Kalah oleh Ego

Bulan Juni 2017

Memang benar, penyesalan itu selalu datang terlambat. Tapi selambat-lambatnya rasa sesal, masih bisa direnovasi. Mawas diri dan gak grubak grubuk seperti sedia kala itu. Terjebak dalam karakter yang susah tega terhadap orang lain (baca: temen) itu memang menyebalkan. Gue yang notabene sangat menghargai mode mode pertemanan tanpa batas, karena gue yakin, friendship is forever, tapi keyakinan itu menjadi anjing tatkala gue mendapat kekecewaan yang membuncah.

Berkali-kali kesempatan gue untuk menjadikan hal yang lebih baik, malah ujungnya seperti kok gue nya yang ngoyo dan terlalu ngurusi anak orang. Kenapa gue susah payah menjadikan orang lain hebat sementara si orang ini tidak menunjukkan gelagat yang positif. Sepertinya gue tertampar oleh Athena bila hal ini tercium sampai ke Olympus.

Setiap ada project yang berdatangan, seharusnya gue bisa handle dan dengan sedikit bantuan dari temen, eh malah muncul jiwa jiwa, “oh iya, dia kan lagi butuh duit… ya udah deh dia aja yg gue pekerjakan… ” mampus gak sih kalo ternyata pemikiran kayak tadi dipatahkan dengan fakta bahwa daya upaya agar dia bisa megang duit jajan tambahan GAK DIANGGAP SAMA SEKALI. justru yang muncul malah kekecewaannya karena goal fee turun dari client agak molor (terkendala di segala sektor). 

Wanti-wanti, karena kali ini, nama gue yang jadi jaminan. Dan alhasil, hancur pelan pelan. Alhamdulillah ya. 

Bersyukur ada income dari lubuk kesabaran, meski gak banyak tapi setidaknya nanti bisa menambal mulutnya. 

Gue lelah sebenernya. Kepedulian ini diartikan lain. Diartikan kemanjaan yang terpancar semata. Tak ada pembelajaran disitu. Beraninya hanya disitu saja. Ketidak sudian gue perlahan muncul. Mengikis rasa tidak tegaan juga gak bisa instan. Perlu tahap. Jadi, bagi sesiapapun engkau yang merasa, gue gak berusaha untuk membencimu. Tapi hanya berusaha agar dirimu menjadi manusia yang mungkin bisa lebih beruntung tanpa campur tangan gue. Cari duniamu, seperti yang dirimu idam-idamkan. 

Menjadi lah manusia yang sewajarnya dengan usia yang kau sandang. Bersyukurlah tidak repot-repot pura-pura tua. Ketimbang tua pura-pura muda. 
Relationship ini gak mungkin putus. Yang putus hanya ketergantungannya. Ketidakmandiriannya, ketidakpeduliannya, keras kepalanya

Semua pasti punya jalan masing-masing, semoga siapapun engkau yang ada dalam tulisan gue, selamat berkarir.

Advertisements

~ by Imamie on June 16, 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: