Film ::: Free Birds (2015)

Kalo dulu gue-sampe sekarang-kagum dengan Chicken Run, sekarang pun pada akhirnya mengagumi kisah-kisah di balik dunia perayaman ataupun di lahan peternakan. Berderet film pun tak luput gue tonton, mulai dari Babe, Shaun the sheep, Charlotte’s Web dll (kayaknya gak bisa gue sebutin satu-satu, dan yang terakhir ini adalah film animasi Free Birds. Yah bisa jadi sih, ancang-ancang buat film “Angry Birds” nanti…

Berkisah pada karakter Reggie (Owen Wilson), seekor Ayam jenis Kalkun yang merasa dia adalah makhluk berbeda dari jenisnya. Ada sesuatu yang salah. Tidak semestinya ayam jenis dia selalu dikorbankan setiap tahun untuk memperingati Hari Thanksgiving. Ada yang salah.

Hingga pada akhirnya, takdir membawa dia kepada seorang bocah perempuan putri presiden untuk menemukan sebenernya takdir macam apa yang dia kehendaki. Awal mula, Reggie ditempatkan di Camp Davis, mungkin semacam ritual yang biasa dilakukan petinggi negeri paman sam, menginap dipemondokan untuk beberapa hari. Dan dari situlah awal petualangan Reggie. 

  
Disaat dia sedang hepi-hepinya menikmati segala fasilitas yang ada, mulai dari nonton tv hingga order pizza(gak usah heran, namanya juga film animasi), mendadak Reggie diculik dan dipaksa untuk menjalankan misi rahasia. Yaitu misi yang sama dengan harapan dan cita-cita Reggie, untuk mengubah kebiasaan manusia mengkonsumsi daging ayam kalkun di hari Thanksgiving. 

  
Penculik misterius itu bernama Jake(Woody Harrelson), dan dia Kalkun juga. Namun secara fisik jauh beda dengan fisik Reggie yang kurus ceking, disini digambarkan bahwa Jake adalah golongan Kalkun petarung(maybe). Dengan segala tindak tanduk dengan sesekali konyol prilakunya, Jake menjelaskan kepada Reggie, bahwa dia adalah utusan “Turkey the Great” yang mengabarkan bahwa Jake harus menemui Kalkun kurus berkepala biru yang cerdas, yang tak lain dan tak bukan adalah Reggie. Mendengar hal konyol itu pun, Reggie yang sedari awal sudah tidak percaya dengan kemunculan Jake semakin menyepelekan Jake. Namun keadaan menjadi berubah tatkala bahwa akan ada mesin waktu yang akan membawa keduanya ke masa dimana manusia akan memperingati perayaan thanksgiving untuk pertama kalinya. Dan dengan keterpaksaan, Reggie pun akhirnya menjelajahi waktu bersama Jake untuk sebuah misi berubahan demi kemaslahatan umat Kalkun di dunia.

Menonton film ini gue sengaja untuk mengubur ekspektasi dalam-dalam. Bagaimanapun juga, film ini tidak “menjual” apapun. Bahkan promo pun apalah-apalah. Tau film ini pun cuman dari bioskop yang sengaja mamerin poster film ini tapi gak ada kejelasan kapan tayangnya. Yah, mungkin nasib film ini yang dirilis pada bulan dan tahun yang salah.

   
   
Film ini tidak jelek, pun tidak bisa dibilang bagus pula. Ini film biasa yang kalaupun kita tidak bisa/jadi nonton juga gak bakal nyesel-nyesel amat. Tidak ada yang baru dalam teknik animasinya. Mungkin untuk segi cerita dan karakter-karakternya tidak terlalu bisa dibilang wow. Kecuali penampilan suara(dubber) George Takai sebagai S.T.E.V.E yang notabene adalah mesin penjelajah waktu. Semua movie lover pasti tau siapa si George Takai, tak perlu pula juga gue ngejelasin mengapa dia mau untuk menjadi pengisi suara S.T.E.V.E.

  Ada scene yang emang bikin gue awkward tapi ngakak pada saat Reggie berhasil meloloskan diri dari kejaran pemburu bersama Jenny (Amy Poehler), mendadak mata kiri Jenny “lepas kendali”. Gue sebagai Reggie pun bisa jadi illfill sesaat. 

  
Film ini bisa dibilang film tentang Bromance… Hubungan yang akhirnya akrab antara Jake dengan Reggie. Bagaimana keduanya menjadi satu untuk tujuan yang satu. Pun akhirnya gue menyimpulkan sendiri, apakah Jake Menyukai Ranger, Brother-nya Jenny, yang tubuhnya kekar, gahar dan sangar? Karena beberapa kali scene nampak jelas ada chemistry tersembunyi diantara kedua insan kalkun tersebut. Well, hanya penulis cerita dan sutradaranya yang tau… Bagaimanapun, memperkenalkan konsep-konsep homoerotika pada film animasi juga bukan suatu kesalahan. Tapi bisa dijadikan pembelajaran untuk tujuan yang positif. 

 Well, pada akhirnya, film ini bukan saja tentang Kalkun, tentang perjuangan rakyat Kalkun, atau tentang Thanksgiving, film ini bagi saya adalah tentang bagaimana kita bisa menjadi vegetarian…. BECAUSE I’M VEGETARIAN….. (2,5/5)

~ by Imamie on December 16, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: