Ritual Rabu #2 (Jelajah Sunter-Kelapa Gading)

Rabu (8 Oktober 2014) ini adalah kali kedua gue jalan sama “penggemar”. Iya sih, sebelumnya kita sudah janjian jauh-jauh hari. Itu pun gue yang ngajak. Dengan alasan jenuh sama kerjaan dan pengen jalan. Dan kebetulan sembari ngajak jalan, kita berdua sempat ngobrolin masakan korea. Jadi lah kita berdua merencanakan jalan mencari “bumbu masakan korea” termasuk juga bumbu india dan lain sebagainya yang mungkin bisa diturut sertakan.

Sebentar, pasti pada nanya, “PENGGEMAR?”…….

Emang situ artis?

Hmmm… Jadi gini, ceritanya, gue sama sekali gak nyangka ada seseorang yang ternyata menjadi pembaca blog setia gue (blog sebelum ini). Dan dia pernah cerita detail tentang apa apa aja yang pernah gue tulis di blog gue tersebut. EXCITED lah yaa… Ada orang yang ngikutin “aktivitas” gue. Secara sadar atau tidak. Dan lucunya, penggemar yang satu ini baru bisa berjumpa dengan gue secara kebetulan di sebuah event tahunan. Mungkin masalahnya, dia tau gue, tapi gue gak tau dia. Jadi pantes aja, event tahunan itu seakan-akan gak berpihak sama hubungan penggemar dengan idolanya.

Ya, bener banget. Gue dibilangnya idola. Idola, hampir mirip kayak idola-idola yang di tv-tv. Dan ketika gue ingin tau apa alasannya kenapa kok gue disebutnya idola, alasan dia hanya SUKA AJA. Baiklah suka aja. ^_^

Kalo di pertemuan Rabu #1, kita janjian nonton film TABULA RASA, rabu yang #2 ini kita memilih berburu bumbu. Karena rentang waktu seminggu, yang kita obrolin gak pernah lepas dari masakan. Ya emang itu tema obrolan yang menyenangkan. Karena dari masakan pula yang punya andil mempertemukan kami berdua.

JADI PENUNJUK PETA
Baru kali ini juga, menjadi penunjuk jalan menyusuri rimba Jakarta. Dia yang meminta. Dan gue meminta Google Map membantu kami. Dengan senang hati… Kata google map. Berterima kasih juga gue pada iPad Air yang telah memampangkan layar peta dengan jelas dan akurasi yang 100% fix maksimal.

Padahal kalo ditanya soal arah, apalagi peta Jakarta, pasti yang ada jatuhnya akan menyesatkan orang yang nanya. Tapia lagi-lagi dengan bantuan google map, hidup jadi lebih indah. Dan baru kali itu gue ngerasa, teknologi gadget yang diciptakan bener-bener ada guna dan manfaat. Gak cuman sekedar diciptakan buat keren-kerenan doang. Dan disamping penggemar yang fokus menyetir, gue duduk dengan tenang dan sembari menegaskan bahwa perjalanan kami bakal menyenangkan.

MUSTAFA FAMILY STORE
IMG_0164Letaknya sebenernya gak susah buat dicari, hanya karena si penggemar ini pernah kemari, sehingga lokasinya mudah untuk ditemukan. Dari luar tampak jelas dan nyata, orang awam yang ngeliat pasti tau, kalo yang di dalamnya pasti pernak-pernik India yang dijual. Untaian hiasan warna warni yang memang selalu menjadi ciri, dan simbol-simbol yang menempel di kaca toko, menjadikan tanda bahwa kami bakal memasuki toko yang menyajikan kebutuhan yang biasa orang India gunakan disetiap relik kehidupannya.

Begitu masuk, langsung takjub. Pertama memang sangat warna warni. Dan juga ada music yang melantunkan mantra yang menyihir gue untuk larut dalam kunjungan perdana gue di toko itu. Awal dan awam sekali. Serasa memasuki dimensi baru yang menyediakan kepulan kejutan tanpa asap. Setiap mata memandang adalah cool. Banyak benda-benda yang masih terlihat baru bagi gue. Dan gue… Lagi-lagi gak bisa berlama-lama, ada kendala pada daya penciuman gue. It’s like dupa. Yaa, bener banget, bau khas yang menyapa gue saat masuk toko tersebut adalah berasal dari aroma dupa yang dibakar. Dan gue tidak benar-benar menyalahkan toko itu kenapa harus membakar dupa. Apa coba yang disalahkan? Kondisinya, gue hanya masih butuh waktu untuk bisa memahami aroma dan ke-khas-an sebuah dupa. Ini bukan soal gue membenci dupa. Ini soal waktu kok! ^_^

Nemu gelas dan bejana mini yang lucu, terbuat dari stainlisstell (bener gak sih tulisannya), yang biasa pernah gue liat di film film Bollywood. Mungkin untuk menampung sesuatu kayak kembang-kembangan gitu deh. Dan gelasnya untuk wadah susu. Bagi gue itu semua AWESOME…. btw, penggemar gue sibuk belanja, jadinya biarlah dia belanja apa yang mau dia cari. Hahahahaa…. Sempet sih ngobrol soal ini itu, kenapa harga barang ini mahal dan lain sebagainya… Memisahkan diri, gue tunggu di luar toko. Dan dia betah terlihat bahagia, sama seperti saat dia mengangkat kedua alis matanya. Masih ada destinasi di perjalanan berikutnya.

Mungkin sebotol air mineral bisa melepas dahaga. Well, bukan sebuah kemungkinan lagi sih, memang kenyataannya, air berfungsi untuk membasahi kerongkongan. Lapar? Masih belum.

MU GUNG HWA
perpindahan lokasi yang kedua ini menjadikan gue terlihat bodoh. Dalam arti sebenernya. Harus melakukan putaran-putaran gak penting gegara kebablasan mencari pintu masuk untuk bisa mengakses plasa pasifik. Kompleks gedung di daerah Kelapa Gading, yang salah satu diantaranya adalah market yang menjual bahan makanan dan masakan khas Korea.

Dan lagi-lagi suasana yang terasa memang sangat korea. Ketika memasuki toko, gue ngerasain sedang berada di salah satu potongan film korea dengan setting mini market. Beberapa pengunjung yang lancar bercasciscus versi korean, hingga bungkusan-bungkusan kimchi yang sampai sekarang gue belum bisa menyukainya.

Gue lupa sang penggemar membeli apa, namanya gue lupa. DeJang atau apa gitu. Yang jelas seperti bumbu pasta. Waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Karena di toko ini, hanya menjual bahan makanan, bukan pernak pernik korea yang bisa memancing mata untuk memandang lebih lama. Jadinya, saat target sudah ditangan, kami pun hengkang dari toko dengan sopan.

Kemudian kita makan siang di sebuah foodcourt di ITC ???? Tentu saja, menu vegetarian, selain enak, ternyata gak mahal. Benar-benar gerai khusus vegetarian.

Sempet ngelirik syal hijau.. Dan kecantol deh….

IMG_0165

Dan kami pindah lokasi ke Artha Gading….

DAISHO
Gak jauh beda dengan di Surabaya, dan mungkin Daisho ini adalah Daisho pertama yang gue masukin. Sebuah swalayan yang menyediakan produk-produk impor dari jepang dengan harga yang kesemuanya nyaris sama, dipatok dengan harga Rp. 25.000,- dari alat mandi sampe alat makan. Hiasan dinding sampe hiasan kepala. Semuanya ada. Namun gue gak kepincut seperti biasanya. Hanya seneng ajah ngeliat si penggemar mengitari rak demi rak, ambil, pandang, bergumam, kembalikan barang ke rak, ambil, pandangi, bergumam, tersenyum dan masukkan barang ke keranjang belanjaan.

SHAMBALA BUDDHIST STORE
IMG_0163Speechless. Penggemar gue kali ini membuat gue stag. Gue gak bisa ngapa-ngapain. Toko terakhir yang kami masuki. Sangat kecil gak luas, tapi banyak benda yang dipajang menyiratkan banyak makna yang luas tak berhingga. Ini mungkin maksud dari pepatah, jangan hanya melihat apapun itu dari luarnya saja. Dan gue hanya bisa mengamati penggemar dari balik luar toko.

Kami selesai. Memutuskan pulang. Hari sudah sore. Jelang pukul lima. Macet pasti ada. Suatu ketika, penggemar bertanya, “kamu bosan ya?”

“Ini bukan kali pertama gue menemani orang berbelanja, ini juga bukan yang terakhir kalinya, gue kira. Hari ini adalah bukti bahwa gue bisa menemani seseorang yang menyangka dirinya membosankan untuk ditemani berbelanja dan gue tak merasakan secuilpun rasa bosan yang dia pertanyakan itu. Jadi gue hanya bisa balik bertanya, “apakah gue cukup membosankan bagi mu?”

Asembaris, H street

 

 

 

~ by Imamie on October 8, 2014.

2 Responses to “Ritual Rabu #2 (Jelajah Sunter-Kelapa Gading)”

  1. mam… di singapore ada mustafa center (toko serba ada) kalau kau kesana harap dikunjugi ya.. letak nya di daerah little india + ada mall yang unik di singapore mam bernuansa thailand

    • Baiklah… Mungkin kita bisa jelajah bareng nantinya… Atau dengan penggemar akuuh…? Hahahahaaa. Semogaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: