya tekankan sm qmu sy tdk memaksa qmu dan tdk akan prnah memaksa kan.qmu sndri yg ngaku” islam.klo islam ya hrusnya pham donk dgn ayat” alquran.lah di ksh ayat sgitu aja udah kpanasan ky org kbkaran jenggot.jgn tkut mas sm kebenaran?????tkutlah saat qmu ga sadar melakukan bnyak prbuatan dosa.msh untung klo sdarnya di dunia,,,klo dah smpe akhirat gmana???psti qmu akan ingat pesan ini(naudzubillahi min dzalik).
    tman yg sjati adalah yg membuat qmu mrasa tdk nyaman saat qmu mlakukan dosa,dan dy akan slalu menemanimu hingga qmu sdar akan prbuatan dosamu
    so simple to be human,,,right?
    oh ya skedar mengingatkan bca lg donk comment qmu dr prtama,biar qmu knal siapa dri qmu sbenarnya.
    stiap qmu comment ga sesuai sm omongannya,,,ga sinkron,,,pembenaran dri sndiri aja dan terlalu egois.
    hati” ya mas??????apa yg qmu tnam akan qmu ptik di kmudian hri.jdilah manusia yg pandai dlm bermuamalah dan bertutur kata.agar mengerti mana petunjuk mana tong kosong nyaring bunyinya????
    wallahu a’lam bisshawab
    wassalam

  4. untk masnya yg cramah diatas…aku mo tnya nich. aku ni c0w0k tpi sma kayak tobi. gimana tuch?…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: