Menjadi (bagian dari) Indonesia

Satu hal setelah kepulangan dari Jakarta, bingung. Entah apa yang harus gue lakukan. Bingung memulai dari mana. Tidak ada macam pekerjaan yang related dengan skill yang gue miliki, yaitu bermimpi dan berimajinasi. Betul banget. Sesuatu yang punya kaitannya dengan kreativitas. Menciptakan maha karya atas dasar khayalan. Sudah lah. Yang pasti saat itu, gue, terbengkalai. Mungkin lebih tepatnya merestorasi bodi. Mengistirahatkan badan dari berbagai macam penyakit. Ya, dulu selama stay di Jakarta, pola hidup yang gue jalanin alangkah menyeramkannya. Sehingga tidak bisa dipungkiri, berbagai macam penyakit pun ngantre di dalam tubuh ini untuk di-detect intensitas keberadaannya. Masih dalam level aman atau sudah mencapai level kritis. Alhasil, hal kesehatan ini lah yang pada akhirnya membawa tubuh gue ini terbang pulang ke Gresik.

Pada suatu ketika disaat kebosanan melanda. Tentu saja ditengah-tengah rutinitas yang itu-itu saja, gue melihat ada informasi terkait open recruitment. Relawan dokumentator untuk Kelas Inspirasi Gresik. Dan ditambah pula, ada dua pilihan lokasi, yaitu Gresik yang masih dilingkup pulau Jawa dan Pulau Bawean yang masih termasuk bagian dari Gresik juga. Tertarik? Tentu saja.

Bersifat sukarela. Yang otomatis tidak ada bayaran untuk itu semua. Malah-malah yang ada, kita yang bayar untuk keperluan ini dan itu. Tentu saja, untuk nyeberang ke pulau Bawean tidak lah gratis.

Langsung saja mendaftar dengan mengisi form pendaftaran. Memilih mendokumentasikan lewat foto dan video. Dua hal yang berkaitan tapi punya cara sendiri sendiri untuk mengeksekusinya. Setelah itu tinggal menunggu informasi pemberitahuan.

Tanggal pelaksanaan 12 Oktober 2015. Kalau tidak salah ingat, pengumuman terkait siapa saja yang bisa ikutan berpartisipasi dalam program Kelas Inspirasi (KI) ini adalah tanggal 30 September 2015. Dan nama gue muncul di daftar relawan dokumentator untuk wilayah Pulau Bawean.

Briefing KI dilaksanakan tanggal 4 Oktober, hari minggu di kantor Dinas Pendidikan kab. Gresik, yang lokasinya bersebelahan dengan smp gue dulu. Malah sempat nyasar masuk ke smp gue. Alhasil terlihat cengok dan beringsut malu undur diri selagi pura-pura sibuk nelpon agar tidak sepenuhnya terpancar aura kemaluannya.

IMG_5009 IMG_5010 IMG_5006 IMG_5011 IMG_5021

Dan saat briefing pun, tidak terlalu berjalan sesuai rencana panitia. Ada kekosongan ruang. Dan kadar kebosanan yang tertutupi dengan rasa “gak enakan” dari para undangan. Ice breaking yang membuat jantung gue berdebar. Bagaimana tidak, kami para peserta diajak bersimulasi bagai kapal. Dan kami semua didaulat untuk saling bergandengan tangan. Alamak, awkward-nya gak ketulungan. Bersebelah dengan cowok-cowok yang lumayan kece. Dan masih agak malu-malu bergandengan tangan. Gue sih biasa aja. Tapi masih ada sedikit rasa bersalah. Dan benar saja, tetiba, cewek depan kursi gue menoleh kebelakang dan langsung nyeletuk ke gue (lebih tepatnya kami, para cowok yang bergandengan tangan), “hiiiih mas-nya gak normal, masak gandengan tangan….”

Rasanya pengen gue jambak-jambak tuh cewek. Gue ludahin bertubi-tubi. Malu sih nggak, cuman kesel aja. Masak gue dibilang gak normal. Masak cowok-sama-cowok bergandengan tangan itu gak normal? Sementara cewek-sama-cewek bergandengan tangan itu normal. Ini kan gak adil. Terlepas dari orientasi seksual apapun. Normal gak normal itu bukan dilihat dari dengan siapa kita bergandengan tangan kan? Tapi menurut gue, normal gak normal itu bisa dilihat bagaimana cara berpikir orang tersebut terhadap kita. Tanpa harus menilai kita. Bisa memahami kita tanpa harus menghakimi kita. Dari situlah normal dan gak normal bisa bermula.

Kembali ke kasus bergandengan tangan. Akhirnya kelar dengan sendirinya. Gue ladenin pun percuma. Musti diadakan kelas gender yang bisa menjadikan cewek tersebut nyadar. Hmmm di Gresik masih jarang kayaknya, yang punya pikiran terbuka. Open minded. Tentang segala hal tentu saja.

Semangat untuk mengikuti program ini masih membara. Setelah prosesi briefing kelar, dari kelompok Pulau Bawean pun dibagi menjadi 4 wilayah SD. Dan gue mendapat bagian untuk menjadi tim yang akan terjun di SDN Pudakit Barat, Sangkapura Bawean.

Hari-hari menjelang hari H, diliputi perasaan gelisah. Mengingat jadwal keberangkatan kapal dari pelabuhan gresik yang sempat ditutup lantaran tingginya gelombang. Sehingga membuat tim Bawean membuat rencana alternatif dari berbagai kemungkinan apabila misi nyeberang ke Bawean gagal. Bergabung dengan tim gresik tentu saja. Namun masih ada doa dan harapan yang kuat agar tujuan ke Bawean tidak berhenti di tengah jalan.

IMG_5103Sehari sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan bahwa acara ke Bawean ditiadakan. Namun berselang dua jam, ada solusi lain yang bisa menjadi alternatif kami supaya bisa tetap menyeberang ke Bawean. Kebetulan sekali pelabuhan Paciran Lamongan masih ada kapal Giliyang yang berangkat. Alhasil, jadi lah kami semua berangkat dari ngumpul di Alun-alun pendopo Gresik jam 4 sore kemudian menuju ke pelabuhan Paciran dengan menggunakan dua angkot, yang alhamdulillah sampai disama jam setengah delapan malam. Sementara kapal sudah harus siap berangkat jam setengah sembilan. Dan berangkatlah kami menuju pulau Bawean pada hari minggu malam. Dengan prediksi sampai di bawean jam 5-6 pagi, dan langsung gerak jam 9-nya.

Mungkin penting gak penting, pada saat di kapal, kondisi gak asik banget. Mabuk semabuk mabuknya. Jackpot. Tak tersisa. Beruntung bisa tidur pada akhirnya. Ada sekitar 16 orang yang berangkat. Dan tidak semuanya berasal dari Gresik. No problem. Justru gue suka sama yang gak kenal sama sekali. Daripada sama yang udah kenal.

Sesampainya di Bawean, langsung dibondong ke rumah Kepala Sekolah dengan beramai-ramai naik mobil pickup bertudung senja. Kondisi dan situasi gue saat itu masih nol koma, jadi belum genap antara otak dan jiwa raga. Pasrah gembira karena sudah mencium aroma tanah daratan.

Beberapa diantara mereka terlihat sangat Curious dengan penampilan gue. Seorang cowok dengan kuku berkutek corak heinna yang ditambahi polish nail mengkilap dengan memakai syal yang sesekali menjadi kerudung. Yah. Mereka hanya terlihat penasaran tanpa sedikitpun ada usaha untuk mempertanyakan. Biar saja. Gue emang sengaja untuk mengajarkan kepada mereka bagaimana kah sebuah ekspresi jender itu bekerja….

Sesampainya di Rumah Kepala Sekolah, yang kebetulan namanya sama dengan nama gue, semakin membuat takjub tatkala, pak Imam ini dulunya pernah tinggal di kampung dimana sekarang gue tinggal menjadikan kondisi kebetulan ini sangat istimewa sekali. Dalam benak gue berkata, suatu saat gue akan kembali kesini.

foto bersama pak kepala sekolah menjelang pamit untuk hijrah ke pulau gili.

Sungguh tuan rumah yang baik hati dan ramah pula. Rumahnya yang asri, sudah terhidang jamuan/suguhan jajanan penggoyang lidah. Alamak baik sekali pak Imam ini. Langsung dihadapkan pada sarapan pagi. Pecel dan ikan laut pun sudah tersaji. Alhamdulillah.

Perkiraan gue meleset. Ternyata di rumah pak Imam ada akses wifi. Walaupun tidak butuh-butuh banget, tetapi setidaknya masih bisa berfungsi apabila ada apa-apa.

Setelah mandi dan sarapan, kami pun bergegas ke lokasi sekolah. SDN Pudakit Barat. Memang gak begitu jauh dari rumah Pak Imam. Sekitar 5 menit dengan naik motor. Oh iya. Yang bikin sedih adalah, jarak antara lokasi satu dengan lokasi lain lumayan jauh. Dan sangat tidak bersahabat bagi pendatang yang doyan jalan kaki. Karena akan banyak memakan energi dan waktu. Tetapi untunglah, gue, yang tidak begitu mahir membawa motor, berada dalam tim yang terdiri orang-orang yang baik hati pula. Jadi tidak ada kendala yang gue temui terkait masalah transportasi. Dengan diantar oleh beberpa orang dari pihak sekolahan, kami ber-6 pun bersemangat menuju lokasi eksekusi.

Sampai di lokasi, kami pun berkenalan dan beradaptasi dengan SDN setempat. Keramahan yang kami terima. Senyum penasaran yang ditebarkan semakin menjadikan gue berasa kayak artis. #halah. Berkenalan dengan guru-guru sekaligus siswa-siswinya.

Benak gue, kalo melihat kondisi sekolahannya, katanya sekolah ini lumayan bisa dibilang paling bagus diantara sekolah dasar yang lain di pulau Bawean ini, lhaa apa kabar sekolahan sd yang lain ya???

KIG28

KIG13

Setelah beramah tamah di ruang guru, kami pun segera beranjak memulai kelasnya. Termasuk diantaranya dengan inspirator “dadakan” dari instansi Koramil dan BMKG. Dua-duanya bernama Usman. Well, karena sengaja memang mengambil relawan foto dan video dokumentasi, alhasil sudah menjadi konsekuensi untuk menemukan rasa capek diujung kegiatan. Bersyukur sih pada saat kegiatan, yang terasa hanya semangat yang menggebu-gebu hingga di akhir acara. Selebihnya tepar yang tidak terlalu mendalam.

Dan voillaaa…. Semuanya berjalan dengan sukses. Semoga. Karena ada kewajiban yang terlewat. Yaitu mengambil gambar foto inspirator setengah badan posisi diam. Duo Usman kelewatan tidak gue foto… Hahahahahaa… Gak tau deh disiasati dengan cara apa nih…

Setelah sehari menginspirasi, berikutnya adalah memanjakan diri. Jalan-jalan ke tempat yang menjanjikan untuk dipuji-puja sebagai lokasi yang indah.

IMG_5123 IMG_5127 IMG_5124 IMG_5130 IMG_5131 IMG_5140 IMG_5160 IMG_5166 IMG_5168 IMG_5169 IMG_5172 IMG_5180 IMG_5195Sore hari setelah berbagi inspirasi, kami berenam menuju Tanjung Ga’ang. Sebuah lokasi yang banyak yang bilang mirip tanah lot di Bali. Dan anjuuuiiiiiinnnk banget, emang mirip malah lebih syahdu yang ini dan lebih khusyuk menikmatinya. Walau sih kita berenam ketinggalan sunset nya, tapi gue bersyukur pernah tahu ada lokasi seperti tempat yang gue kunjungi ini. Setelah perjalannya menguras nyali dan energi, karena ketika waktu balik, suasana sudah gelap gulita, dan agak menyeramkan memang. Gak bisa membayangkan kalo semisal gue dibuang sendirian di tempat itu. Alamaak….

Setelah balik ke homestay, kami pun beristirahat. Karena besok jam 8 pm, kita sudah siap-siap menuju ke pamena untuk disambung ke Gili. Padahal ada orkes Moneta yang tampil di salah satu hajatan warga Bawean. Sudah bukan barang asing lagi, bahwa pertunjukan om. Moneta menjadi primadona di P. Bawean. Well, lupakan orkes dangdutnya. Sudah saatnya teparria dan memeluk guling. Besok masih ada kejutan lain.

…..

Bangun pun jam 6 pagi. Dimana yang lain sudah seger, gue pun juga seger. Bagaimana gak seger, tidur dengan dihiasi angin pagi yang silir semilir. Malas rasa ini untuk mandi. Kabarnya sih, siang harinya kita bakal berkumpul dengan relawan yang lainnya dan bermain pasir di pulau gili. Hiwauww….. Tapi sebelumnya, kita sepakat mengunjungi penangkaran Rusa.

IMG_5199 IMG_5202 IMG_5221 IMG_5230 IMG_5257

Setelah mengunjungi rusa Bawean, berkemas lah kita, berpamitan sama induk semang, betapa baiknya mereka memberikan fasilitas yang melebihi hotel kelas lima pun. Yaitu keramahan sebuah makna keluarga. Yang selalu mengingatkan gue bahwa sejauh apapun kita melangkah, keluarga lah yang paling utama…

Menggunakan mobil avanza, kami menuju pamena. Bertemu dengan relawan lain yang juga sudah menunggu. Dan selanjutnya kita pun meluncur ke dermaga, naik kapal klothok sekitar setengah jam. Kurang lebih sih.

IMG_5314

Daaaaaaan……. Mendarat lah gue…. Bersama yang laennya.

IMG_5317 IMG_5326 IMG_5327 IMG_5328 IMG_5329 IMG_5336

Di Pulau gili ada ketenangan. Ada kegundahan. Ada kegalauan. Ada keraguan. Ada apa saja yang membuat gue selalu bertanya-tanya. Kenapa baru sekarang gue bersambang ke pulau ini??? WHY???

sunset dari view rumah warga di pulau Gili

tak banyak yang bisa gue ceritakan di pulau ini selain wow dan wow….

Hingga akhirnya, semua pun diusaikan. Selalu ada akhir untuk sebuah awal. Namun selalu ada kelanjutan untuk sebuah kejutan. Karena hidup tidak melulu berisi semangat dan kerja keras. Selalu disisipi impian dan harapan. Patutlah berbangga gue dalam benak ini, bahwa masih bisa menemukan kebahagiaan walau tak harus menukar rupiah. Tak perlu mencincang lidah untuk lihai berbahasa. Bawean, gue akan kembali dengan maksud dan tujuan yang berbeda tentu saja.

IMG_5369

#menjadiBawean

~ by Imamie on October 16, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: