Film ::: Geography Club (2013)

Semenjak hidup menjanda… Apa yang gue lakukan kebanyakan mengisi waktu luang dengan membaca buku dan menonton film. Dan bodohnya, sehabis nonton selalu merasa malas untuk menuangkannya ke dalam blog review. Hanya sebagian film yang bersifat pamer yang sengaja gue bikin review-nya… Sebut saja film Batman vs. Superman tempo hari.

Terlebih kayaknya banyak sekali film-film tema gay yang gue tonton tanpa dibikinin reviewnya, main hempas begitu saja. Ada beberapa faktor sih, dan salah satunya adalah gue malas setengah mati. Atau mungkin bukan malas sih tepatnya. Tapi berasa sok sibuk aja, jadi seakan-akan tidak ada waktu buat menuliskannya… BAEKLAAAAAAH!!!!
Dan film yang beruntung kali ini adalah Geography Club (bukan the Breakfast Club yaa…. ) Dan keberuntungan itu tidak diikuti oleh cerita film itu sendiri. Karena filmnya terlalu….. BIASA….


Bermula dari ciuman rahasia antara Russel dan Kevin yang dipergoki cewek asia(yang akhirnya ikut dalam arus politik perfilman hollywood, dimana cewek asia selalu mewakili sosok Lesbian) yang akhirnya menggiring kedua gay in the closet tersebut meneruskan hubungannya diam-diam. Keduanya saling suka, tapi mereka merasa lingkungan tidak suka dengan apa yang mereka sukai.

Hingga cerita membawa kita pada tokoh-tokoh yang sengaja dibikin ikonik (yang berdasar pada stereotype perfilman). Ada Lesbian yang gemuk… Gay yang feminitas nya full extra dan juga Brian si geek yang menjadi bahan bullying.


Russel merasa bahwa ada yang tidak beres dengan pilihan hidupnya. Ditambah lagi kasus dimana identitas Russel pun terblow-up gara-gara Kimberly, temen kencan sobat Russel yang gemuk, gak tau deh siapa namanya. Yang jelas Russel akhirnya digiring untuk bisa berpikir praktis tapi ekonomis. Bagaimana dia harus membuat pilihan…. Apakah dia harus tetap percaya pada Kevin atau dia memilih persahabatan murni tanpa cover tanpa topeng sosial…..?

…..

Film ini benar-benar Geografi banget… A.k.a memang membosankan, seperti juga alasan di dalam cerita film yang menyebutkan kenapa support group yang dibentuk ini memilih nama Klub Geografi. Benar. Karena Geografi itu membosankan, sehingga apabila ada orang yang hendak bergabung di dalam grup ini, pasti anggapannya adalah sebuah grup yang sangat membosankan. Dan gak bakal gabung. Itu lah yang mereka harapkan…

Namun kenyataannya, judul dan cerita di film ini, pada akhirnya gue simpulkan sebagai film tema gay yang paling “flat” di dunia.


Gak gue temuin konflik yang bisa bikin sepanjang film gue nahan napas tarik napas. Mungkin secara spontan dan berasal dari alam bawah sadar yang membimbing gue untuk harus nunggu film sampe kelar. Dan well, gak ada greget sama sekali.

Konflik antara Russell dengan Kevin pun hanya sebatas pantes-pantesan aja. Bagaimana sang idola sekolah menghadapi dilema identitas. Maju kena mundur kena, makan buah simalakama…..

Dan dengan ending yang flat, mungkin lebih tepatnya bahwa kebebasan untuk memilih hidup yang lebih “free” tanpa tekanan adalah salah satu opsi untuk menjadi gay yang fabulous. Cinta mungkin akan datang dengan sendirinya bila kita sudah mapan dengan identitas kita. Tidak tenggelam dalam jurang kemunafikan yang tak berujung.


Overall, film ini tidak membekas pun di hati. Hanya cukup tahu dan gue pernah nonton film seperti ini. Meskipun diangkat dari novel berjudul sama, gue pikir film ini mungkin lebih baik tidak diadaptasikan menjadi cerita suara dan gambar bergerak. Bahasa novel. Bukan bahasa film.

Gue tidak bilang jelek, film ini hanya terlalu biasa untuk orang seperti gue…

#apagaragarakelebihanekspektasi

Rating: 2/5

~ by Imamie on May 20, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: