Film ::: Bear Cub/Cachorro (2004)

05Sampai saat ini, gue masih belum nemu, titik benar salah itu letak perbedaannya dimana. Keduanya terkadang bertukar posisi. Benar jadi salah, salah jadi benar. Pada akhirnya kembali pada porsi yang biasanya disebut “relatif.”

Begitu halnya para homoseksual yang terkadang berada di posisi minoritas yang terpaksa terlihat salah di kalangan heteroseksual—selaku golongan mayoritas. Sehingga dari kondisi tersebut, secara stigma disimpulkan yang paling banyak secara kuantitas, itulah yang paling benar. Dan bisa jadi kalau menggunakan pola perumusan seperti itu, maka posisi homoseksual pada nyatanya akan menjadi “benar” bila dalam lingkup kecil, suatu kelompok kecil yang terdiri dari hampir mayoritas homoseksual dengan heteroseksual yang minor. Jadi penilaian benar salah berdasarkan kuantitas mayor-minor seharusnya tidak layak lagi untuk digunakan.

Begitu pula dengan yang terjadi di film Cachorro (Bear Cub). Sebuah film drama yang menampilkan sosok homoseksual (gay) sebagai tokoh sentralnya. Apapun akan terlihat benar. Karena gue tidak melihat adanya mayoritas dan minoritas di film ini. Malah kalau tidak mau diperdebatkan, sejujurnya film ini lebih bermain pada salah satu jenis sex role gay type yang biasa disebut “golongan BEAR/HAIRY”

Kenapa disebut Bear? Ya semua gay tau, spesifikasi berbadan gempal. Lebih dari porsi tubuh yang “biasanya” (nih, dari sinilah akibatnya pengkondisian orang yang berbadan besar menjadi suatu “kesalahan” karena yang benar adalah mereka yang berpostur tidak besar dalam jumlah yang lebih dari standar, sehingga kondisi yang paling ideal untuk ukuran manusia adalah TIDAK GEMUK).

Dan ternyata, dari semua jenis pengkategorian, mulai dari yang Bear, ada pula kategori Skinny, Slim (kurus). Pada akhirnya ini mulai jatuh-jatuhnya ke urusan kesukaan. Ada yang suka gara-gara gemuknya, gara-gara bulunya, gara-gara kurusnya, bahkan ada pula sampai diluar bentuk tubuh, semisal kesukaan karena berseragam, karena memakai kostum kulit atau lateks/vinteks, bahkan kesukaan karena suka di “siksa” (sadomasochism).

Well, Cachorro lebih fokus ke Bear. Seorang dokter yang sudah coming out ke saudara dan orang-orang yang dikenalnya. Salah satunya, kepada keponakan dia, Bernardo (David Castillo). Tinggal seorang diri di sebuah apartemen sudah biasa bagi seorang Pedro (Jose Luis Garcia-Perez). Tterlebih dia memiliki banyak teman. Termasuk fuck body. Ideologi yang dibawa Pedro, tidak ada pasangan sejati. Saling memiliki akan menjadi sangat bumerang bagi kehidupannya. Itu yang selama ini dia pelajari dari pengalamannya.

02Dan suatu ketika, kakak perempuannya, Violeta (Elvira Lindo) datang bersama anaknya Bernardo. Dia bermaksud untuk menitipkan Bernardo ke Pedro. Awalnya Pedro keberatan, terlepas dengan ke-gay-annya. Pedro menghawatirkan teman-teman pedro yang punya kebiasaan main ke apartemennya dengan kebiasaan yang macam-macam.

Namun Violeta tidak peduli. Secara, Bernardo sudah dicekoki dengan pemahaman gay. Bahkan menurut pengakuan Violeta, dia malah berharap agar Bernardo menjadi seorang Gay. Violeta merasa, bahwa naluri-nya sebagai seorang ibu merasa yakin, bahwa anaknya, bernardo akan menjadi gay yang manis seperti pamannya.

Violeta bermaksud ke India dengan kekasih barunya. Ada impian yang harus dicapai. Dia berjanji, secepatnya akan menemui anak dan adiknya kembali.

Ternyata, setelah keberangkatan Violeta ke India, Ibu mertua Violeta, Teresa berkeinginan untuk mengambil hak asuh Bernardo. Dia merasa, bahwa dia punya hak untuk merawat Bernardo. Dia melihat bahwa Violeta telah menyia-nyiakan keberadaan Bernardo, hingga dititipkan ke pamannya, Pedro.

Bear Cub (Cachorro)Namun kasih sayang Pedro kepada kakaknya tidak membuat hatinya luluh pada kemauan Teresa. Sehingga sikap Pedro membuat Teresa merasa kesulitan untuk merebut Bernardo. Dan alhasil, berbagai cara dilakukan Teresa untuk mendapatkan hak asuh Bernardo.

Well, konflik pada film ini akhirnya punya sub plot yang masing-masing saling berkaitan. Mulai dari konflik Pedro dengan bernardo, Pedro dengan Teresa, Pedro dengan asmaranya, Pedro dengan HIV-nya dan Pedro dengan kebahagiaannya.

Sebuah ide cerita yang mungkin diambil dari model kehidupan seorang bear sukses dan ternyata dibalik kesuksesannya sebagai dokter, ternyata mempunyai masalah pelik. Seperti kenyataan, apa jadinya ketika seorang dokter ternyata mengidap HIV. Walau bukan sesuatu hal yang menakutkan bagi Pedro (secara Pedro sudah sadar dan paham betul bagaimana memperlakukan HIV).

04Menjadi bagian dari komunitas Bear. Persahabatan yang kental memang bisa ditemukan di pertemanan para gay, dimanapun. Tidak hanya di spanyol. Di manapun. Disinilah sebenernya makna sebuah keluarga yang sebenarnya. Karena semua pada nasib dan kondisi yang sama.

Terkadang, setiap manusia memang butuh saat-saat untuk menjadi terpuruk. Karena itu supaya manusia bisa merasakan bagaimana rasanya bangkit dari keterpurukan itu sendiri.

01Secara garis besar, film ini sangat begitu kuat dalam penceritaannya. Penokohan yang mendalam dari masing-masing karakter, menjadikan film ini sangat mengena. Terkadang tanpa disadari, ketika nonton film ini pada salah satu scene seakan akan berucap, “ini gue banget!”

Penulis ceritanya tahu betul seluk beluk kehidupan gay. Walau dalam pengertiannya, tidak dimaksudkan untuk merusak citra gay itu sendiri. Hanya saja, gay terlihat seperti demikian (di dalam filmnya) ya karena akibat dari sebab. Masih tidak bisa diterimanya keberadaan gay di lingkungan sekitar.

Adanya pengkotak-kotakan ruang, yang akhirnya para gay menciptakan ruang kotak sendiri. Itulah kesan yang akhirnya malah jadi salah kaprah, seolah-olah gay punya kelas sendiri. Padahal kenyataannya, gay dan manusia lainnya sama-sama sederajat. Tidak ada perbedaan. Ini semua hanya masalah orientasi seksual yang “memang” tidak bisa dipaksakan sama. Tuhan juga tahu itu!

06Akhirnya ada satu kesimpulan. Apapun orientasinya, yang salah adalah bagaimana kita melihat dunia dari satu sisi saja. Ada 7 miliar pasang mata yang semuanya punya sudut pandang hidup yang berbeda. Ingat itu! Kita tidak sendiri hidup di dunia!!!

 

 

~ by Imamie on August 28, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: