Film ::: Kamar 207

Menguak Isi Kamar 207

Cara terbaik untuk menyiksa diri saat terdampar di Jakarta gara-gara libur Lebaran adalah dengan menonton film. Pergi ke XXI terdekat, pilih film acak dan voilaa!!!

Akhirnya gue beli tiket KAMAR 207. Dan dimulailah drama penyiksaan itu…

kamar-207-posterMerry……

Merry….merry….!!!

Cewek blasteran yang cantik nya Insya allah ini nampaknya sedang dirundung suka yang berlebihan, karena beberapa saat lagi dia bakal menikah dengan pujaan hatinya…. memandangi toples kaca isi serangga….entahlah, gue pikir sih kecoak, bisa jadi-bisa jadi…. secara, masa hidup kecoak lebih lama ketimbang kupu-kupu. Apalagi kalo disimpen di dalam toples. Jadi lebih beralasan kalo Merry demen kecoak ketimbang kupu. Tapi kalo tujuannya dimasukkan toples buat dijadiin cemilan sih beda lagi… Kalo gue sih mending nyemil ulat sagu…. proteinnya gede!

Okeh! Balik lagi ke Merry.

Di saat lagi hepi-hepinya, Merry mendapat kiriman surat dari calon suaminya yang dititipkan langsung oleh Pak Rebo, abdi dalem keluarga Merry. Yang isinya adalah, bakal calon suami Merry mengundurkan diri untuk menikahi Merry….

Galau? Pasti….

Mendadak Merry terjun balkon tepat disamping kue perkawinannya. Darah segar menghiasi tudung busana pernikahannya. Merry metong upsss….Merry tewas mengenaskan di kediamannya sendiri. Tempat dimana dia menumbuhkan benih-benih cinta. Kasihan Merry…

Sementara itu….

Sekumpulan tiga bocah ingusan turunan Arab yang terobsesi film Conjuring/Insidious mencoba untuk menjadi pengikut The Warren’s. Melakukan pengusiran arwah yang sedang merasuki tubuh seorang bocah perempuan. Si Ibu dari bocah tersebut tak henti-hentinya bermain sinetron demi meraih totalitas sebagai perempuan yang teraniaya karena putrinya dizolimi setan a.k.a arwah penasaran. Sementara tiga bocah ingusan tadi, sebut saja Melati, Matahari dan Sedap Malam. Bertiga dengan gagah beraninya berusaha mati-matian untuk mengusir arwah yang ternyata adalah emaknya si Ibu yang teraniaya tadi.

Dan lagi-lagi, trend yang sedang Hieetszz di dunia klenik adalah model dandanan ala-ala hantu emak-mak di Conjuring. Serem sih, tapi bangke banget. Dan saat prosesi Exorcist berlangsung, rupa-rupanya Bapaknya si anak yang kesurupan tadi mendadak chaos. Dan dari segala rasa chaos yang ada, si Sedap Malam pun menggerayangi tubuh Bapaknya anak-anak dan ZAAAAP….sebuah gambaran masa lalu yang memperlihatkan bahwa si Anak menjadi korban entah incest entah Pedophil entah apa… intinya itu, ooow jadi, si sedap malam punya kekuatan untuk menggerayangi siapapun dan melihat masa lalunya toh… okey!

Balik lagi ke Exorcism tadi….

Setelah dipegang-pegang oleh sedap malam, mungkin karena risih, atau mungkin bisa jadi gak enak diliat istrinya, si Bapak lari keluar rumah. Tahu bahwa suaminya suka brondong, ikut keluarlah dia. Si Istri yang terobsesi sinetron Noktah Merah Perkawinan ini pun akhirnya dengan lagunya mendendangkan nada-nada mendayu-dayu yang maksud dan tujuannya agar si Bapak mau berterus terang. Pilih Dia, anaknya atau si Sedap Malam…. Eh belum sempet ngejelasin, Si Bapak udah duluan ditabrak sama mobil yang mengangkut Bukti-bukti pelanggaran Pemilu…

Balik lagi ke Exorcism….

Tanpa dibantu doa-doa dan mantra-mantra sakti, (baiklah…. kali ini ilmu pengetahuan lebih bisa dipake ketimbang do’a-do’a ala pak kyai era mak susana, mungkin jaman sekarang, anak muda-mudi gak ada yang hafal ayat-ayat…. Oh salah… ini kan masih dalam rangka ala Conjuring…well) Bertiga mereka bermodalkan air cuka dan catok rambut. Bekerja bahu membahu mengusir hantu. Adegan mengambang di udara menjadi adegan paling spektakuler di babak awal film ini.

Pasti ada yang bertanya-tanya, betewe, air cuka dan catok rambut buat apaan ya?

  • Air adalah bisa berfungsi sebagai penghantar listrik
  • Catok rambut adalah bisa berfungsi mengalirkan energi listrik
  • Listrik itu sendiri adalah media efektif untuk menghasilkan efek setruman
  • Air cuka (mungkin) bisa berfungsi untuk mengempukkan daging
  • Aliran listrik bisa berfungsi juga untuk memanggang daging

*catatan: sumpah beneran yang gue liat itu catok rambut, gak mungkin dildo kan???

Untunglah mereka gak usah repot-repot bawa oven atau kompor barbeque.  Ya sudah lah… yang jelas, akhirnya, semua moment sadis mereka bertiga terekam dengan baik, diunggah di Youtube dan entahlah, mungkin Youtube juga ada aplikasi baru yang bisa mengubah gaya merekam video dari diem diatas tripod ke posisi yang bisa gerak-gerak… ajaib deh pokoknya!!!

Kayaknya bakal lama deh kalo gue nulisnya gini…

Film Kamar 207Okeh, kita kenalan dulu sama tokoh utamanya, namanya Sasi. Yang mau tidak mau harus menerima takdir sebagai pewaris tunggal hotel/ losmen/ mansion bekas Merry metong. Penulis Novel yang gak kelar-kelar nulisnya, karena alasan gak mood dan kesibukan barunya sebagai pemilik losmen. Dan kesibukannya semakin menjadi-jadi, saat Pak Rebo izin untuk pensiun. Dari sini, arwah Merry muncul menghantui Pak Rebo hingga lari terbirit-birit. Dan seperti biasa, sebagai lakon utama, Sasi bermain-main dengan nalar dan logikanya.

Dan selanjutnya akan banyak kejadian-kejadian horor yang membuat kalian ingin buru-buru lepas kolor.

Masih inget saat adegan Melati ketempelan hantu SPG, tiba-tiba si Melati digengges bertubi-tubi hingga babak belur. Sampai-sampai dia sadar, bahwa ternyata si hantu SPG minta bantuan agar arwahnya gak penasaran. Usut punya runut, ternyata si SPG metong ketabrak mobil. Dan mayatnya dibuang di kali. Yang hebatnya lagi, ini Mayatnya masih seger, seseger daging sapi yang disimpen di freezer Carrefour. Gak ada rusak-rusaknya, pasti semasa hidupnya, si SPG ini sering berbuat baik, sehingga Mayatnya gak rusak, masih mulus. Bener-bener SPG sakinah deh…

Ada juga adegan, jadi gini, si Sasi ini ternyata punya temen dekat, namanya Windi (kalo gak salah). Jadi ceritanya si Windi ini maen ke tempatnya Sasi untuk sekedar membuang waktu luang. Gak jelas sih tujuannya apa, yang jelas cuman, Windi selalu ngasih support ke Sasi agar menyelesaikan Novelnya. Gitu mulu sih obrolannya. Disamping punya kemampuan nunggu tamu di meja resepsionis, Sasi ternyata punya kemampuan menerawang alam pikiran seseorang. Intinya, di film ini yang gak punya kemampuan cuman si Matahari. Pokoknya hampir disepanjang film nulis noveeeeeel mulu yang diomongin, walo pada endingnya, gak ada secuil pun Novel yang terbit.

Seperti biasa di film-film horror Indonesia pada umumnya. Gak ada hal baru yang bisa dibanggakan. Selain storytelling yang sampah, eksekusi yang ala kadarnya dan jajaran cast yang payah, tak ada hal bagus yang bisa dijumpai di film ini. Kecuali ya itu tadi, dominasi turunan arab, well setidaknya era bule sudah mulai bergeser. Tapi tetep aja, gak ada yang bagus. Efek gambar yang masih dobol-dobol, dan dari sini gue akhirnya tahu, bahwa yang di dalam topless tadi adalah kupu hitam, bukan kecoak seperti dengan yang gue harapkan, dialog-dialog hina, intinya, saya masih berharap yang bermain sebagai pak Rebo adalah bukan Kang Epy Kusnandar.

Adegan paling miris adalah adegan kematian Windi. Dari sini gue bisa mengambil kesimpulan. Untuk membuat film dengan efek terbang di udara, ada baiknya belajar dulu dari tim efek visual yang udah bikin film Crouching Tiger Hidden Dragon. Tau gak sih, pas gue nonton adegan Windi melayang-layang di udara (ceritanya sih, Sasi yang kerasukan Merry mengontrol Windi dengan mengangkat tubuh Windi ke udara) bukannya efek melayangnya terlihat indah dan cantik, yang ada malah efeknya kayak kru yang dibalik layar, yang bertugas mengangkat Windi dengan kawat sling, dua orang saling berebutan, ke kiri ke kanan, ke kiri ke kanan…. jatuhnya, tubuh Windi terlihat mengambang dengan bego-nya di udara. Seperti pancingan yang dapat sandal dan diombang-ambingkan…. Helooooo ???!!! Bukannya jadi serem karena ketakutan…. tapi serem karena takut jatuh ajah!!!

Tuuh kan, dosa besar sih kalo gue terusin nulis review film ini. Tapi mau gimana lagi, seharusnya udah pada nyadar dari dulu, bahwa bikin film itu gak kayak bikin tempe mendoan. Niat tanpa modal jadinya ya asal-asalan, begitu pula sebaiknya. Bisnis is bisnis, tapi mbok ya jangan gitu caranya berbisnis, ntar dibego-begoin sensinya Masya Allah….

Tapi ya udah sih, selama film model ginian masih ada, otomatis tulisan kayak ginian juga akan tetap ada….

Terkait Kamar 207, ada pesan moral yang hendak disampaikan, Siapapun presidennya nanti, Dunia perfilman harus bersih dari praktek industri film-film viagra.

Viva film Indonesia….!!!!

*berharap ada produser bijak yang nantangin gue bikin film horor!!!

IMG_20140803_184618

 

 

~ by Imamie on August 4, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: