Romansa #003

Dan ternyata dia kesal….

Diantara dini hari dimana gue menulis ini dengan hari hari seminggu sebelum itu, gue meringkas kesimpulan dari runut kesalahan yang gue perbuat terhadapnya. Dia, menyimpulkan (sementara) banyak hal. Pertama, dikiranya saya selingkuh dengan (sebut saja bunga bangke). Karena sking akrabnya gue sama si bunga bangke(bb) ini, lama-lama dia merasa curiga, siapa sih si bb ini. Dikit-dikit sama bb, keluar bentar sama bb, ada perlu sama bb. “Jangan jangan “bojo loro” mu ya yaank?” . Dalam hati pengen rasanya ngeGampar tuh mulut, tapi sayang, ciumannya dahsyat, gue gak mau gara-gara gue dia jadi fakir kissing….

Kedua, beberapa kali gue menolak halus dalam bercinta. Ya bercinta, mereka menyebutnya ml. Iya ML. Making Love. Kenapa? Dan dikiranya, gue adalah penganut faham pacaran sehat. Dimana dalam pengertiannya, gue hanya menjalankan relasi batin, tanpa ada sentuhan ragawi. Alangkah nista-nya diri ini bila mengingkari nikmat Tuhan yang satu itu.  Setiap orang butuh seks. Namun disini takaran dan komposisi kebutuhan masing-masing orang juga pasti beda-beda. Begitu juga level seksualitas adu raga kami berdua. Sangat lah timpang. Dia lebih “ganas”. Mungkin faktor U kali ya? Mungkin…. Iya, tentu saja gue pengidap faktor (kemajemukan) Usia. Dia 4 tahun lebih muda dari gue. 

 
  percintaan kami berdua, dianggapnya sebatas status. Well, gue gak butuh status malah dalam berelasi. Karena cinta itu ibarat aplikasi software yang setiap hari harus di-update terus. Kalo awal-awal musti manual. Kalo udah paham, baru deh dengan tambahan fitur-fitur yang “mengundang”.
Kami berdua berdebat berseru. Dengan santun kami mencegah lamun. Mengutarakan alasan dari gue kepada dia. Menelaah hausnya informasi real. Pelan-pelan mendewasakan. Di pendopo Alun-Alun Gresik. Kami membuang lelah. Masih terasa ada sedak menganga di urat nadi manusia kini.selesi tak selasai harus selasai.

  • Tragedi tak lazim itu dibumbui noda ketidak-percayaan. Gue digiring untuk memahami apa yang ada di dalam isi otak dia.

Sampai ketemu besok-besoknya lagi dalam markas besar nurani kecil…
Romansa ini akan terus berlanjut…. 

Ada ciuman keren yang kami berdua lakukan. Di sebuah kawasan publik. Di sebuah jalan. Kami berciuman. Mesra. Setelah sebelumnya gue berduka.

~ by Imamie on January 17, 2016.

4 Responses to “Romansa #003”

  1. putus ta??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: