Film ::: Kapoor and Sons (2016)

Suatu ketika ada teman fesbuk yang masang review film di statusnya. Judul film yang diangkat adalah Kapoor and Sons. Bener banget. Sangat India sekali. Dan memang film India. Namun yang jadi perhatian gue adalah, di dalam tulisannya, dia menyebutkan ada tulisan LGBT. Dan seperti biasa, langsung saja naluri untuk mencari film itu pun muncul..
Kapoor and Sons, sepertinya telah keluar dari pakem ke-india-an di mana bumbu tarian dan nyanyian hanya dimunculkan apabila beriringan dengan adegan yang memang membutuhkan tarian dan nyanyian. Bukan serta merta muncul karena naik turunnya emosi setiap karakter dalam film. Sehingga gue mengartikan nyanyi dan tarian di dalam film ini adalah memang bagian dari cerita, bukan ke-khas-an India yang selalu ditempel di setiap emosi yang muncul. Sedih, nyanyi, seneng, nyanyi, bingung pun juga harus nyanyi. Itulah hebatnya film India.
Kembali ke marga Kapoor. Sebuah keluarga kecil yang terdiri dari Ayah, Ibu, Kakek dan asisten rumah tangga. Sementara kedua anak lelaki mereka stay di luar negeri. Si Kakak menjadi penulis novel sukses, sementara sang adik (Sidharth Malhotra) bekerja paruh waktu sembari masih berjuang menulis novel (juga).
Keduanya “dipaksa” pulang oleh keadaan, sang kakek, Dadu, yang memiliki kebiasaan pura-pura mati mendadak terkena serangan jantung. 
Sangat jelas perbedaan antara si Kakak, Karan dengan Arjun, adiknya. Memang seperti stereotyping, dimana si Kakak yang kalem dan penuh wibawa, sementara Adik yang slengekan dan begundal. Nampak jelas pula bagaimana perlakuan kedua orang tua mereka kepada pasangan adik-kakak ini. Di awal hari kepulangan mereka, pun sudah ditemui perselisihan. Arjun merasa bahwa dirinya bukan siapa-siapa dibanding Karan si anak emas.
Dan konflik pun muncul satu demi satu hingga pada akhirnya keluarga disfungsional ini menemukan jawaban yang mau tidak mau harus diterima masing-masing. 

Film ini bisa dibilang adalah nafas baru perfilman Bollywood. Walo gak baru baru amat, karena gue baru nonton film India dengan isu semacam ini.
Babak demi babak di dalam drama film ini sangat begitu intens. Bagaimana ketika kita dipaksa untuk berkenalan dengan semua karakter inti, kita dibawa untuk membenci sekaligus mencintai masing-masing karakternya. Namun tentu saja itu pilihan tanpa sadar. Begitu pula dengan isu perjodohan yang masih diterapkan oleh sang ibu, beberapa diantara penonton mungkin bisa saja pro dengan isu perjodohan, namun bagi gue personal, perjodohan tanpa kompromi adalah fatal.
Namun yang menjadi sorotan gue menjelang film berakhir, ternyata isu penerimaan identitas juga sepertinya masih menjadi obrolan hangat di negeri India. Sama halnya di Indonesia, pro dan kontra pasti saja ada. Tergantung kita pada akhirnya, apakah norma sosial atau humanity yang kita yakini….
Sekali lagi, film ini tidak ada alih-alih propaganda LGBT. Melainkan kita dibawa pada kondisi yang nyata, bahwa apa yang ada di dalam film itu benar-benar ada, dan tidak mungkin tidak, suatu saat (kalau belum) kita pasti akan menjadi bagian seperti di dalam cerita film tersebut.
Semua jajaran pemainnya sangat bermain apik. Suasana kacau disaat semuanya nyerocos dengan argumen masing-masing ketika beradegan di dapur pun sangat gue acungin jempol. Gue seperti tidak sedang menonton film, tapi sedang bermain ke rumah tetangga yang sedang perang mulut satu sama lain. Dan nafas gue juga sempat terhenti karena percekcokan mereka. 
Namun lepas dari semua itu, gue sangat mengagumi karakter Dadu yang begitu out of the box. Karakter Arjun yang sebenernya biasa aja tapi menjadi gak biasa gegara aura yang dimunculkannya. Semuanya sepertinya pantas dikagumi. Begitu juga pun mereka yang mendapat porsi kecil untuk nampil di beberapa adegan. Tidak tumpah sangat pas. 
Akhirnya, gue bisa bilang, film ini bukan film terbaik tapi ini film yang baik untuk ditonton oleh mereka yang masih memiliki rasa cinta. Cinta terhadap sesama. Terhadap keluarga dan terhadap karir dan cita-cita.
Rating gue: cukup 3 aja. Hehehehee

~ by Imamie on June 14, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: