Film ::: The Doll 2 (2017)

Comeback-nya gue setelah sekian lamanya gak nulis review film Indonesia. Dan kali ini korban kenyinyiran gue yang pertama adalah film the Doll 2. Tapi gak menutup kemungkinan juga bakal bawa-bawa film yang lain.

Sebenernya naluri menonton film the doll 2 dilandasi oleh rasa jenuh gue atas segala aktivitas yang udah gue jalani. Kesibukan itu ternyata menuntut kesenggangan waktu gue buat menyempatkan diri menonton film ini.

Akhirnya setelah dari kantor Kalyana Shira Film (ada reading buat program web series), gue langsung menyasar ke Kalibata Mall. Berniat nonton, namun bingung apa yang hendak kutonton. Setelah memilah poster terpampang, mata terpaku pada poster the Doll 2. Baiklah. Beli tiket, ambil kursi, nunggu sejenak. Maria Oentoe berkumandang pintu teater telah dibuka. Dan, lets the show begin….

Tetiba film dibuka dengan kemunculan Laras dan Adiknya yang mengingatkan gue pada film Conjuring, semacam pasangan Warren. Cuman yang ini lebih sinetron. Sempat ketipu juga diawal, kok Luna Maya nya keliatan tua dan menyeramkan… eh ternyata istrinya Damian si pesulap itu yang akting nangisnya konon belajar dari artis tersanjung tempo dulu.

Dengan kekuatan sakti yang bisa merasakan hal hal ghaib, Laras dihadapkan pada kenyataan yang pait diakhir. Dia mengalami apa itu ditinggalkan. Laras trauma. Laras memutuskan tak lagi menjadi paranormal. Begitulah sepenggal kisah Laras, mengawali kisah yang sebenernya.

Di suatu tempat, di sebuah rumah mewah yang furniture nya seakan-akan udah siap untuk sengaja dihancurkan, hiduplah Maira dengan Suaminya, Aldo yang berbahagia karena memiliki anak manis, Kayla namanya. Bertiga mereka saling menyayangi, begitu juga mbak Yani, asisten rumah tangga mereka, yang sejak awal kemunculannya langsung menarik perhatian gue. Gak lazim cewek ini…

Kayla yang memiliki boneka cantik (gak habis pikir itu boneka cantiknya dari mana??? Oh mungkin bagian art film sengaja mendobrak standar kecantikan perempuan versi Indonesia yang baru) dengan mengacu pada boneka di film the doll 2 ini…

Serem sih gue percaya, tapi kalo cantik, gak masuk logika…

Cukup soal boneka nya. Kembali ke Kayla, anak manis yang hobi ngerekam aktivitas mama-nya ini rupa-rupanya (mulai spoiler) memiliki pertanda bahwa hidupnya gak bakal lama…

Usut punya usut, di sini menjadi cikal bakal twist yang dibangun dalam film horror ini.

Dan bener kan, Kayla tewas mengenaskan akibat kecelakaan mobil yang dikendarai mereka bertiga. Papa Mama nya menderita luka-luka yang lumayan serius. Dari sini gue sudah mencium bahwa Mamanya Kayla bukan perempuan biasa.

Semenjak kematian Kayla, kehidupan mereka berdua semakin memburuk. Maira depresi dan masih belum bisa melepas kepergian Kayla. Sementara Aldo sudah mulai sering terlambat pulang ngantor. Sementara mbak Yani, masih tetap saja membuat gue curiga… ini pasti ada apa apa dengan juragannya….

Seiring berjalan waktu, Maira kedatangan teman dekatnya, Elsa. Jreeeeng, pikiran gue melayang, jangan-jangan Elsa adalah anuannya Maira di kala senggang. Eh ternyata bukan. Hanya sekedar teman yang sudah terlalu lama gak ketemuan.

Melihat kondisi sahabatnya, Elsa menyarankan Maira untuk memanggil arwah Kayla melalui media nyanyian Lingsir Wengi diiringi musik gamelan mainan. Entah berhasil atau tidak, pemanggilan arwah itu sempat dihentikan oleh mbak Yani. Semakin curiga lah gue dengan kelakuan mbak Yani ini…

Dan seperti dugaan kasar gue, Kayla pun hadir kembali ke dunia dengan mengisi raga boneka manis versi Maira.

Perlahan-lahan kehadiran Kayla membuat Maira terlihat seperti orang yang halusinasi. Dan membuat urusan dengan Psikiater. Nyata-nyata-nya, keadaan semakin tidak terkontrol. Kekacauan di mana mana. Hingga mengusik Laras dari duduk manisnya selama ini.

Sampai disini keadaan menjadi horror penuh terror. Ternyata mbak Yani sesuai dengan dugaan gue. Dia menjadi tokoh kunci. Pantaslah kalo ada scene perselingkuhan….

Film ini sangat cukup bagus untuk tata letak kameranya. Dengan segala kemewahannya yang ada. Adegan pengerusakan properti dalam rumah pun nampak terlihat meyakinkan walau pada akhirnya gue yakin banget, kalau ini rumah aslinya adalah villa yang disewakan. Gue menemukan tulisan yang cukup nyata dan terpampang sempurna, JAGALAH KEBERSIHAN di samping atas pintu kamar mandi. Karena logikanya, sangat tidak mungkin di dalam rumah yang mewah dengan segala estetika nya ada tulisan demikian. Janggal.

Semua cast di film ini juga rada-rada menyeramkan. Bayangkan saja, sudah ditusuk-tusuk berulang, masih tetap aja bisa berlari manja. Apalagi mbak Yani yang dianugerahi kekuatan maha tempur yang dahsyat. Mungkin ini semacam kode, bahwa jangan sekali-kali selingkuh atau begini akibatnya.

Selebihnya film ini semacam unjuk kekepoan aja. Sebenernya mulut Luna Maya kenapa yaa?

Rating : 2 ⭐️

Advertisements

~ by Imamie on July 22, 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: