Romansa #004

Menyebalkan

Sore tadi, kami sudah sepakat janjian jauh hari sebelumnya untuk nonton film yang gue pribadi gak tau musti nonton apaan. Secaranya dia-nya bersabda bahwa semua filem sudah ditonton. Denger statement kayak gitu tuh sakit banget deh hati ini. Seakan akan gue tuh ditinggal sendirian di gurun pasir yang gersang. Bisa gitu ya…. Nonton sendirian. Dan entahlah, kenapa juga akhirnya gue maksa-maksa buat jalan dan nonton. Walopun kondisi masih kere maksimal, tapi bermodal sisa fee editing tempo hari, masih cukup lah ya buat nonton sama makan seadanya. Yup betul seadanya.

Kalo ditanya kenapa judul tulisan kali ini menyebalkan, ya karena gue sebel aja. Di saat gue  udah nyampe Tunjungan Plaza (TP), mendadak dia nelpon kalo dia di Marvell City (MC). Panik lah gue. Tak pernah gue ngajak ketemu di MC, lah ini, dia dengan nyolotnya ngabarin dengan membumbui emosi kalo gue yang tolol dalam hal ini karena ngomong ketemuannya di MC. Udah gitu, saat gue ngabarin kalo gue udah nyampe di TP dan sekalian nyari buku di Gramed sambil nunggu, eh dengan nada tai-nya dia bilang, kalo di TP gak ada Gramed. Nah looh!!! Emosi dong gue. Jelas-jelas gue masih di Gramed dan dia dengan seenak udelnya sendiri bilang di TP ga ada Gramed. Selama 30 Menit berselang, gue di-hectic-kan dengan kelakuannya.

Disaat kondisi gue kesel banget membumbung bumi, mendadak dia muncul di belahan ekskalator sambil menerima panggilan gue. Ternyata gue dikerjain. Dan hal ini gak ada lucu-lucu-nya sama sekali. 

Belum habis sampai disitu, tanpa ada maaf ataupun apa, seakan-akan memang dia gak ada salah, pun tak ada niatan dia untuk menemui gue. Entah dia jalan kemana mencari apa, hingga terpaksa gue yang menyusuri belahan bumi taiwan untuk mencari tai kucing itu.

Dan tau gak, apa komen dia terhadap gue. “Waduuuuh, kamu kok kampungan sih pakaiannya, norak banget! Harusnya bisa melihat kapan dan dimana menyesuaikan baju. Ini di TP, bukan di Sutos.”

Seakan disamber geledek, terus diseruduk kerapan sapi, kemudian mental ke langit dan ditabrak pesawat Garuda Boeing 77777777, baru kali ini gue dibilang norak. Dan itu dari mulut dia. #well gue nahan emosi. Gak bagus ngamuk-ngamuk di depan banyak orang. Apalagi dari jenis dan ras berbeda. Gue hanya nyumpahin dalam hati. Semoga Allah selalu melindunginya dari segala mara bahaya. #tanganmengepal

Tanpa banyak cincong, dia sekali lagi mengacaukan pendirian gue. Yang katanya nonton di Bioskop Tunjungan 5 lah, pindah ke Marvel City lah, makan di food court lah, tai kucing lah, eh btw, kok gue males ngelanjutin nulis yaaa!!?? 

  
Intinya gue kesel. Akhirnya gue nemu film yang bikin dia diem. Yang awalnya sepakat nonton jam 7, sengaja gue ajuin jam 5. Dan efektif membuat dia kesel. Tapi masih belum bisa membayar kekesalan gue yang maksimal kuadrat!

Kencan cap tai kucing ini pun jadi berasa beneran kayak tai kucing. Anget sih, tapi ya gitu, pait! Sepanjang detik setelah nonton bawaannya pengen bunuh. (Hadeeh ntar jadi tipikal yang kebiasaan ngebunuh kalo pas lagi sakit hati). Well, ada kejadian di dalam lift saat hendak keluar mall. Saat hidung gue meler, dia dengan refleks menawari gue freshcare aromatheraphy, dan you Know what, di jemarinya saat dia mengambil freshcare, terdapat pelicin sutra kemasan sachet yang nyangkut. Homok mana yang gak tau kalo itu pelicin. Dilihat dari ekspresi mimik wajahnha sih biasa saja, tapi gue gak bisa dibohongin dengan kekikukannya. Dan otomatis raportnya muncul angka merah. Sekian. Rasa gue mendadak hilang. Tak lagi ada rasa yang menyebalkan. Gue kayaknya mati rasa.

Dia ngajak ke depot makan depannya stasiun pasar turi gue turutin. Dia ngajak Ta’ziah ke ‘mas’ nya yang entah yang kebetulan tutup usia karena sakit komplikasi paru-paru itupun juga gue turutin. 

Hilang tujuan akhir, gue pun diantar “pulang” tanpa tanya olehnya. Sekali lagi dia mencoba untuk tampil menyebalkan, namun kayaknya hati ini sudah terbius untuk tidak bisa merasakan sakit. Terserah dia bilang apa. Gue hanya ingin segera pulang. Dan melupakan kejadian hari ini, namun sebelumnya musti gue tuangkan dulu dalam blog ini. Ya setidaknya kalopun ada hal-hal yang terjadi di kemudian hari, tulisan ini bisa dipertanggungjawabkan. Next, kayaknya gue harus bisa lebih narsis lagi. Karena bukti hanya berupa ucapan dan tulisan gak terlalu kuat. Kuatkan dengan foto atau video. Dijamin akan memberatkan. 

Gue pun berharap dengan tulisan ini, ada yang bisa mengingatkan bahwa gue masih manusia yang seharusnya dimanusiakan. 

Selamat malam….

~ by Imamie on January 21, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: