Film ::: Carrie (2013)

Sebenarnya gue masih gak percaya, mengapa gue musti bikin tulisan soal film ini. Soal film Carrie, adaptasi dari novel karya Stephen King. Yang dulu juga sudah pernah difilmkan tahun 1976. Namun di sini gue gak mau ngebahas soal perbandingan film yang dulu dan yang sekarang. Gue lagi pengen ngebuka luka lama gue yang secara tidak langsung terkuak di beberapa bagian cerita film Carrie.

01Ini semua tentang bullying. Walopun ngebahas soal tekinesis juga menarik. Tapi dari semua itu, ada yang lebih penting. Bahwa Bullying adalah memang benar-benar sesuatu hal yang sangat “menyeramkan” ketimbang telekinesis itu sendiri.

Siapa Carrie?

08Dia adalah cewek high school yang lahir dan dibesarkan oleh single mother yang sangat meyakini bahwa kehidupan baginya adalah lumpur dosa. Dan serta merta setiap saat harus ada penebusan dosa yaitu dengan menyakiti diri sendiri, ada sebuah quote yang mengatakan, “kerelaan menanggung ketidaknyamanan adalah cara menyatukan diri dengan Yesus Kristus dan penderitaan yang rela ia tanggung untuk menebus kita dari dosa”

Well, lepas dari keyakinan itu, yang jelas, gue gak mau menderita untuk hal yang bersifat spiritualis. Penderitaan gue (dulu) mungkin lebih complicated dari apa yang dirasakan para penghamba. Dan sekarang sudah saatnya memperbarui pemahaman-pemahaman yang seharusnya sudah gue ketahui dari dulu. Dan mumpung belum benar-benar terlambat untuk menyesali. Setidaknya gue saat ini akan berbagi. Tentang apa itu penderitaan, apa itu kebahagiaan…

11Kembali ke Carrie. Oia, kita bukan ngebahas tentang Carrie Bradshaw, tapi kita sedang ngomongin si Carrie white (Chloë Grace Moretz). Anak dari Margaret White (Julianne Moore), seorang alim yang sangat mempercayai hal-hal yang bersifat keiblisan (tepok jidat). Gak tau sih, apa emang ada ya kepercayaan yang kayak gitu. Yang jelas, emaknya Carrie psycho habis kalo bawa-bawa agama! Serem norak!

Gimana gak norak, saat melahirkan Carrie, si Ibu ini malah kepikiran buat ngebunuh bayi yang baru dilahirkannya. Beruntung ada “setan” lewat, sehingga Carrie dibiarkan hidup hingga dia menginjak usia dewasa.

03Lazimnya anak cewek yang musti melewati masa-masa haid, Carrie rupa-rupanya tidak pernah sekalipun mendapatkan ilmu pelajaran soal menstruasi dari mamanya. Alhasil dengan haid pertamanya, dia histeris dan seolah-olah akan mati. Apalagi kejadian itu terjadi di kamar mandi sekolah, kepanikan Carrie membuat semua teman-teman ceweknya semakin tergoda untuk membully dia. Termasuk merekamnya dan mengunggahnya di youtube.

Tidak butuh waktu lama, adegan Carrie berdarah-darah dengan dilempari tampon/pembalut oleh teman-temannya langsung menjadi trending topic. Malu? Tentu saja. Carrie yang memang gambaran figur korban bullying terasa begitu mengundang siapapun untuk melakukan bullying.

15Secara karakteristik, Carrie terlihat lemah, rapuh, penyendiri dan cenderung memilih aman. Dan karakter itu adalah makanan lezat untuk seorang tukang bully. Sementara tukang bully sendiri cenderung bersifat provokatif. Dan tergerak untuk membentuk sebuah kelompok yang memang sama-sama bertujuan untuk “menyerang” korban.

Karena kebanyakan tukang bully lebih punya power dan merasa paling kuat sendiri. Dan menentang orang tua sekalipun. Siapapun itu yang punya otoritas lebih.

Dan itu bisa ditemukan di sosok Chris Hargensen (Portia Doubleday). Cewek badung yang memang suka bikin onar. Ada sifat pembangkang dalam dirinya. Jangankan kepada guru olah raganya, bahkan untuk ayahnya sekalipun dia tidak segan-segan untuk berani menentang.

Setelah kejadian “lempar tampon” Carrie semakin menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya. Beruntung ada guru Olah raga yang simpatik Ms. Desjardin (Judy Greer) dan memang sudah selayaknya menjadi guru yang teladan. Tidak memandang bulu, siapapun murid yang bermasalah, harus ditindak tegas. Alhasil, kelakuan Chris yang tidak dibenarkan oleh pihak manapun membuat dirinya diskors untuk tidak boleh mengikuti acara prom night.

14Semakin kesal dengan apa yang dia alami, Chris semakin membenci Carrie. Namun berbeda dengan Chris, Sue Snell (Gabriella Wilde) yang semula adalah teman dekat Chris kini berubah haluan dan merasa bersalah dengan apa yang pernah dia lakukan dulu. Dan demi menghapus rasa bersalahnya, Sue berniat untuk menyuruh kekasihnya, Tommy (anjiiiing!!! Kenapa musti namanya itu sih??!!) untuk mengajak menghadiri acara prom night. Sementara Sue sendiri memilih untuk berdiam diri di rumah.

Bersamaan dengan itu juga, ternyata Carrie mulai menyadari bahwa dirinya ternyata mempunyai kelebihan. Yaitu kemampuan untuk memindahkan materi (telekinesis). Alhasil dia akhirnya mempelajari kemampuan telekinesisnya yang sekaligus dia gunakan sebagai media pertahanannya, apabila sang ibu “berulah” untuk menyuruhnya menghapus “DOSA”.

Sekuat-kuatnya Carrie berusaha untuk menjelaskan bahwa apa yang ada dalam dirinya adalah bukan sihir, tetap saja, ibunya menganggap bahwa Carrie adalah anak iblis. Penyihir. Titisan setan dan lain-lain.

Awalnya, ajakan untuk dapat ke pesta prom night bagi Carrie adalah becandaan Tommy. Sehingga Carrie ngotot untuk menolak ajakan itu. Tetapi Tommy sendiri sudah berjanji kepada Sue bahwa dia harus mengajak Carrie. Dan akhirnya, setelah daya upaya dan bujuk rayu Tommy, akhirnya Carrie mengiyakan ajakan itu.

07Bahagialah Carrie. Cowok populer di sekolah akan menjemputnya untuk menghadiri pesta prom night nanti. Dan seperti para cewek pada umumnya, Carrie antusias untuk menentukan gaun apa yang akan dia kenakan nanti. Dan dia lebih memilih untuk mendesign sendiri gaunnya.

Dan kita akan menyaksikan detik demi detik menuju kehancuran…

Film ini adalah sebuah gambaran tentang betapa mengerikannya sebuah tindak bullying. Seorang gadis yang selalu memilih untuk diam dan mengalah, pada akhirnya harus menjadi mesin pembunuh lantaran di hari bahagianya ada sekelompok manusia yang mencoba untuk membuatnya sengsara.

04Carrie tidak ada maksud hati untuk melukai siapapun. Namun lingkungan lah yang membuat dia menjadi seperti monster. Kepiawaiannya bertelekinesis membuat dirinya merasa sudah lelah untuk terus-terusan diBully. Sudah saatnya dia “melawan”. Dan memang sudah saatnya dia melawan, ketika dia melihat, orang yang baik (baca: Tommy) tewas seketika di depan matanya.

Gue pun pasti bakalan marah semarah-marahnya. Menonton film Carrie, seperti kembali ke masa lalu, di mana dendam masa lalu gue terbalaskan oleh perbuatan Carrie. Cuman masalahnya, orang-orang yang dulu membully gue, nasibnya lebih menyedihkan. Sehingga niat untuk balas dendam malah surut. Dan gue berpikiran, bahwa mantra-mantra yang dulu pernah gue ucapkan saat masih SD-SMP-STM bekerjanya ya saat-saat ini. Di bilang puas, enggak juga. Tapi setidaknya gue bisa menertawakan nasib mereka sekarang, seperti saat mereka menertawakan gue waktu dulu!!! Beruntung mereka gak gue bikin telanjang!

12Sebenarnya ada satu hal yang perlu diketahui soal bullying, dan beruntung hal itu tergambar jelas di film ini, bahkan ada quote khusus, “Jika kau terus menyakiti mereka, suatu saat mereka akan lepas kendali”. Mungkin masih ada yang ingat kasus penembakan di SMA di amerika yang memakan korban puluhan siswa. Peristiwa itu terjadi juga dikarenakan praktek bullying yang sangat kental di sekolah itu. Mengerikan bukan? Itulah bahayanya Bullying…..

10Tergambar jelas di film ini macem-macem bullying. Mulai dari yang verbal, terus berlanjut ke fisik hingga cyber bully juga. Untuk jenis bullying yang terakhir, kayaknya di era Stephen King merilis novelnya, era cyber masih belum populer.

Di sela-sela film ada salah satu scene yang sempat membuat gue bingung. Ada adegan Carrie memanaskan grendel pintu hingga besinya menempel dan pintu tidak bisa terbuka. Pertanyaannya, apakah selain bisa telekinesis, akan dapat bonus paket pyrokinesis??? Entah deh!

Intinya, akting Julianne Moore bener-bener Alimaniak. Sementara untuk si Chloë Grace Moretz, aktingnya kali ini biasa saja. Masih sama dengan karakter yang pernah dia bawakan. Perpaduan karakter Hit-girl, Abby dan Rachel.

Well, akhirnya gue cuman bisa bilang, stop bullying! Sumpah! It’s hurt!!!

16

IMG-20131112-04693

~ by Imamie on November 12, 2013.

One Response to “Film ::: Carrie (2013)”

  1. baru nonton film ini kemaren malem😀
    haha emang seru sih, gua bisa ngerti perasaan carrie white yang jadi korban bullying , yang tiba tiba punya kekuatan buat bales orang orang yang pernah ngebully dia…
    its feel like…. “sekarang lo bisa ngerasain apa yang gua rasain selama ini”

    cuma rada bingung, itu si tommy* beneran mati cuma gara gara ketimpa ember? -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: