Anonymous | Shopping

Ceritanya nih, habis ngobrol hancur sama temen gue yang masih berprinsip bahwa membelanjakan sesuatu itu hanya berdasarkan kebutuhan saja. Hal-hal di luar kebutuhan yang kiranya tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu juga dinomorsatukan. Itu berbeda sedikit dengan apa yang selama ini gue prinsipkan. kalo bagi gue, selama barang yang gak penting itu ternyata bisa “menyelamatkan” kebutuhan atas dasar, siapa tahu nanti butuh, jadinya gue fine-fine ajah untuk membeli barang tersebut.

Tapi ganjaran dari prinsip yang gue pake adalah, banyak barang numpuk yang menunggu untuk dibutuhkan. di lain sisi makan tempat dan keburu rusak sebelum dipakai, di lain sisi akan ada moment “AHA” yang menyelamatkan situasi gue yang tidak kondusif.

Belanja atau shopping sangat berbeda konteksnya dengan hanya sekedar window shopping aka cuci mata. Namun banyak pengalaman yang gue alami, bahwa dua kegiatan tersebut pada akhirnya menjadi bias dan semakin mirip satu sama lain. Bilangnya belanja tapi nyatanya cuman jalan-jalan… bilangnya jalan-jalan aja, tapi pulang-pulang udah bawa banyak tentengan di tangan. So…. gak penting banget sih, rencana kita apa, mau dibilang shopping atau cuma walking-walking… yang penting gak merugikan orang lain…

and check it out…

~ by Imamie on April 28, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: