Film ::: Toast (2010)

Toast…

03Sebuah film sederhana yang berkisah tentang passion. Tentang masa kecil. Tentang makna kasih sayang. Tentang segala hal. Di awal film kita akan diberikan sebuah opening tagline, “This film is based on childhood memories. Although inspired by a true story some of the events and characters have been invented or changed for dramatic effect. Jadi sebenarnya film yang bakal gue omongin ini berdasarkan kisah nyata seorang food writer, tentunya dengan dramatisasi demi kebutuhan cerita film itu sendiri.

07Berkisah tentang Nigel (Oscar Kennedy). Bocah melankolis yang lebih suka menyendiri dan selalu berkhayal dengan imajinasinya. Yaitu menjadi pemilik toko kelontong yang menjual aneka makanan kaleng dan juga roti. Kecenderungan Nigel terkadang membuat orang tuanya miris. Namun bagaimana lagi, namanya juga anak-anak.

Suatu ketika, ada tukang kebun cowok yang menarik perhatian Nigel. Josh (Matthew McNulty), nama tukang kebun itu, rupa-rupanya Nigel punya ketertarikan yang baginya entah itu disebut apa. Yang jelas dia menyukai dan mengagumi sosok Josh. Hingga Nigel merasakan bahwa Josh adalah sosok yang paling sempurna baginya. Baik hati dan pengertian. Namun hubungan mereka berdua ternyata terendus oleh Ayah Nigel (Ken Stott). Dengan alasan demi kebaikan Nigel, Sang Ayah memecat Josh dan menggantinya dengan tukang kebun yang lebih tua dan tidak enak diajak untuk berteman.

04Ibu Nigel ( Victoria Hamilton ) tidak begitu mahir membuat aneka masakan dan kue. Sementara hasrat Nigel selalu ingin menggeluti dunia masak-memasak. Sehingga ada hal dari mereka berdua yang terkadang berseberangan. Ditambah lagi Ibu Nigel yang mengidap Asma akut, sehingga ruang geraknya sangat terbatasi. Dan benar-benar harus bisa menjaga diri agar sewaktu-waktu tidak kambuh asma-nya.

Rasa sayang Nigel terhadap ibunya bisa terlihat dari saat keduanya berdansa di sebuah pesta. Memang keduanya saling menyayangi. Hingga suatu ketika, Nigel merasa bahwa suatu saat dia harus membuat masakan bareng dengan Ibunya. Padahal seiring dengan berjalannya waktu, asma Ibu Nigel mulai sering kumat-kumatan. Sehingga sempat membuat Nigel khawatir. Apakah mereka berdua ada waktu bersama untuk membuat kue pie atau yang lainnya.

Hingga sampai lah pada hal yang dikhawatirkan Nigel. Ibunya meninggal dunia. Nigel berusaha untuk bisa menerima itu. Bayangan sosok Ibunya masih saja melekat. Kedekatannya dengan sang Ibu membuat dia sulit untuk melepaskan bayang-bayang orang yang paling dikasihinya. Berbalik dengan ayah nigel yang kaku dan lebih banyak marah.

09Dan live must go on! Ruang kosong yang ada di kehidupan Nigel mendadak diisi oleh tukang bersih-bersih, Nyonya Potter (Helena Bonham Carter). Alasan ayah Nigel mempekerjakan Ny. Potter adalah untuk merawat rumah dan segala isinya. Nigel sangat tidak setuju, seolah-olah Ayah Nigel terlihat begitu melupakan sosok mendiang Ibunya. Begitu cepatnya mencari pengganti. Apalagi atitude Ny. Potter yang begitu genit setiap kali bekerja. Gayanya yang acuh tidak membuat Nigel simpatik. Yang ada malah benci setengah mati. Namun sikap Nigel berubah tatkala Ayah Nigel mengeluarkan ultimatum kepadanya. Menerima keadaan atau keluar dari rumah!

08Saat Nigel tumbuh menjadi ABG (Freddie Highmore), masa-masa itu adalah masa dimana dia mulai dengan masa pencarian jati diri. Pemberontakan demi pemberontakan ala-ala anak muda jaman dulu pun mulai dia tunjukkan. Seperti memilih kelas memasak bikin kue yang notabene tak seorangpun anak cowok yang mau dan sudi mengambil kelas itu. Namun bagi Nigel itu panggilan jiwa. Mempelajari resep dan menunjukkannya kepada sang Ayah. Salah satu tujuannya tak lain adalah untuk menyaingi Ny. Potter yang mahir bikin kue.

Well, film konsumsi televisi ini sangat lambat pace-nya. Gaya-gaya film british. Dan seperti biasa, bagi gue, selalu ada yang menarik di setiap film yang aksent inggrisnya ngegemesin ini.

T-756.jpgSosok Nigel mengingatkan pada gue sendiri yang paling demen sama dunia makanan. Bedanya Nigel lebih suka aneka kue-kue-an sementara gue lebih ke masakan. Memang gue akui, kalo sudah suka, mau diapapun juga gak bakal bisa ditinggalkan. Begitu juga sebaliknya, kalo tidak ada passion, dipaksain juga gak bakalan bisa menyatu dengan jiwa. Hanya bakat dan minat yang bisa mendukung itu semua.

Kembali ke cerita Nigel yang ternyata diadaptasi dari kisah nyata Nigel Slater. Seorang Penulis masakan, jurnalis dan broadcaster. Dikisahkan di film ini Nigel akhirnya bisa mendapatkan kebebasan atas kehidupannya justru setelah dia ditinggal mati Ayahnya. Menemukan jalannya untuk menjawab dari pertanyaan atas passion yang selama ini dia yakini. Bahwa memasak adalah jalannya untuk menuju masa depan yang dia bayangkan sejak kecil. Termasuk ketertarikannya dengan seorang laki-laki.

Nigel Slater

Nigel Slater (sekarang)

Ada sekelumit kisah sukses dari sesosok anak kecil yang berani menyimpan mimpinya hingga dia menjadi dewasa. Tanpa harus mengubur dalam-dalam mimpi tersebut. Karena ketangguhan hati dan kesanggupan jiwa lah yang bisa mengantarkan kita pada mimpi-mimpi yang sudah tersusun rapi! PASSION… DREAM… BELIEVE… IT!!!

~ by Imamie on October 28, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: